news
LIGA ITALIA
Penghina Balotelli Dilarang Masuk Stadion Hingga 2030
07 November 2019 12:50 WIB
berita
Striker Brescia, Mario Balotelli, mendapat dukungan setelah jadi korban rasialis.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Kasus perlakuan rasialis yang diterima Mario Balotelli dalam pertandingan Hellas Verona-Brescia Calcio, mendapat sorotan khalayak luas. Salah seorang ketua grup ultras Verona, Luca Castellini, yang menyebut striker Le Rondinele itu bukan sepenuhnya orang Italia dan berkomentar “kami juga memiliki pemain negro dalam tim”, akhirnya dijatuhi sanksi larangan masuk stadion hingga 2030 oleh klub. Sementara pengadilan olahraga belum memberi vonis hukuman untuknya.

I Mastini  menunjukkan itikad baik ingin menyelesaikan kasus tersebut dan memperlihatkan bahwa mereka tidak menolerir aksi pelecehan seperti itu. Sebenarnya mereka mengawali inisiatif ini sejak Agustus, dengan memberikan kamera kecil kepada steward untuk merekam tindakan suporter garis keras yang melewati batas. Ini dijadikan bukti laporan ke pihak keamanan. Sayangnya, sikap klub bertentangan dengan tindakan Dewan Kota Verona yang mengancam akan menempuh jalur hukum karena Balotelli dianggap mencemarkan nama baik kota itu.




Baca Juga :
- Andrea Pirlo Tutup Pintu bagi Luis Suarez: Mengurus Paspor Itu Lama
- Edin Dzeko Bingung, antara Main untuk Roma Malam Ini dan Harus Siap-Siap Tes Medis ke Juventus


Di tengah kisruh tersebut, dukungan mengalir deras kepada Super Mario. Salah satunya dari Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, yang mendorong penyerang berdarah Ghana itu ke tim nasional Italia. “Balotelli orang Italia, saya bersamanya seumur hidup. Dia telah menunjukkan memiliki sensitivitas lebih besar dibanding orang Italia lainnya. Partisipasi aktif Balotelli di timnas bisa jadi sebuah pesan istimewa kepada dunia yang berpikir bisa melemahkan lawan dengan tindakan seperti itu,” ujarnya.

Namun, ini hanya sebatas saran karena keputusan terakhir ada di tangan Roberto Mancini. Kabarnya hari ini dia akan rapat dengan stafnya untuk menentukan elemen tim untuk pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020 lawan Bosnia-Herzegovina (15 November) dan Armenia (18 November). Selama ini, performa Balotelli tidak cukup untuk meyakinkan arsitek Gli Azzurri tersebut. Apalagi belakangan ini bermunculan beberapa talenta muda dengan kemampuan menakjubkan.


Baca Juga :
- Jadwal Liga Italia Hari Ini, Sabtu 19 September
- Debut Dzeko bersama Juventus justru menghadapi Mantan Klubnya, AS Roma


Patron Brescia, Massimo Cellino, memberi dukungan dengan cara berbeda. “Saya akan jadi orang pertama yang memberi selamat ketika Balotelli kembali ke timnas, tapi dia mesti meyakinkan Mancini dengan prestasi di lapangan, bukannya warna kulit. Akan sangat  menghina baginya langkah itu (terpilih ke timnas karena berkulit gelap). Biarkan Mario tenang, cukup dengan politik,” dia menegaskan.

Sementara itu, pemain berkostum nomor 45 tersebut sudah mengklarifikasi. Dia menegaskan tidak mengritik Verona maupun Curva Verona. “Saya hanya mengecam beberapa orang bodoh atas apa yang dilakukan. Tentu saja bukan dua atau tiga orang saja karena saya mendengar (seruan rasialisme) dari lapangan. Sejujurnya: stadion Verona dan penggemar menurut saya masih simpatik dengan ejekannya. Tapi kalau kalian ingin menggangu seorang pemain, kalian bisa melakukan dengan berbagai cara, bukan seperti itu. Saya tidak mengatakan itu karena saya berbeda dari lainnya yang mendapatkan seuran serupa. Masalahnya, saya adalah orang Italia dan saya harus kembali ke timnas,” Balotelli menjelaskan.* Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita