news
LIGA INGGRIS
Bek Newcastle Lebih Tajam ketimbang Penyerang
11 November 2019 13:30 WIB
berita
Ciaran Clark (ketiga dari kiri) menjadi bek paling produktif Newcastle di Liga Primer musim ini dengan dua gol. Terakhir ia mencetaknya saat membungkam Bournemouth, 2-1, Sabtu (9/11) lalu.
NEWCASTLE - Hingga laga pekan ke-12 Liga Primer musim ini, barisan belakang Newcastle United FC terbukti lebih tajam ketimbang lini tengah dan depan. Pada pertandingan terakhir saat mengalahkan AFC Bournemouth yang bertandang ke St. James’ Park, 2-1, Sabtu (9/11), gol-gol kemenangan The Magpies kembali dibuat para pemain bertahan.

Newcastle tertinggal lebih dulu saat gelandang serang Bournemouth, Harry Wilson, mampu memaksimalkan kemelut di pertahanan The Magpies. Menjelang turun minum, tuan rumah bangkit lewat sundulan DeAndre Yedlin. Bek kanan, 26 tahun, itu “terbang” usai menyambar umpan silang dari Allan Saint-Maximin.




Baca Juga :
- Manchester United Kembali Kontak Agen Hakan Calhanoglu, Lihat Peluang Bawa Gelandang AC Milan Ini ke Old Trafford
- Siaran Langsung Liga Champions, SCTV: Rennes vs Chelsea, Rabu (25/11) Pukul 00.55 WIB


Usai istirahat, Ciaran Clark memastikan keunggulan untuk Newcastle. Bek berkebangsaan Republik Irlandia ini turut membantu serangan yang diawali tendangan bebas untuk mengecoh kiper Bournemouth, Aaron Ramsdale.

“Kemenangan ini sangat penting bagi pemain bertahan yang mencetak gol. Kami tahu betapa krusialnya bola-bola mati,” kata Steve Bruce, pelatih Newcastle.


Baca Juga :
- Faktor Benteng Anfield yang Kokoh Kunci Sukses Liverpool Merangkak Naik ke Papan Atas Klasemen
- Manchester City Tidak Jadi Datangkan Lionel Messi, Tutup Pintu Transfer, Ini Alasannya


Kini, tujuh dari 11 gol Newcastle di Liga Primer diciptakan lini pertahanan. Clark menjadi bek paling produktif dengan dua golnya. Sedangkan Yedlin, Federico Fernandez, Jetro Willems, Jamaal Lascelles, dan Fabian Schar masing-masing satu. Dari keenam pemain bertahan itu, empat di antaranya—Clark, Schar, Lascelles, dan Fernandez—berposisi natural bek tengah.     

“Ketika Anda memiliki tiga bek tengah turun bersamaan, itu sangat bagus jika mampu dimanfaatkan,” tutur Bruce.

Pernyataan Bruce beralasan. Ia salah satu dari hanya segelintir pelatih di Liga Primer yang menggunakan lima pemain di sektor pertahanan. Bukan berarti ia menerapkan strategi defensif. Tiga bek tengah dan dua bek sayap turut berperan membantu serangan.

Dari 12 pertandingan, sembilan laga di antaranya Bruce memakai skema 5-4-1. Termasuk, ketika menang 1-0 atas Manchester United FC pada 10 Oktober lalu. Gol tunggal Newcastle dibukukan gelandang bertahan Matthew Longstaff.

Terkait kontribusi barisan depan yang gagal merobek gawang lawan, Bruce enggan mempermasalahkan. Dalam duel melawan Bournemouth, Bruce menurunkan Joelinton Cassio sebagai ujung tombak sebagai starter dengan didukung sayap sekelas Allan Saint-Maximin.

Menjelang laga berakhir, Bruce menurunkan Andy Carroll (striker) untuk menggantikan Joelinton dan Christian Atsu (gelandang serang) yang menggantikan Saint-Maximin. Sejauh ini, baru Joelinton yang mampu membuat gol di Liga Primer. Itu pun hanya satu.  

“Mereka sudah melakukan segalanya, tapi memang tidak berhasil. Mereka sudah membuat beberapa peluang. Selama mereka terus berkontribusi, saya yakin (gol) akan tiba,” tutur Bruce.

Setelah ini, Liga Primer jeda dua pekan terkait agenda internasional. Newcastle punya dua laga sisa hingga akhir bulan ini dengan kembali pada 25 November mendatang untuk tandang ke markas Aston Villa FC dan menjamu Manchester City FC, lima hari berselang.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho