news
LIGA 1
Menelisik Keputusan Penalti Arema ke Persija Lewat Kacamata Tavares, Seslija, dan Wasit
25 November 2019 11:23 WIB
berita
Potongan Video Arema vs Persija di Stadion Kanjuruhan - TopSkor/Youtube Liga 1 Match
MALANG – Kacamata menjadi benda menarik dalama laga Arema FC melawan Persija, yang berakhi imbang 1-1, Sabtu (23/11). Dalam laga pekan ke-28 Liga 1 2019 di Stadion Kanjuruhan, Malang tersebut, tuan rumah diuntungkan wasit Ikhsan Prasetya Jati, yang memberikan hukuman penalti kepada Persija.

Kemenangan Macan Kemayoran pun sirna, sebab penalti yang dieksekusi Makan Konate tersebut tak mampu dibendung Shahar Ginanjar, kiper Persija. Sejatinya Arema juga mendapat hukuman penalti, yakni pada menit ke-44, tetapi eksekusi Marko Simic, striker Persija, berhasil dimentahkan Kartika Ajie, kiper Arema.




Baca Juga :
- Marko Simic Sumbang Rp 100 Juta untuk Menanggulangi Virus Corona di Indonesia
- Wawancara Eksklusif Sandi Sute: Saya Pilih Investasi Tanah untuk Masa Depan Anak dan Istri


“Hari ini (Sabtu, 23 November) kami harus bermain menghadapi 12 pemain," ujar Edson Tavares, pelatih Persija. Yang dimaksud pemain ke-12 adalah wasit. Salah satu acuannya, penalti Arema berawal dari hand ball gaib. Padahal, wasit Ikhsan berada di dekat lokasi kejadian perkara.

Berdasarkan video rekaman ulang resmi Liga 1 2019, yang diputar TopSkor berulang-ulang, tak tampak hand ball. Bola hanya mengenai paha Sandi Darma Sute yang kemudian mengenai pinggang Ryuji Utomo Prabowo. Sudah begitu, posisi Ryuji juga di laur kotak penalti, tepatnya di garis luar.


Baca Juga :
- Dutra: Saya Tidak Pulang ke Brasil, Rumah Saya di Indonesia
- Ronaldo Tidak Mau Bertukar Kaus dengan Kiper yang Menepis Tendangan Penaltinya


Sedangkan hukuman penalti untuk Arema tak bisa diperdebatkan. Pasalnya, pemain Arema Agil Munawar, juga berdasarkan rekaman video resmi Liga 1 2019, terlihat melanggar Riko Simanjuntak di kotak penalti. Agil mencoba mengadang laju Riko, namun kakinya bukan membuang bola, melainkan menendang dengkul.

Pelatih Arema Milomir Seslija, yang dikonfrontasi dengan keluhan Tavares, menyebut lawannya tidak profesional. “Kenapa harus salahkan wasit? Pintar sekali dia dari jarak jauh di bench Persija, bisa melihat jelas itu bukan hand ball. Dia (Tavares) terlalu tua untuk melihat jelas. Dia harus ganti kacamata baru,” kata Seslija.

Pelatih asal Bosnia dan Herzegovina itu menambahkan, tak hanya Persija yang dirugikan wasit, melainkan juga Singo Edan. “Wasit juga membuat keputusan-keputusan yang merugikan kami, tapi kami tidak mengeluhkannya. Jika pelatih lawan ingin jadi wasit, biarkan dia jadi wasit,” Milo menambahkan.

Karena kejadian ini, pihak Persija dan Arema berharap PSSI mengistirahatkan Ikhsan. Pasalnya, sering kali keributan antarpemain, yang disusul kericuhan suporter, salah satu penyebabnya karena wasit tidak jeli dalam memimpin pertandingan. “Kami sudah mengajukan protes,” kata Manajer Persija Ardhi Tjahjoko. 

Dalam “kacamata” wasit, tangan Ryuji memang tampak menyentuh bola. Pasalnya, wasit Ikhsan berada di belakang kejadian tersebut. Dari samping, yakni hakim garis, pun akan tampak menyentuh tangan Ryuji. Karenanya pula hakim garis mengangkat bendera. Namun, “kacamata” ini menunjukkan ketidak jelian.

Terlepas dari itu, hasil imbang ini sangat disayangkan pihak Persija. Sebab tuan rumah tak tampil dengan kekuatan terbaiknya. Ada enam pemain utama absen dan striker Sylvano Comvalius tidak bugar. Sedangkan Persija hanya ditinggal tiga pemain. Adapun gol pertama Persija dilesakkan Simic pada menit ke-76.*** Noval Luthfianto/Furqon Al Fauzi 

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news