news
UMUM
Taklukkan Tim Malaysia, Pelatih TS Indonesia U-16 Belum Puas
29 November 2019 14:30 WIB
berita
TSI U-16 (merah) belum menunjukan kualitas terbaik/TopSkor-Dani Wihara
BANDUNG - Tim TopSkor Indonesia (TSI) U-16 akhirnya memetik kemenangan pertama. Tiga poin berharga itu membuat TSI sedikit bernapas lega di Turnamen Kemenpora International Football Championship (KIFC) 2019.

Pada laga ketiga di Lapangan Progresif, Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/11), TSI U-16 menaklukkan tim asal Malaysia, Daruga FC dengan skor 2-0. Kedua gol kemenangan dibukukan Nadhif Girasta pada menit 20 dan Faris Abdul menit 44.




Baca Juga :
- Ini Rencana Deris Membangun Kekuatan Persikad 1999
- CEO Persikad 1999 Kukuhkan Jajaran Kepelatihan, Deris Herdiansyah sebagai Pelatih Kepala


Ini jadi kemenangan pertama TSI U-16. Sebelumnya tim racikan Deris Herdiansyah ditahan imbang tim Kompas U-16 dan SBAI Calcia masing-masing dengan skor 1-1. 

Hasil ini mengantar TSI U-16 sementara berada di puncak klasemen Grup B dengan raihan 5 poin, unggul satu angka dari Kompas U-16 dan SBAI yang ada di belakangnya. Tapi, posisi ini bisa bergeser karena Kompas U-16 dan SBAI akan bentrok pada sore nanti. 


Baca Juga :
- Sepak Bola, Pelepas Penat Pekerja di Ibu Kota
- I Gede Sukadana: Kalau Bukan Menjadi Pemain, Mungkin Saya Supir Travel


Meski begitu pelatih Deris mengaku belum cukup puas. Dia menilai timnya belum menunjukan kualitas terbaik. Bahkan, masih kalah dibanding dua laga sebelumnya meski berakhir imbang. 

"Saya belum puas dengan kinerja anak-anak. Mereka tidak bisa melawan lelah dan cuaca," kata Deris. 

Mengingat TSI U-16 memiliki jam terbang yang cukup mumpuni, menurut Deris malah terlalu over confindent. "Mereka terlihat menganggap remeh lawan. Itu yang terjadi dua kali pertandingan sebelumnya. TSI selalu unggul lebih dulu tapi lengah di menit akhir," paparnya. 

Diakui Deris timnya memiliki persiapan yang minim. Nadhif Girasta dan kawan-kawan baru kumpul jelang keberangkatan ke Bandung. INi menjadi handicap tersendiri. Dia pun berusaha menyetelkan timnya seiring dengan perjalanan waktu. 

"Anak-anak belum bisa keluar dari tekanan dan tidak bisa memecahkan masalah dengan kondisi dan situasi di lapangan, terutama cuaca yang cukup panas," ujanrya. 

Tapi, dia tetap optimis timnya bisa lolos ke semifinal. Deris menekannya dua pertandingan sisa wajib dikonversi dengan kemenangan.*

news
Penulis
Suryansyah
news
news