news
ONE CHAMPIONSHIP
Stefer Rahardian Nikmati Peran Baru Sebagai Pelatih Timnas
04 November 2019 11:51 WIB
berita
Stefer "The Lion" Rahardian kini menatap tantangan baru
JAKARTA - Setelah memetik sebuah kemenangan penting di Jakarta, Stefer "The Lion" Rahardian kini menatap tantangan baru dalam upayanya menjadi seorang juara dunia baru dari tanah air. 

Setelah mengalahkan Adrian "Papua Badboy" Mattheis dalam ajang ONE: DAWN OF VALOR di Istora Senayan Jakarta, Stefer kembali ke jalur kemenangan untuk menutup rangkaian minor dalam laga sebelumnya dan ia pun tengah bersiap menghadapi lawan selanjutnya di panggung ONE Championship. 




Baca Juga :
- Petarung Rudy Agustian Keranjingan Main PS 5
- Tiga Laga Panas di Thailand Tandai Kembalinya ONE Championship


Lewat kemampuan ground yang ciamik, atlet berusia 32 tahun tersebut mendominasi Adrian melalui rangkaian teknik takedown selama tiga ronde, untuk mendapatkan kemenangan angka mutlak.

Di sela persiapannya menghadapi tantangan selanjutnya, Stefer pun kini tengah menikmati sebuah tugas baru sebagai seorang pelatih tim nasional seni bela diri campuran Indonesia yang akan berlaga di kejuaraan internasional dalam waktu dekat.


Baca Juga :
- Mengenal Perbedaan Martial Arts Self Defense Versus Martial Arts Combat Sport
- Kota Solo Segera Miliki Sasana Terbesar di Indonesia untuk Martial Arts


“Sekarang saya juga membantu tim nasional MMA Indonesia yang akan bertanding di turnamen MMA amatir di Bahrain,” ungkap Stefer. 

Membantu rekan setim untuk mempersiapkan laga mereka tentu bukan sesuatu yang aneh bagi Stefer. Di Bali MMA tempatnya berlatih, ia sudah sering membantu rekan setim dalam persiapan laga mereka.

Namun mengemban tugas untuk melatih mereka yang berjuang membawa nama bangsa tentu menjadi sebuah tantangan serta kebanggan tersendiri bagi Stefer.

Stefer mengungkapkan bahwa seorang pelatih maupun mitra latihan berperang sebagai pembuka jalan bagi atlet untuk mengembangkan diri mereka sendiri. Sehingga, pengaruh terbesar dari perkembangan seorang atlet adalah dari tekad mereka sendiri.  

“Tugas saya adalah untuk menjadi partner grappling, sparring MMA dan memberi masukan ke mereka. Seorang pelatih kan enggak mungkin dapat mengurus semua orang secara detail dalam satu tempat,” ungkap atlet yang lahir dan besar di Jakarta ini. 

“Jadi kita para atlet juga saling membantu, seperti Gianni Subba sering bantuin saya, dia kasih masukan, saran serta game plan, dibantuin pad works. Aiman juga [membantu saya] seperti itu,” tambahnya. 

Stefer merupakan salah satu atlet paling berbakat yang kini berlaga di Indonesia. Ia mencuri perhatian ketika menjuarai Turnamen ONE Flyweight dengan mengalahkan dua lawan dalam satu malam. 

Catatan apik tersebut berlanjut saat ia mencatatkan Sembilan kemenangan beruntun yang hampir membawanya menjadi seorang penantang gelar.*

news
Penulis
Suryansyah