news
LIGA CHAMPIONS
Performa Arrizabalaga Dianggap Masih Labil Musim Ini
29 November 2019 13:42 WIB
berita
Kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga melakukan sejumlah penyelamatan namun juga membuat kesalahan saat menghadapi Valencia di Stadion Mestalla, Rabu (27/11) lalu./Istimewa
VALENCIA – Tiket ke babak 16 Liga Champions 2019/20 seharusnya bisa diraih Chelsea FC di Stadion Mestalla, Rabu (27/11) atau Kamis dini hari WIB. Namun akibat blunder kiper Kepa Arrizabalaga melawan tuan rumah Valencia CF membuat semua itu tertunda. Kini The Blues harus menunggu hingga partai pamungkas Grup H, di mana mereka akan menjamu Lille OSC pada 10 Desember mendatang.

Arrizabalaga jadi sasaran kritik karena tidak berusaha melakukan antisipasi menghalau percobaan gelandang Valencia, Daniel Wass pada menit ke-82. Padahal saat itu, Chelsea telah unggul 2-1. Banyak fan dan analis mempertanyakan posisi sang penjaga gawang ketika hal tersebut terjadi. Arrizabalaga semestinya dapat dengan mudah menggagalkan tendangan spekulatif Wass.




Baca Juga :
- Gaji Rp 4,2 Miliar Menanti Willian di Arsenal Jika Cabut dari Chelsea
- Xavier Mbuyamba, Jebolan Akademi La Masia Dijuluki New Van Dijk Ini Jadi Bidikan Chelsea


Kendati demikian, pelatih The Blues, Frank Lampard tetap membela penjaga gawangnya itu. Menurutnya, tidak adil menjadikan Arrizabalaga sebagai kambing hitam atas hasil seri 2-2 tersebut. Pemain asal Spanyol ini juga turut berandil besar membantu Chelsea di Mestalla. Tanpa kehadirannya di bawah mistar gawang, mungkin The Blues justru akan gagal meraih poin.

Arrizabalaga membuat empat penyelamatan melawan Los Che. Termasuk mengagalkan eksekusi penalti kapten Valencia Daniel Parejo pada menit ke-64. “Itu (gol Wass) sebuah kebetulan. Dia bermaksud melepaskan crossing. Tak ada yang menyangka bola akan masuk ke dalam gawang,” ujar Lampard. “Bagi kiper mana pun, itu situasi yang sulit. Dan yang perlu diingat Kepa juga sukses mengagalkan penalti lawan.”


Baca Juga :
- Arsenal PHK 55 Staf, Willian Ditawarkan Kontrak 3 Tahun dengan Gaji Rp 1,9 Miliar Seminggu
- Cuci Gudang! Frank Lampard Akan Singkirkan hingga 10 Pemain dari Skuat Chelsea Musim Panas Ini


Naik-turunnya performa Arrizabalaga dalam sebuah pertandingan perlu menjadi perhatian Lampard. Pada satu momen ia mampu tampil brilian, tetapi itu bisa berubah drastis dalam sekejap. Ini membuktikan bahwa penampilan kiper 25 tahun tersebut tergolong masih labil. Tentu saja itu problem mendesak yang perlu segera diselesaikan Chelsea jika ingin melaju dari penyisihan grup.

Namun pengamat sepak bola ESPN, Alejandro Moreno menilai bukan hanya performa Arrizabalaga yang perlu dibenahi, tetapi sektor pertahanan Chelsea secara keseluruhan. Sepanjang musim ini, The Blues telah kemasukan 37 gol dalam 21 laga sejak dilatih Lampard. Artinya, mereka kebobolan 1,7 gol setiap pertandingan. Sepanjang 2019/20 pun klub London Barat itu baru mencatatkan empat clean sheet.

“Dalam kasus Chelsea, jelas mereka harus bisa bertahan lebih baik dan bermain dengan lebih terorganisasi jika ingin melangkah jauh di turnamen ini,” ujar Moreno. “Paling krusial adalah Kepa Arrizabalaga. Dia adalah benteng terakhir tim. Namun sepanjang musim ini, dia terlalu sering kemasukan gol yang mudah.”

Terlepas dari itu, Lampard merasa timnya cukup beruntung tidak kalah di Spanyol. Ia juga mengakui bahwa lini belakang Chelsea tidak maksimal. “Valencia tim bagus dan kami seharusnya bertahan lebih baik menghadapi mereka. Namun melihat banyaknya peluang yang dibuat kedua tim, saya pikir ini hasil yang adil. Mungkin kami sedikit lebih beruntung karena lawan lebih banyak melewatkan peluang,” kata Lampard.***

Rapor Kepa Arrizabalaga pada 2019/20
Liga Primer
Laga: 13
Menit main: 1.170
Penyelamatan: 22
Kebobolan: 19
Clean sheet: 3
Menit/kebobolan: 62
 

Liga Champions
Laga: 5
Menit main: 450
Penyelamatan: 14
Kebobolan: 8
Clean sheet: 1
Menit/kebobolan: 56
 

 

   

        

   

 

    

 

I
Penulis
I Gede Ardy E