news
LIGA INTERNASIONAL
Saatnya Finlandia Bersenang-senang
18 November 2019 15:32 WIB
berita
Striker Teemu Pukki melancarkan alur serangan Finlandia.-Topskor.id/istimewa-
ATHENA – Tak ada beban, hanya euforia dan kebahagiaan. Tim nasional Finlandia akan menghadapi laga pamungkas Grup J Kualifikasi Piala Eropa 2020 di markas Yunani, Senin (18/11) malam atau Selasa dini hari WIB, dengan perasaan tenang. Pasalnya, tiket putaran final sudah berada dalam genggaman, pasukan Markku Kanerva kini hanya ingin menikmati permainan di lapangan.

Saatnya Finlandia bersenang-senang pasca memastikan partisipasi dalam turnamen besar untuk kali pertama dalam sejarah. Sejak berdiri pada 1907, tim berjuluk Huuhkajat itu sudah mengikuti 30 babak kualifikasi (Piala Dunia dan Piala Eropa) tanpa sekalipun sukses. Sekarang, penantian lebih dari 100 tahun akhirnya selesai, mereka bisa ikut bertarung di level elite.




Baca Juga :
- Italia Keluar Sebagai Juara eEuro 2020
- Latih Barcelona Tak Masuk Rencana Koeman


Kepastian hadir pada Jumat kemarin, ketika Teemu Pukki dan kawan-kawan sukses menghantam Liechtenstein 3-0 di Helsinki. Tambahan tiga poin sudah cukup bagi Finlandia untuk menyisihkan para rival untuk mendampingi Italia sebagai runner-up Grup J, dengan satu pertandingan tersisa. Pencapaian ini impresif bukan cuma karena faktor sejarah, tapi juga kemampuan mereka melangkahi tim kuat lain macam Yunani, Bosnia & Herzegovina, serta Armenia.

“Ketika peluang lolos kian terbuka, sempat ada ekspektasi tinggi dari suporter. Untungnya, para pemain mampu menghadapi tekanan dengan sangat baik dan mewujudkan mimpi kami semua. Saya sangat bangga,” kata pelatih Kanerva. “Saya juga ingin berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjuangan tim sejak hari pertama sampai sekarang. Apa yang kami lalui sangat indah.”


Baca Juga :
- Euro 2020 Batal Digelar, Koeman Jelaskan Soal Klausul ke Barcelona
- Presiden FIGC Minta Pagelaran Euro 2020 Ditinjau Ulang


Apapun hasil versus Yunani, Kanerva sudah mengalihkan perhatiannya kepada putaran final tahun depan. Mulai sekarang, dia akan mengevaluasi semua aspek demi membentuk tim yang kompetitif bertarung dengan para rival. Dari komposisi pemain sampai taktik di lapangan, segalanya perlu ditingkatkan lagi agar tak jadi bulan-bulanan di Piala Eropa 2020.

Pukki merupakan pemain terbaik Finlandia, mengoleksi sembilan gol dalam sembilan penampilan di fase kualifikasi. Tanpa ketajaman penyerang asal Norwich City FC itu, pasukan Kanerva belum tentu bisa lolos dari menuju putaran final. Dia dipastikan jadi andalan utama lini depan, tapi tim juga tidak boleh tergantung kepada pria 29 tahun tersebut. Kanerva perlu menemukan striker lain yang bisa jadi alternatif ketika Pukki kesulitan.

Kemudian, sang pelatih juga harus mengasah terus kekuatan pertahanan Finlandia. Semua boleh memuji Pukki, tapi kredit juga patut diberikan kepada para bek. Mereka mampu mencatat 6 clean sheet dalam 9 laga kualifikasi, kebobolan 8 gol saja. Faktanya, dalam 23 laga terakhir, pasukan Kanerva tak kebobolan 15 kali, cuma kemasukan 16. Jika ingin bersaing dengan tim-tim kuat, lini belakang bisa jadi kunci.”* Teguh Kurniawan dari berbagai sumber

 

Perkiraan skuat : 

YUNANI (4-2-3-1) : Vlachodimos; Bakakis, Hatzidiakos, Stafylidis, Giannoulis; Kourbelis, Galanopoulos;
Limnios, Bakasetas, Mantalos; Pavlidis;
Cadangan: Paschalakis, Koutris, Lampropoulos, Mavrias, Fetfatzidis, Donis, Masouras, Koulouris;
Pelatih: John Van’t Schip

FINLANDIA (4-4-2) : Hradecky; Raitala, Toivio, Arajuuri, Pirinen; Lod, Sparv, Kamara, Soiri; Pukki, Tuominen;
Cadangan: Joronen, Vaisanen, O’Shaughnessy, Kauko, Skrabb, Schuller, Karjalainen;
Pelatih: Marrku Kanerva

X
Penulis
Xaveria Yunita