news
PIALA DUNIA
Gagal ke Piala Asia U-19 2020, Pelatih Thailand Bersikap Gentlemen
11 November 2019 06:15 WIB
berita
Pelatih Thailand U-19 Issara Sritaro - TopSkor/Thailand FA
JAKARTA – Issara Sritaro bersikap gentlemen. Seusai dibekap Malaysia U-19 dengan skor 0-1, Minggu (10/11), pelatih Thailand U-19 itu mengundurkan diri. Ia merasa gagal membuat Pasukan Gajah Perang Muda bersinar.

Tergabung di Grup G Pra Piala Asia U-19 2020, yang Cuma di huni Malaysia, Kamboja, Brunei Darussalam, dan Kepualaun Mariana Utara, Thailand menempati peringkat ketiga dengan poin enam.




Baca Juga :
- Selamatkan 430 Staf, Pemain & Pelatih Atletico Rela Potong Gaji
- Skuat Borneo FC Libur, Tetapi Tidak Pulang Kampung


Yang mengejutkan, Thailand takluk 1-2 dari Kamboja, Jumat (8/11). Adapun pertandingan babak kualifikasi Grup G ini berlangsung di Phonm Penh, ibu kota Kamboja.

Sebelum kekalahan dari Malaysia dan Kamboja, Thailand sempat membuat rekor. Mereka membantai Kepulauan Mariana dengan skor 21-0. Striker mereka Suphanat Mueanta dan Phadungkiat Artkirtkan sama-sama mengoleksi lima gol.


Baca Juga :
- Klub Liga 2 Ini Belum Juga Libur Latihan, Pemain Mulai Takut
- Antisipasi Tertular Covid-19,  Muba Babel United Tak Liburkan Pemain 


Bahkan, Mueanta tercacat menjadi top scorer sementara Pra Piala Asia U-19 2020 dengan koleksi delapan gol. Sedangkan Artkirtkan mengoleksi lima gol selama kejuaraan ini.

Ini bukan kegagalan pertama Sritaro. Sebelumnya, dalam ajang Piala AFF U-18 2019, pria 42 tahun itu juga dinilai gagal. Pasalnya, Thailand tak berhasil menembus babak semifinal, kalah dari Malaysia dan Australia.

“Pertama-tama, saya harus meminta maaf kepada semua penggemar sepak bola Thailand. Saya gagal memimpin tim ke tujuan yang ditetapkan federasi. Saya bertanggung jawab atas semua ini,’’ kata Sritaro, dilansir Thairath.

“Terima kasih untuk semua atlet. Terima kasih untuk semua klub yang bekerja sama dalam mengirim pemain ke tim nasional, juga untuk semua penggemar, baik yang mengikuti di rumah maupun mengikutinya di lapangan,” ucap Coach Har, sapaannya.

“Saya sepenuhnya salah. Saya berharap jangan salahkan atlet muda kita, karena saya percaya bahwa setiap orang akan bisa menjadi kekuatan utama tim nasional di masa depan. Semuanya, silakan arahkan ke saya sendiri,” ia menambahkan.*

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news