news
SEA GAMES 2019
Timnas Voli Indoor Waspada Thailand
26 November 2019 18:50 WIB
berita
Timnas voli putri foto bersama jajaran pelatih, manajer, dan Ketua Umum PBSI Imam Sujarwo, Senin (25/11) - DOK PBVSI
BOGOR – Manajer tim nasional (timnas) voli indoor untuk SEA Games XXX/2019, Santiaji Gunawan, menegaskan jika kesiapan Merah Putih sudah 100 persen. Berbekal kondisi ini pula, Santiaji optimistis raihan Indonesia dalam pesta olahraga dua tahunan tersebut bakal lebih baik daripada sebelumnya.

Senin (25/11), Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) Imam Sujarwo menargetkan timnas untuk sapu bersih emas pada empat nomor yang dipertandingkan di Filipina. Keempatnya adalah voli indoor putra dan putri, serta pantai, putra dan putri.




Baca Juga :
- Timnas Oman Pecat Pelatih Erwin Koeman
- Hampir Batal Tampil, Pegolf Thailand Ini Juara Indonesian Masters




“Ini adalah doa kami semua, semoga untuk tim voli Indonesia, mampu memenuhi target emas. Insha Allah akan bisa kami capai karena kalau di Asia Pasifik, voli pantai Indonesia sangat ditakuti. Kemudian untuk indoor putra dan putri, walau sebelumnya perak, kami harapkan emas,” kata Imam.

Santiaji menuturkan, Indonesia wajib mewaspadai Thailand. Hal ini ia kemukakan bukan tanpa dasar karena Negeri Gajah Putih selalu mampu mengawinkan medali emas dalam beberapa gelaran SEA Games terakhir. Meski begitu, bisa mengalahkan Thailand bukan sebuah hal yang mustahil.  


Baca Juga :
- Ini Agenda Timnas Indonesia Sepanjang Tahun 2020
- Buntut Keributan Final Piala AFF Futsal 2019, Asisten Pelatih Timnas Indonesia Didenda


“Khusus voli indoor, baik itu putra dan putri, semakin hari semakin siap. Soal kekuatan di putri, tim yang harus kami waspadai adalah Thailand karena berkali-kali try out, mereka mendominasi Asia Tenggara,” ujar Santiaji yang juga menjabat SVP Strategic Stakeholder Management PT PGN, Tbk.

Sama halnya dengan putri, Santiaji menyebut Thailand juga bisa menjadi momok untuk Nizar Zulfikar dan kawan-kawan. Namun, untuk sektor ini, peta kekuatan SEA Games 2019 dinilai lebih merata hingga Indonesia tidak boleh melupakan negara pesaing lainnya seperti Vietnam, dan Myanmar.

Guna mengantisipasi tantangan yang mungkin tersaji di depan mata, manajer dan tim pelatih pun sudah menyiapkan strategi. Santiaji pun meminta para pemain memperhatikan beberapa hal. “Kemarin, kami coba mengatur positioning. Pelatih akan mengubah formasi sesuai kondisi di lapangan,” katanya.

Berbicara mengenai peluang, Wilda Siti Nurfadhilah (kapten timnas putri), menyebut semua sama besar. Namun, bukan hanya Thailand yang patut diwaspadai, melainkan Filipina yang akan dapat dukungan penuh dari penonton. “Semua harus dianggap kuat, jadi tidak boleh lengah sama sekali,” ucapnya.

“Persiapan kami sudah 100 persen. Tinggal inbox, bagaimana kami menguatkan mental dan hati masing-masing karena kendala pasti ada. Tapi, kami sudah siap (berlaga di SEA Games). Kalau untuk masalah teknis, kami menyerahkan sepenuhnya ke pelatih, sedangkan kami lebih ke team work-nya,” ujar Wilda.

Salah satu pemain timnas putra, Nizar Zulfikar, membenarkan kesiapan timnya. “Myanmar dan Thailand adalah tim yang matang karena komposisi pemain mereka sudah jadi sebelum SEA Games. Terbiasa main bersama dan dari segi umur, juga lebih dewasa hingga matang di lapangan,” ia menuturkan.*

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news