news
LIGA CHAMPIONS
Membedah Gaya Conte dan Favre
05 November 2019 15:05 WIB
berita
Pelatih FC Internazionale, Antonio Conte, berhasil memaksimalkan talenta Romelu Lukaku.-Topskor.id/istimewa-
DORTMUND – Ada poin vital yang diperebutkan FC Internazionale dan BVB Dortmund dalam duel di Signal Iduna Park, Selasa (5/11) atau Rabu dini hari WIB. Pertandingan ini sangat krusial untuk menentukan langkah kedua tim lolos dari persaingan Grup F Liga Champions. Tak boleh ada kesalahan sekecil apapun di lapangan, terutama dalam pendekatan taktik.

Setelah bertarung di Stadio Giuseppe Meazza, dua pekan lalu, pelatih Inter Antonio Conte paham betul betapa berbahaya ancaman Dortmund. Tim asuhannya menang 2-0, namun itu dicapai lewat perjuangan keras. Sebelum Antonio Candreva mencetak gol penentu di menit-menit akhir, permainan tampak seimbang, dengan kedua tim sama-sama menciptakan peluang emas.




Baca Juga :
- Houssem Aouar Mau Gabung Arsenal, Gelandang Kreatif Ini Cocok Gantikan Peran Mesut Ozil
- Jadwal Liga Italia Hari Ini, Sabtu 26 September dan Minggu 27 September Dini Hari WIB


Kini, tantangannya lebih berat karena Dortmund bakal mendapat dukungan penuh dari publik Iduna. Conte harus bisa menerapkan strategi tepat agar bisa menahan gempuran tuan rumah, yang dipastikan main menyerang sejak menit pertama. Kata kuncinya adalah soliditas dan disiplin, tak membiarkan apapun merusak konsentrasi.

Meski dilanda kelelahan akibat jadwal padat, Conte akan menurunkan pasukan terbaik dan paling berpengalaman miliknya. Samir Handanovic di bawah mistar, dilindungi trio bek Diego Godin, Stefan De Vrij, dan Milan Skriniar. Godin adalah kepingan utama, mengingat kepemimpinan dan jam terbangnya menghadapi laga level elite. Kapten tim nasional Uruguay itu diistirahatkan dalam kemenangan 2-1 di markas Bologna FC, akhir pekan kemarin, dipastikan segar saat menghadapi Dortmund.


Baca Juga :
- Boateng Mengecat Rambutnya Jadi Ungu karena Kalah Taruhan di Final Liga Champions
- Resmi! Cagliari Umumkan Diego Godin sebagai Pemain Baru


Namun, yang tak kalah penting adalah lini tengah, tempat di mana pertandingan ditentukan. Di sektor ini, Conte sangat mengandalkan kekompakkan trio gelandang sentral. Pada porosnya, ada Marcelo Brozovic, yang piawai mengalirkan bola dan mengatur tempo. Keberadaan pria asal Kroasia itu membebaskan Nicolo Barella dan Roberto Gagliardini untuk bermanuver ke area lawan, menciptakan peluang atau melepaskan tembakan. Jika tak menguasai bola, Brozo juga kuat dalam memutus serangan lawan.

Permainan Inter semakin lengkap dengan sepasang wingback pekerja keras. Inilah ciri khas tim Conte di manapun dia melatih. Memaksimalkan lebar lapangan untuk mencari celah, kemudian melepaskan umpan akurat ke kotak penalti. Peran ini dijalankan apik oleh Antonio Candreva (kanan) dan Kwadwo Asamoah (kiri), dua pemain yang sudah dikenal Conte sejak lama. Selain punya kecenderungan menusuk ke depan, Candreva dan Asamoah juga dituntut memiliki stamina tinggi untuk bertahan saat kehilangan bola.

Jika menemukan irama terbaik, duo wingback Inter akan sangat merepotkan. Namun, mereka juga rentan diekspolitasi oleh sayap lawan saat terlalu asyik menyerang. Hal ini patut diwaspadai saat menghadapi Dortmund. Pasukan Lucien Favre adalah spesialis counter attack, sabar menanti kesalahan musuh dan menghukum mereka dengan cepat. Dalam kondisi ini, senjatan andalan Dortmund adalah trio gelandang serang Jadon Sancho, Marco Reus, dan Thorgan Hazard, yang bisa saling berganti posisi di belakang striker utama.

Mengingat Candreva lebih kuat menyerang dari pada bertahan, areanya bakal jadi sasaran para pemain Dortmund. Kecepatan Sancho atau kecerdikan Hazard dalam mengolah bola bisa jadi ancaman besar. Ini alasannya mengapa Conte menempatkan Godin sebagai bek tengah kanan, menutup ruang yang kerap ditinggal Candreva. Brozovic juga bisa jadi benteng pertama sebelum lawan mencapai lini pertahanan.

Seperti pertandingan sebelumnya, Inter dan Dortmund bakal menampilkan duel seimbang. Materi skuat dan taktik memiliki kekuatan-kelemahan masing-masing, tergantung bagaimana eksekusi di lapangan. Inter akan tetap melakukan pressing ketat, tapi kali ini akan lebih hati-hati terhadap ancaman lawan. Sementara Dortmund ingin membalas kekalahan di Meazza, tampil lebih ofensif dan lugas. “Kami tidak mau pulang dari Jerman membawa penyesalan,” ujar Conte.***

X
Penulis
Xaveria Yunita