news
LIGA 1
Tira Persikabo Tidak Pernah Menang dalam 14 Laga Terakhir, Penyebabnya Dua Faktor Ini Menurut Manajer Tim
29 November 2019 13:36 WIB
berita
Pemain Tira Persikabo kecewa karena tidak juga lepas dari kutukan tidak pernah menang dalam 14 pertandingan terakhir/Foto: TopSkor/Ady Sesotya
BOGOR – Tira Persikabo terjun bebas, kini mereka menghuni peringkat ke-11 Liga 1 2019 dengan torehan 38 poin. Tak lain karena performa buruk tim berjulukan Laskar Padjadjaran itu yang belum meraih kemenangan dalam 14 laga terakhir.

Pada pekan ke-29 Liga 1 2019 Rabu (27/11) lalu, Tira Persikabo menelan kekalahan 0-1 dari Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya. Total 14 pertandingan tanpa kemenangan, rinciannya skuat asuhan Rahmad Darmawan itu tumbang delapan kali dan imbang empat kali.




Baca Juga :
- Skuat Arema Gelar Swab Test Perdana
- Kontroversi Kepindahan Tibo ke Muba Babel, Presiden Borneo FC Marah, Banur dan Tibo Dianggap Tak Beretika


Padahal pada awal musim, Tira Persikabo tampil sangat superior. Situasi sebaliknya, mereka tidak terkalahkan dalam 13 laga awal, sehingga hasil positif itu membuat Osas Saha dan kawan-kawan sempat digadang sebagai calon juara Liga 1 musim ini. Kala itu mereka menempati peringkat pertama selama dua pekan.

Hasil negatif bermula dari  kekalahan telak 1-6 dari Persela Lamongan pada pekan ke-16, di Stadion Surajaya, Lamongan, 25 Agustus lalu. Tak disangka hasil tak memuaskan itu terus berbuntut hingga saat ini.


Baca Juga :
- Houssem Aouar Mau Gabung Arsenal, Gelandang Kreatif Ini Cocok Gantikan Peran Mesut Ozil
- Bali United Waspadai Duet Maut Tira Persikabo, Alex dan Ciro Alves


Manajer Tira Persikabo, Brigadir Jendral TNI Rudi Yulianto mengatakan ada dua aspek yang membuat performa timnya menurun. Pertama terdapat beberapa pemain pilar yang cedera. Sebut saja Manahati Lestusen, Dimas Drajad, Achmad Noviandani, Loris Arnaud, dan Wawan Febrianto.

Alasan kedua, banyak pemain andalan yang harus memenuhi panggilan timnas, misalnya Rifad Marabessy dan Andy Setyo. Sebelumnya Abduh Lestaluhu dan Osas Saha juga sempat memenuhi panggilan timnas Indonesia senior.

“Apalgi putaran kedua ini kan Tira Persikabo tidak banyak merekrut pemain. Hanya merekrut satu, Prisca Womsiwor. Memang dari komposisi pemain sudah cukup, tetapi kan ada sebagian yang lebih spesifik karena membela timnas,” kata Rudi.

“Arnaud baru kembali karena sebelumnya cedera parah. Itu terjadi pada putaran kedua dan sudah tidak bisa merekrut pemain baru. Semoga dalam lima pertandingan terakhir kami seluruhnya bisa meraih hasil baik,” Rudi menambahkan.

Tak dimungkiri kekalahan beruntun ini berimbas penurunan motivasi pemain. Rahmad Darmawan pun tidak menyerah untuk membangkitkan timnya dari keterpurukan. “Saya tidak pernah berhenti memotivasi, mengoptimalkan semua pemain,” kata RD, sapaan sang pelatih.

“Itu akan terus kami lakukan dengan memberi treatment paling pas. Contoh ada beberapa pertandingan yang seharusnya kami bisa menangi tapi ada beberapa faktor yang membuat kami tidak menang. Beberapa skema terus kami coba, menyesuaikan kondisi pemain,” RD menambahkan.

Lima laga tersisa, dua kandang dan tiga tandang. RD berharap kebangkitan timnya dimulai ketika menjamu Barito Putera pekan depan di Stadion Pakansari, Bogor Senin (2/12. “Saya minta pemain fokus di sisa pertandingan, tentu kami harus lebih efektif dalam menyelesaikan setiap peluang,” ujar RD.*Sumargo Pangestu

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id