news
LIGA 1
Demotivasi, Sebab Tira Persikabo dan PSM Melempem pada Putaran Kedua Liga 1
20 November 2019 11:33 WIB
berita
Pelatih Tira Persikabo Rahmad Darmawan - TopSkor/Ady Sesotya
JAKARTA – Performa Tira Persikabo sangat kontras. Sempat menjadi pemuncak klasemen liga 1 2019 pada pekan kedelapan hingga 13, lantas menjadi runner-up pada pekan ke-14 hingga 21, Tentara Padjadjaran, julukan Tira, kini terjerumus di peringkat kesembilan, dengan 38 poin. Seperti ada demotivasi dari para pemain.

Penampilan buruk itu bermula dari pertandingan pekan ke-14, setelah ditaklukkan Bali United dalam laga kandang. Ini kekalahan perdana setelah tak pernah kalah dalam 13 pertandingan beruntun. Setelah laga itu tim asuhan Rahmad Darmawan itu sejatinya sempat menaklukkan PS Sleman, juga dalam laga kandang.




Baca Juga :
- Pantang Menyerah, Gian Zola Bertekad Kembali Masuk Starter
- Wander Luiz Jadi Pemain Terbaik Liga 1 Bulan Maret Versi Mobil


Namun, selepas itu penampilan Manahati Lestusen dan kawan-kawan terus melorot. Sudah 12 pertandingan berlalu, belum ada kemenangan yang dibukukan. Dalam 12 laga tersebut, Tira hanya meraih enam kemenangan dan enam kekalahan. Situasi ini membuat isu berkembang dengan liar.

Berkaca dari musim-musim sebelumnya, jika tim asuhan RD, sapaan Rahmad Darmawan, mengalami penurunan kualitas permainan setelah sempat garang, biasanya ada isu tunggakan gaji. Namun, perihal ini tak mengemuka. Tak ada pula tindakan dari pemain Tira, seperti dilakukan pemain Kalteng Putra, beberapa waktu lalu.


Baca Juga :
- Barito Putera Terpaksa Revisi Kontrak Pemain
- Patahkan Mitos Sial, Justru Angka 13 Jadi Berkah Bagi Bek Bali United Ini


RD pun tak ingin terlibat dengan pergerakan isu miring tersebut. Pelatih asal Metro, Lampung itu lebih memilih fokus membenahi kekurangan tim dan bangkit dalam tujuh pertandingan tersisa. Adapun lawan terdekat Tira adalah PSIS. Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion Pakansari, Jumat (22/11).

“Tim ini harus terus menunjukkan performa yang baik dan kami harus sangat waspada,” kata RD. “Hari ini (kemarin) kami berlatih dengan intensitas tinggi dengan durasi waktu yang dikurangi. Saya berharap pemahaman pemain tentang skema permainan dapat semakin baik,” ia menambahkan, kemarin.

Adapun penampilan PS Makassar (PSM) menurun tajam setelah meraih gelar Piala Indonesia 2018/19 dan memastikan diri mewakili Indonesia dalam ajang Piala AFC 2020. Segenap pemain Juku Eja, julukan PSM, seperti demotivasi atau mengalami penurunan motivasi dalam mengarungi kompetisi.

Hal demotivasi ini sangat masuk akal, mengingat gelar juara hampir mustahil digapai. Pada saat bersamaan, tim asuhan Darije Kalezic ini juga tak bakal terdegradasi. Dengan kata lain, Muhammad Rachmat dan kawan-kawan hanya ingin memastikan tak kalah di kandang dan menempati posisi papan tengah.

Masalah utama PSM musim ini adalah tak pernah menang saat tandang. Dari 13 kesempatan, PSM hanya meraih tiga hasil imbang sisanya tumbang. Hal ini kontras saat tampil di Stadion Andi Mattalatta, Mattoanging. Musim ini, hanya dua kali tim yang telah berusia 104 tahun ini takluk.

Akhir pekan ini, tepatnya Sabtu (23/11), keangkeran Mattoangin akan diuji pemuncak klasemen sementara Liga 1 2019, Bali United. Setelah dipastikan Willem Jan Pluim dipastikan absen hingga akhir musim karena cedera, giliran Aaron Evans dan Mark Klock absen saat menjamu Bali, karena akumulasi kartu.

Namun demikian, Kalezic tak terlalu risau. Malahan, pria asal Swiss tersebut, mulai menyiapkan komposisi tim untuk musim selanjutnya. Itu ia tandai dengan memberi kesempatan tampil pemain-pemain muda. “Yang jelas, kami akan tetap berjuang hingga akhir musim,” kata Kalezic.***

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news