news
UMUM
KIFC Puncak dari Para Juara, Sayangnya Tak Dilirik PSSI
28 November 2019 00:43 WIB
berita
Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta. 
BANDUNG - Apa jadinya jika para juara nasional dipertemukan? Pasti menarik! Pertadingan berlangsung memikat dan ketat. Itulah yang terhampar di turnamen Kemenpora Internasional Football Championship 2019 U-16. 

Pagelaran yang digelar Lapangan Progresif, Bandung, Jawa Barat, memberi bukti. Pada hari pertama, Rabu (27/11), enam pertandingan digelar. Hasilnya: Empat laga berakhir imbang. Dua lainnya saling mengalahkan lewat perlawanan ketat.




Baca Juga :
- Timnas U-19 Latihan Perdana, Begini Hasil Pantauan Pelatih Shin Tae Yong
- Liga 1 2020 Dua Wilayah? Ini Tanggapan Klub




SBAI Calsi Allstar dan SSB R2 Solo berkesudahan 1-1. Akademi Persib ditahan Penang Sport juga dengan skor 1-1. Skor sama juga dibukukan TopSkor Indonesia melawan Kompas. Sementara Bali IFC yang unggul lebih dulu, harus kecolongan di detik akhir melawan Dream Come True dalam kedudukan 2-2.

Sedangkan AS Darugu FC Malaysia ditekuk Malaya FC Filipina 4-2 dan Fossbi satu-satunya wakil klub Indonesia yang menang 2-0 atas Buapkhta FC Thailand.


Baca Juga :
- Liga TopSkor U-16: Grande Partita di Gunung Sindur
- Preview Liga TopSkor Transtama U-15: Papan Tengah Memanas


"Ini tanda kompetisi dari yang terbaik. Pertandingan berlangsung ketat. Yang menentukan kemenangan adalah jam terbang, karena mereka dipoles untuk berkompetisi," kata Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta. 

Turnamen ini dianggap sarat gengsi karena mempertemukan tim-tim hebat dari berbagai kompetisi di Indonesia dan tim asal luar seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina.

"Ini puncak dari para juara, makanya turnamen ini berlabel super muda. Disinilah champions sejati ditentukan," ujar Raden Isnanta.

Apalagi lanjut Raden Isnanta yang membuka turnamen ini, Rabu (27/11) menunjuk Persib sebagai tuan rumah. Orang tahu Persib Bandung merupakan peta tertinggi yang terbaik di sepak bola usia muda dan senior.

Isnanta berharap turnamen ini bisa dimanfaatkan baik oleh masing-masing tim terutama untuk menambah jam terbang pemain dalam bertanding.

"Sesungguhnya ini medium bagi pemandu bakat untuk melihat yang terbaik di U-16. Saya berharap ini jadi ajang tahunan dan tidak hanya untuk putra, tapi juga melibatkan tim sepak bola putri," lanjutnya.

Sayangnya tidak ada tim pemandu bakat PSSI yang memonitor turnamen ini. Padahal menurutnya Kemenpora sudah memberikan undangan resmi kepada PSSI selaku induk semang sepak bola di Tanah Air.

"Sebenarnya PSSI bisa memanfaatkan turnamen ini untuk memantau bakat pemain usia muda. Tapi, sejauh ini belum ada utusan dari PSSI yang mengintipnya," tuturnya.

Isnanta menambahkan pihaknya selaku perwakilan Kemenpora memiliki impian ajang ini ke depannya bisa diikuti oleh tim-tim asal Eropa hingga Amarika Latin.

"Mudah-mudahan ke depan pesertanya tidak hanya dari negara Asia, tapi juga tim dari Eropa hingga Amerika Latin," kata Isnanta.*

loading...
news
Penulis
Suryansyah
news
news