news
LIGA INGGRIS
Lampard Ungkap Kelemahan Chelsea melawan Tim-tim Besar Liga Primer
25 November 2019 14:56 WIB
berita
Gelandang serang Chelsea, Mason Mount (kanan) menutup wajahnya dengan tangan karena kecewa timnya kalah dari Man. City di Etihad, akhir pekan lalu./AFP
MANCHESTER – Chelsea FC harus kecewa karena gagal melanjutkan tren positif di Liga Primer 2019/20. Rentetan kemenangan beruntun yang dibukukan Mason Mount dan kawan-kawan terhenti di Stadion Etihad, Sabtu (23/11) malam. The Blues dipaksa menyerah 1-2 oleh tuan rumah Manchester City FC dalam laga pekan ke-13 tersebut.

Chelsea tampil agresif sejak menit awal. Bahkan mampu lebih dulu unggul pada menit ke-21 lewat gol gelandang N’Golo Kante. Namun setelah itu, fokus menjadi masalah bagi pasukan Frank Lampard. Terbukti, Man. City langsung mampu membalikkan keadaan sebelum turun minum melalui aksi Kevin De Bruyne dan Riyad Mahrez.




Baca Juga :
- Siaran Langsung Liga Primer Mola TV: Chelsea vs Liverpool Malam Ini Pukul 22.30 WIB
- Jadwal Liga Inggris Hari Ini, Minggu 20 September


Bagi Lampard, ini catatan tersendiri. Meskipun menuai pujian berkat sepak bola agresif yang diperlihatkan Chelsea dengan skuat mudanya, pelatih 41 tahun itu selalu kesulitan menghadapi tim-time elite Liga Primer (The Big Six). Selain Man. City, The Blues telah bertemu Liverpool FC dan Manchester United FC (MU) musim ini.

Hasilnya pun sama. Chelsea menyerah 1-2 dari The Reds di Stadion Stamford Bridge, September lalu. Mereka juga dibungkam 0-4 oleh MU sebelum sebelum kekalahan dari tim asuhan Juergen Klopp tersebut. Padahal dalam lawatan ke Etihad, The Blues secara mengejutkan mampu dominan dalam penguasaan bola atas Man. City.


Baca Juga :
- Dijuluki “Turbo Timo” oleh Fan Chelsea dan Pengakuan Timo Werner yang Biasa Disawer sang Ayah Setiap Cetak Gol
- Lama Tidak Terdengar, Fernando Torres Bikin Gym Sendiri dan Berlatih Tinju


“Anda mungkin bisa melihat bahwa itu (menguasai lebih banyak bola) bukan hal yang signifikan. Masalah yang lebih krusial adalah bagaimana bisa bermain efektif dan memaksimalkan setiap peluang yang didapat, terutama saat Anda bertemu tim seperti Man. City. Itu yang gagal kami lakukan,” kata Lampard.        

Kekalahan ini pun membuat Chelsea turun satu peringkat ke posisi keempat klasemen. Namun The Blues masih berpeluang mengejar ketertinggalan dua poin dari Man. City serta tiga angka dari Leicester City FC yang menempati posisi ketiga dan kedua. Sementara jarak dengan pemuncak sementara, Liverpool, kian jauh, yakni 11 poin.

Kendati belum mampu membukukan kemenangan melawan The Big Six, Lampard meyakini hal itu hanya masalah waktu. “Ini hanya masalah memaksimalkan momen ketika kami telah berada di area pertahanan lawan. Kami harus mampu lebih efisien dan klinis. Itu yang membedakan kami dengan Liverpool dan Man. City,” ujar Lampard.

Hasil negatif di Manchester tidak sepenuhnya mengecewakan bagi gelandang legendaris Inggris tersebut. Lampard percaya jika skuat mudanya akan terus memangkas gap dengan tim-tim seperti The Citizens dan Liverpool dalam hal konsistensi permainan. Ia optimistis setelah melihat progres yang ditunjukkan The Blues sepanjang musim ini.

“Ya, saya merasa kualitas performa tim terus membaik meski hasil akhirnya tidak selalu sesuai harapan,” ucap Lampard. “Saya pikir kami telah memangkas jarak dengan tim-tim yang telah mampu tampil stabil. Namun hal yang terpenting adalah melanjutkannya dan berusaha memperbaiknyanya laga demi laga.*

Dalam Angka

55 – Total persentase kemenangan yang ditorehkan Chelsea sejak dilatih Frank Lampard. Dalam 20 pertandingan di semua kompetisi, juru taktik asal Inggris tersebut mempersembahkan 11 kemenangan. Sisanya, empat kali imbang dan lima kali kalah.       

 

 

I
Penulis
I Gede Ardy E