news
LIGA ITALIA
Mancini Janjikan Permainan yang Sulit Ditebak
13 November 2019 12:42 WIB
FIRENZE - Roberto Mancini, salah satu yang memiliki permainan tidak biasa, berharap juga menjadi pelatih sama seperti yang diperlihatkan 30 tahun lalu: sulit ditebak. Filosofi itu akan terus diterapkan di tim nasional Italia.

Arsitek Gli Azzurri itu menginstruksikan agar tim bertahan dengan empat pemain dan membangun serangan dari barisan tengah, winger selalu maju, sedangkan pemain lain berpartisipasi untuk memadati area.  Pola itu akan ditampilkan dalam lawatan ke kandang Bosnia-Herzegovina, Jumat (8/11) dan dilanjutkan dengan menjamu Armenia, Senin (18/11), untuk kualifikasi Piala Eropa 2020.




Baca Juga :
- Pemikiran Out of The Box Mancini Selamatkan Italia
- Striker Muda MU Ini Kembali Tajam




“Jika semua orang tahu bagaimana kami bermain dan meniru permainan tim maka kami juga senang,” Mancini mengungkapkan. “Kami harap bisa menjadi seperti Garrincha, katanya dia selalu main di kanan tapi permainannya tetap tidak tertebak.”

Garrincha setelah memenangkan dua Piala Dunia, pada 1962 hampir sendirian karena Pele cedera, selalu menjadi inspirasi. Risikonya adalah para pelatih lawan akan menerapkan formasi sama. “Mereka kuat karena main seperti ini: kami akan mempelajari lawan. Kami juga harus mempertimbangkan solusi untuk selalu memberi penampilan lebih baik, sekarang semua tim mengenal semua, mempelajari semua tim dan di Piala Eropa kita akan melihat banyak variasi,” katanya.


Baca Juga :
- Prancis Meningkat dari Sisi Teknik
- Sterling Penyerang Terbaik Eropa saat Ini


Sulit bagi Mancini untuk melepaskan formasi permainan bertahan dengan empat pemain tapi akan terus mengubahnya dengan permainan sayap. Di lini depan, solusi dengan satu penyerang dan dua penyerang sayap murni (Federico Chiesa, Lorenzo Insigne, Stephan El Shaarawy). Federico Bernardeschi dan Nicolo  Zaniolo bisa membuat permainan Gli Azzurri  sulit diprediksi.

Mungkin variasi paling penting terdapat di barisan lapangan tengah, yang merupakan otak permainan tim. Di sana harus ada dialog, pergantian posisi dan peran yang harus sering diperbarui supaya tidak mudah dibaca.

Oleh karena itu, pelatih memanggil Gaetano Castrovilli untuk pertama kalinya. Gelandang ACF Fiorentina itu sedang berkibar namanya. “Ini merupakan impian setiap anak, bukan di mana titik kedatangan melainkan dari situ dapat bangkit dengan sangat antusias. Saya yakin dengan rekan-rekan. Ini adalah sebuah grup fantastis,” ucapnya.

Sementara itu, Mancini tidak mau memberikan beban berat kepada anak buahnya. Hanya saja, mereka dituntut serius dalam dua laga penutup kualifikasi grup. “Meski sudah menembus Euro, tapi kami harus memperbaiki penampilan dalam situasi tertentu. Ini adalah tes yang bagus untuk mencari kemenangan. Saya yakin Bosnia akan siap 200 persen. Kemudian ada Palermo, kami tidak mau mendapatkan kekecewaan, karena tidak ada kesempatan untuk bertatap muka dengan para pemain hingga Maret nanti.,” mantan pelatih FC Internazionle mengabarkan.

Kostum Baru

Gli Azzurri akan mengenakan kostum baru dalam duel lawan Bosnia. Jersey warna putih dengan corak unik dan kerah hitam ini didedikasikan untuk generasi baru.

Puma selaku produsen mengungkapkan bahwa kostum itu melambangkan pengaruh Italia dalam dunia sepak bola dan perannya yang berpengaruh terhadap budaya internasional.* Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news