news
LIGA INTERNASIONAL
Prancis Bisa Terlempar dari Unggulan Atas
19 November 2019 13:15 WIB
berita
Penyerang timnas Prancis Antoine Griezmann meluapkan ekspresi setelah mencetak gol kedua timnya ke gawang Albania pada laga terakhir Grup H kualifikasi Piala Eropa 2020 yang dimenangi Prancis, 2-0, Minggu (17/11).
TIRANA - Keberhasilan menang di kandang Albania, 2-0, Minggu (17/11) malam, memastikan tim nasional Prancis keluar sebagai juara Grup H kualifikasi Piala Eropa 2020. Gol-gol Les Bleus pada pertandingan di Arena Combetare tersebut dibuat oleh Corentin Tolisso pada menit ke-8 dan Antoine Griezmann di menit ke-31. Tambahan tiga angka membuat Prancis mengoleksi 25 poin dari 10 laga, unggul dua poin atas tim peringkat kedua klasemen akhir Grup H, Turki.

Terlepas dari keberhasilan keluar sebagai juara Grup H, Prancis belum mendapatkan kepastian bakal masuk Pot 1 atau tim-tim unggulan dalam undian putaran final Piala Eropa 2020 nanti. Pasalnya, hanya enam tim juara grup dengan nilai terbaik di babak kualifikasi yang masuk ke dalam Pot 1.




Baca Juga :
- Seru! Inilah Bintang-bintang yang Bakal Meramaikan El Clasico
- Griezmann Marah karena Tulisan Rasisme yang Mengibaratkan Ansu Fati seperti Pedagang yang Dikejar-kejar Polisi


Sejauh ini, Prancis masih menempati peringkat kelima di bawah Inggris, Belgia, Italia, dan Ukraina. Tapi, Les Bleus masih mungkin digeser keluar dari posisi enam besar oleh Jerman dan Spanyol yang masih menyisakan satu pertandingan di grup mereka masing-masing. Artinya, salah satu dari ketiga negara itu tidak akan masuk Pot 1.

“Kami tidak melakukan yang lebih baik daripada keluar sebagai juara grup. Tapi, kami mungkin butuh lebih banyak poin untuk masuk ke dalam Pot 1 dalam undian putaran final. Tapi, kriteria yang dipakai telah berubah. Sejumlah tim besar mungkin juga masuk Pot 3 atau 4. Meski begitu, kami telah melakukan apa yang ingin kami lakukan dan mendapatkan apa yang layak kami dapatkan,” ujar Didier Deschamps, pelatih Prancis.


Baca Juga :
- Kontribusi Gol Suarez di Atletico Madrid Lebih Baik daripada Antoine Griezmann, Diego Forlan, dan Radamel Falcao
- Lawan Getafe, Koeman Memberikan Peran False 9 kepada Antoine Griezmann, Hasilnya Tetap Mengecewakan


Kemenangan atas Albania juga menyempurnakan momen istimewa Didier Deschamps yang melakoni laga ke-100 sebagai pelatih timnas Prancis. Dia memenangi 65 laga di antaranya atau 65 persen. Rekor ini hanya kalah dari Jacques Santini yang menorehkan 78,6 persen kemenangan sebagai pelatih Les Bleus antara 2002 dan 2004.

Deschamps diangkat sebagai pelatih timnas Prancis pada Juli 2012 dan sudah hampir tujuh setengah tahun menduduki posisinya, tepatnya 2.689 hari. Pria 51 tahun ini harus bertahan selama lebih dari setahun lagi (tepatnya 441 hari) untuk menyamai rekor Michel Hidalgo sebagai pelatih yang terlama menangani Les Bleus (3.130 hari) antara Januari 1976 dan Juli 1984).

“Laga ke-100 saya sebagai pelatih? Saya punya banyak testimoni dari staf teknis, presiden (federasi), para pemain. Semua itu menghangatkan hari saya karena sangat bergantung pada para pemain. Ini kebanggaan pribadi, tapi saya lebih bangga melihat yang dilakukan pemain. Mereka punya semangat dan juga kualitas,” kata Deschamps.

Griezmann menjadi bintang pertandingan ke-100 Deschamps dengan mencetak satu gol dan satu assist. Gol yang dibukukan pada menit ke-31 itu menyudahi paceklik gol yang sempat dialam bintang FC Barcelona itu dalam tujuh laga beruntun bersama Les Bleus atau 708 menit. Sebelumnya, Grizzy mencetak gol terakhirnya buat Prancis dalam laga persahabatan lawan Bolivia pada 2 Juni silam.

Itu juga gol ke-30 yang dibuat Griezmann dalam 78 laga bersama timnas Prancis sejak debutnya pada 5 Maret 2014. Catatan ini membuatnya sejajar dengan dua legenda, Just Fontaine dan Jean-Pierre Papin, di urutan keenam daftar top scorer Les Bleus sepanjang masa. Hanya Thierry Henry (51 gol), Michel Platini (41), Olivier Giroud (39), David Trezeguet (34), dan Zinedine Zidane (31) yang mencetak lebih banyak gol.

“Saya sangat senang dengan kemenangan ini. Kami tahu laga ini akan sulit, terutama setelah kami melihat kondisi lapangan Sabtu lalu,” kata Griezmann. “Kini, kami akan berlaga di Piala Eropa 2020 dan berusaha memenanginya. Kami kurang bagus dalam serangan pada laga sebelumnya (lawan Moldova, Kamis lalu). Tapi, kali ini berbeda.”

Aksi impresif Griezmann dalam pertandingan ini jadi jawaban atas keraguan terhadap dirinya yang sempat mencuat belakangan ini. Maklum, pemain 28 tahun itu mengalami kesulitan bersama Barcelona musim ini dengan hanya mencetak empat gol dalam 15 laga di seluruh kompetisi.*RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

 

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho