news
LIGA 1
Pada 2018 Cetak 42 Gol, Kini Baru 22 Gol, Bisakah Simic Lampaui Rekor?
06 November 2019 11:33 WIB
berita
Striker Persija Marko Simic saat merayakan gol - TopSkor/Ady Sesotya
JAKARTA – Total ada 42 gol yang dilesakkan Marko Simic pada musim perdananya bersama Persija. Jumlah itu tercipta dalam ajang resmi kompetisi Liga 1 2018 dan Piala AFC 2018, termasuk laga uji coba sebelum kompetisi dan ajang pramusim seperti Piala Presiden 2018 dan Boost Sportfix 2018 di Malaysia.

Sedang musim ini, total gol yang dibukukan Simic baru 22. Striker Kroasia itu baru mengoleksi 16 gol dalam Liga 1 2019, sisanya terdiri dari lima gol dalam Piala Indonesia 2018/19, dan satu gol dalam babak kualifikasi Liga Champions Asia 2019. Jumlah ini terlihat kontras jika dibanding dengan musim sebelumnya.




Baca Juga :
- Musim Berakhir, Nasib Setien pun Selesai di Barca, Penggantinya Xavi Hernandez
- Solskjaer Butuh Satu Pemain Lagi untuk Rebut Trofi tapi Bukan Jadon Sancho


Namun, torehannya musim ini tak terlalu buruk. Bahkan, striker berusia 31 tahun ini berkesempatan melampaui torehannya musim lalu, dalam kompetisi. Saat ini Simic sudah melesakkan 16 gol atau terpaut dua gol lagi untuk menyamai catatannya musim lalu. Dengan 10 laga tersisa, hal tersebut sangat realistis tercipta.

Pertandingan melawan Semen Padang FC (SPFC) di Stadion Haji Agus Salim, Kamis (7/11), akan menjadi pembuktian ketajamannya. Apalagi, pada pertemuan pertama di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, 16 Oktober lalu, Persija takluk 1-2. Ketika itu Simic melesakkan satu gol lewat penalti.


Baca Juga :
- Legenda juga Manusia, Mike Tyson adalah Pacquiao Versi Kelas Berat tapi Punya Satu Kelemahan
- Pjanic Bisa Pakai Nomor Arthur di Barca tapi Pilihan Lain Banyak Tersedia, Terserah Saja!


Selama November ini, Persija akan melakoni tujuh pertandingan. Satu laga telah dilalui dengan kemenangan, di mana Simic menyumbang satu gol. Bila mengacu pada gol-gol sebelumnya, September dan Oktober menjadi bulan kelam, karena ia hanya mengoleksi dua gol. Karenanya November bisa menjadi bulan pelampiasan.

Ditambah lagi, ketajaman Simic sangat dibutuhkan untuk mengatrol posisi tim menjauh dari zona degradasi. Faktanya, setiap kali Simic mencetak gol, hasil positif menghampiri. Dari 13 pertandingan di mana Simic melesakkan gol, lima di antaranya berujung kemenangan, enam laga berakhir imbang, dan hanya dua kali takluk.

Bila Simic bisa menjaga ketajamannya, bukan tak mungkin ia melengkapi torehannya di Indonesia. Ia sudah mengantar Persija juara liga, menjadi juara dan top scorer Piala Presiden, tapi belum meraih sepatu emas kompetisi. Kiranya, musim ini adalah momentumnya menggapai gelar individu prestisius itu.

Apalagi, kiprah Simic di Indonesia sangat terbuka akan berakhir pada Desember nanti. Pasalnya, kontrak Simic akan berakhir pada Desember 2019 dan belum ada opsi perpanjangan kontrak. Sejatinya sempat ada pernyataan kontraknya akan diperpanjang hingga 2022, namun belum ada hitam di atas putih.

CEO Persija Ferry Paulus, membantah bahwa Persija akan melepas Simic. “Simic masih menjadi pemain penting Persija. Memang sampai saat ini belum ada pembicaraan detail terkait kontraknya. Kami akan berusaha mempertahankannya,” kata Ferry. Kapan kontrak baru disodorkan? Tak ada jawaban pasti.

Demi Keluarga

Sementara itu, menjelang laga melawan SPFC, ada isu kurang sedap yang mengiringi Persija. Pasalnya, ada perdebatan antara penyerang Persija Bambang Pamungkas dengan salah satu pentolan The Jakmania. Muaranya, pernyataan Bambang soal bermain demi keluarga, bukan demi Persija.

Sejatinya ucapan itu ia lontarkan pada 2017 lalu, namun kembali mencuat saat ini. Entah apa pemicunya, secara bersamaan pemain Persija memajang foto Bepe, sapaan Bambang Pamungkas, di akun media sosial mereka. Lantas, muncul pula tanda pagar Save Bepe di media sosial Twitter.*** Furqon Al Fauzi

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.