news
UMUM
Luis Milla Hanya Tinggal Meneruskan Saja
18 November 2019 17:38 WIB
berita
JAKARTA - Siapa pelatih yang bakal ditunjuk untuk menukangi timnas Indonesia menggantikan Simon McMenemy masih tanda tanya. Dua kandidat kuat adalah pelatih asal Korea Selatan Shin Tae-yong dan Luis Milla Aspas dari Spanyol.

Jadi, siapa pelatih yang tepat untuk menduduki bangku pelatih timnas Indonesia? Tak dimungkiri, pencinta sepak bola Indonesia masih menanti kedatangan Luis Milla. Hal itu terekam dalam beberapa pertandingan timnas Indonesia U-19 pada Pra-Piala Asia U-19 yang digelar di Stadion Madya, Senayan, awal November lalu. Pada event yang disaksikan secara langsung oleh Ketua Umum PSSI Komjen Pol. Mochamad Iriawan tu, para pendukung skuat Garuda dengan kompak meneriakkan nama pelatih asal Spanyol tersebut.




Baca Juga :
- RD Melihat Sisi Positif Penundaan Liga 1 dan Rencana soal Pemain
- Psikologis Pemain PSS Terganggu, Manajer Tim “Diburu”


Keuntungan apabila timnas Indonesia dipimpin oleh Luis Milla adalah dia sudah mengetahui kultur sepak bola Indonesia. Ini tidak lain karena pria 53 tahun itu memiliki pengalaman melatih timnas Indonesia 2017-2018 lalu.

Luis Milla terbukti sukses meningkatkan level permainan timnas dengan memaksimalkan materi dan potensi pemain yang ada. Warisannya kepada sepak bola Indonesia juga cukup banyak, mulai sistem terintegrasi dari tim kepelatihan timnas junior hingga senior, serta peninggalan berharganya yaitu ikut merumuskan kurikulum sepak bola Indonesia (Filanesia)


Baca Juga :
- Angkat Besi: Triyatno Kalah dari Dua Juniornya, PB PABSI Lakukan Evaluasi Besar-besaran
- PSMS Mengeluarkan Hampir Rp700 juta untuk Satu Bulan Operasional: Kalau Dibilang Rugi Ya Rugi!


Bahkan kini persoalan gaji yang disebut menjadi kendala untuk mendatangkan Milla sudah tidak ada masalah. “Tak ada masalah, kami lihat ada di tabulasi. Namun demikian publik kan melihat Milla terakhir lawan UEA itu bagus, dramatis sekali,” ucap Iwan Bule, sapaan Iriawan.

Sementara, kandidat lain yaitu Shin Tae-yong semasa karier kepelatihannya pernah menukangi klub Korsel Seongnam FC, timnas Korsel U-23, dan timnas Korsel. Dari tiga tim tersebut, Shin berhasil mencatatkan 55 kemenangan, 30 hasil seri, dan 55 kekalahan dari 140 pertandingan.

“Dari suasana batin dari pengurus PSSI, saya melihatnya yang terpilih adalah Shin Tae-yong. Kalau saya menjadi Pak Iwan Bule saya tidak ingin memberikan pilihan, sudah langsung putuskan saja segera dikontrak. Jadi jangan sampai kejadian seperti sekarang, Simon McMenemy yang sudah dipecat juga diminta menukangi timnas Indonesia melawan Malaysia," ucap Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali.

Sementara, pengamat sepak bola Indonesia Supriyono Prima menilai kedua pelatih memiliki prestasi yang bagus dalam sejarah karier masing-masing. “Kalau Luis Milla dia tidak perlu banyak beradaptasi ya, kalau Shin Tae-yong mungkin walaupun sama-sama di Asia tapi dia harus adaptasi lagi. Tapi kalau Luis Milla hanya tinggal meneruskan saja,” kata Supri.

“Tapi siapapun itu keduanya saya harap bisa mencatatkan prestasi. Karena kredibilitas negara itu bisa dilihat dari prestasi sepak bola juga, yang kemudian lebih penting lagi membawa level Indonesia sampai di level internasional. Maksudnya jangan Thailand terus yang menjadi raja ASEAN, tapi Indonesia. Dan yang terakhir potensi pemain muda jangan sampai dilupakan atau ditinggalkan,” Supri menambahkan.

PSSI dijadwalkan akan bertemu Shin Tae-yong di Malaysia pada Selasa (19/11) mendatang. Selain untuk memaparkan program dan negosiasi, Shin juga diminta untuk menganalisis kekurangan permainan timnas Indonesia versus Malaysia.

“Tanggal 18 (November) saya ke Malaysia, 19 pagi kami audisi atau mungkin assesment. Kami akan lihat pola mereka melatih timnas. Milla, kemungkinan menyusul, karena terakhir dia tidak bisa, dia bisanya ke Indonesia tanggal 22 atau tanggal 24. Saya sendiri ada di Singapura, sehingga kami akan ketemu di sana. Karena saya harus juga ke Filipina (SEA Games), saya harus bersama atlet ke sana untuk berikan spirit kepada mereka,” ujar Iwan Bule.***SUMARGO PANGESTU

R
Penulis
Rizki Haerullah