news
LIGA SPANYOL
Sevilla Cerminan Atletico
27 November 2019 15:09 WIB
berita
Pelatih Sevilla, Julen Lopetegui, berhasil memberikan karakter dalam timnya.-Topskor/ist
SEVILLA – Sevilla FC berhasil meraih kemenangan tandang kelimanya di LaLiga musim ini pada jornada 14, akhir pekan lalu. Dengan itu mereka menjadi peraih poin terbesar di luar kandang (16, ada satu seri), dan mengisi posisi tiga dengan mengoleksi 27 poin. Salah satu kunci keberhasilan itu adalah ada formula baru dari pelatih Julen Lopetegui.

“Sevilla adalah tim atlet yang bermain sepak bola dengan sangat baik,” kata Sergio Gonzalez, pelatih Real Valladolid, tim teranyar yang ditaklukan. Tanggapan itu dimaksudkan bahwa kekuatan fisik menjadi poin menonjol Los Nervionenses – julukan Sevilla– musim ini. Faktor itu serupa kekuatan di Spanyol lainnya yakni Atletico Madrid.




Baca Juga :
- Chelsea Tawar Pemain Bintang Atletico Rp 932 Miliar
- Messi dan Felix Bersitegang Gara-gara Jordi Alba, Begini Video Panasnya




Ramon “Monchi” Rodriguez selaku Direktur Olahraga memang tidak pernah menyembunyikan hasratnya akan filosofi pelatih Carlos Bilardo yang juara Piala Dunia 1982 bersama Argentina. Sudut pandang sepak bolanya pun dipengaruhi mantan rekan saat masih jadi pemain, Diego Simeone, yang tidak lain adalah pelatih Atletico saat ini.

“Tim membutuhkan kekuatan otot dan fisik. Itu adalah sesuatu yang saya dan Lopetegui telah rencanakan sejak pembicaraan pertama kami di musim panas,” kata Monchi, mengaku telah saling bersinergi dengan sang pelatih untuk proyek terbaru klub musim ini. Niatnya jelas sejak awal sehingga bisa memiliki formula untuk lajunya kini.


Baca Juga :
- Dua Gol Sembilan Menit Akhir Barcelona Takluk, Pelatih Atletico Nyaris Tak Percaya
- Valverde Sulit Terima Kekalahan Barcelona, Masa Depannya Jadi Pembicaraan


“Monchi memiliki Atletico era Simeone dalam benaknya sebagai cerminan,” kata sumber anonim di lingkungan Sevilla. Realitanya pun demikian; Los Nervionenses telah menyerupai Atletico. Mereka mengandalkan kekuatan fisik, tangguh dalam permainan, dan menekankan pada kekuatan pertahanan untuk kemudian membangun serangan.

Pola berlaganya pun serupa. Klub asal Andalusia akan mempertahkan skor yang ada ketika mereka berhasil unggul; Mereka akan bertarung untuk menahan keunggulan, bukan menambahnya. Faktanya mereka hanya sekali kalah setelah bisa unggul lebih dulu di 2019/20. Ada empat pertandingan yang berujung kemenangan dan dua imbang.

Kenyataan yang ada saat ini cukup menjelaskan kenapa klub merombak barisan pertahanan. Pada jantung pertahanan ada Jules Kounde dan Diego Carlos yang tangguh dalam duel dan punya kekuatan fisik. Pun pada diri Fernando Reges selaku gelandang bertahan yang juga menjadi kunci Lopetegui sempurna mengeksekusi kemauan Monchi.

Belum Menjamin

Kendati memiliki sepak terjang yang meyakinkan sejauh ini, itu belum menjamin keberlanjutan dari posisi Lopetegui. Pasalnya beberapa pelatih sebelumnya juga bisa melejit di awal seraya saat ini namun perjalanannya harus menemui pemecatan. Yakni Eduardo Berizzo pada 2017 dan Pablo Machin di musim lalu usai punya 28 dan 27 poin.

Nama pertama harus angkat kaki dari Pizjuan saat Natal sebab pola rotasinya tak lagi berkhasiat. Di akhir musim tim finis posisi tujuh. Sedang Machin yang sebelumnya ada di tempat kedua pada laju sejauh saat ini dipecat pada Maret. Sevilla finis peringkat enam, membuang keunggulan jarak 10 poin dari Valencia CF yang finis posisi empat.* TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...
D
Penulis
Dini Wulandari
news
news