news
TOP FEATURE FOOTBALL
Bobotoh Bergemuruh Menyambut Kemenangan Persib atas Arema
13 November 2019 14:10 WIB
berita
Aksi bobotoh dalam laga Persib vs Arema di Stadion Si Jalak Harupat/foto: TopSkor/Arief NK
DARI musim ke musim kompetisi Liga 1, buat bobotoh, hanya ada tiga laga yang tidak boleh ditinggalkan. Wajib nyetadion (menonton di stadion) membirukan stadion. Laga tersebut Persib Bandung vs Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan Arema FC. Laga yang menguras emosi para pendukung Maung Bandung.

Tapi musim ini, bobotoh hanya bisa menyaksikan langsung laga Pangeran Biru vs Singo Edan. Itu pun setelah tertunda lama lantaran pihak kepolisian tidak memberi izin laga yang berdekatan dengan pelantikan Presiden RI. Akhirnya Selasa (12/11)  big match dua kutub kekuatan sepak bola nasional itu bisa digelar.




Baca Juga :
- Gian Zola: Pertahankan Rapor Positif Persib walau Liga 1 Tanpa Penonton
- Ini! Empat Lapangan Pendamping di Kota Bandung yang Diminta FIFA Segera Menyerahkan Laporan untuk Disetujui


Bandung pun pecah. Euforia bobotoh beremuruh di Stadion Si Jalak Harupat tempat laga berlangsung. Jingkrak senang membahana. Apalagi Pangeran Biru tampil apik. Sepak bola menyerangnya menghapus dahaga bobotoh yang sudah lama tidak nyetadion, lewat tiga gol yang dilesakkan Kim Jeffrey Kurniawan, Omit Nazari, dan Frets Butuan.

"Alhamdulillah Persib vs Arema bisa digelar di Jalak Harupat. Setelah dua laga big match lainnya digelar di Bali. Ini momen yang kami tunggu-tunggu. Bandung makin indah karena Persib bisa mengalahkan Arema. Kami bisa tidur nyenyak," ucap Isnan, bobotoh Persib usai pertandingan.


Baca Juga :
- Faktor Epidemologis Patokan Ridwan Kamil Izinkan Bandung Jadi Tuan Rumah Liga 1
- I Made Wirawan Optimistis Mempertahankan Trend Positif Persib di Liga 1 Musim Ini


Main indah dan menang memang janji pelatih Robert Rene Alberts. Meski banyak pemain utama absen, mengalahkan Singo Edan tidak bisa ditawar lagi. Persib sedang on fire dan tren positifnya tidak ingin diputus oleh rivalnya. Apa pun kondisi terkini Pangeran Biru, prestasi terbaik harus dihamparkan.

"Laga ini dipenuhi suporter. Viking dan Bobotoh datang mendukung tim dengan  fantastis. Mereka tidak melihat hari kerja, dan tiket pun sold out. Makanya hasrat kami begitu  besar untuk memenangkan pertandingan. Karakter dan dedikasi sudah kami hamparkan untuk memenagi laga ini," kata Robert kepada wartawan.

Penting dan strategis bagi Maung Bandung untuk melangkahi Singo Edan. Selain laga big match dan ajang pembalasan kekalahan 1-5 saat Persib tampil di Malang, pemenang akan makin disegani di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. Peluang merangsek ke posisi lima besar pun terbuka lebar. Kesempatan ini yang tidak dilepaskan Supardi Nasir dan kawan-kawan.

Apalagi, Arema jadi pesaing serius Persib untuk posisi lima besar yang membuat pertemuan kedua tim terus memanas. Tak terkecuali di Jalak Harupat yang menjadi saksi keganasan Maung Bandung menciptakan prahara bagi rivalnya yang  tampil tidak nyaman di depan  ribuan bobotoh.

"Memang laga ini kurang ideal bagi kedua tim. Digelar saat FIFA match day yang memungkinkan pemain kunci kedua tim tidak bisa tampil. Tapi kami bisa membuktikan bangkit tanpa para pemain utama dan memenangkan pertandingan. Mesti tidak diperkuat pemain inti yang tengah membela timnas senior, U-23, dan U-19," Robert menuturkan.

Sayangnya pesta Persib agak sedikit ternoda. Oknum bobotoh menyulut flare dan smoke bomb seusai pertandingan. Hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Apalagi Maung Bandung menang besar tiga gol tanpa balas.

Ini membuat panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persib kembali terancam sanksi denda besar dari Komisi Disiplin PSSI. Apalagi ini kejadian yang terus berulang. Sulit dihilangkan meski panpel tidak pernah berhenti mengimbau bobotoh untuk tertib.*Dani Wihara

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id