news
LIGA SPANYOL
Masalah Madrid Setelah Ditinggal Ronaldo Belum Selesai
04 November 2019 12:18 WIB
berita
Penyerang Madrid, Karim Benzema bersimpuh di depan gawang Betis setelah gagal memaksimalkan kesempatan mencetak gol, Sabtu (2/11). – Topskor/Ist
MADRID – Hanya selang tiga hari, kegarangan Real Madrid sirna begitu saja. Tengah pekan lalu mereka bisa berpesta gol, menang 5-0 menjamu CD Leganes (30/10). Tapi pada duel teranyar di jornada ke-12 LaLiga 2019/20 tim kembali mengalami kebuntuan, seri tanpa gol menjamu Real Betis, Sabtu (2/11) atau Minggu dini hari WIB.

Memainkan laga kedua beruntun di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid kali ini kesulitan memecah kebuntuan. Upaya terus dilakukan dengan dominasi penguasaan mencapai 64 persen dan menciptakan 22 tembakan, yang tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Namun Joel Robles di bawah mistar Betis terus jadi momok tersendiri.




Baca Juga :
- Sergio Ramos Lagi yang Menjadi Penentu, Madrid Menang 3-2 atas Betis
- Karim Benzema Punya Tradisi Gol Bagus lawan Real Betis, Malam Ini Bisa Bungkam Isu Krisis Gol


Dengan demikian, Los Merengues –julukan Madrid– kini telah merasakan empat pertandingan tanpa bisa menciptakan gol. Tak ayal rapor itu membuat 2019/20 menjadi edisi paling tumpul bagi mereka. Sebab musim ini belum berjalan setengahnya atau baru ada 14 laga yang dilakoni, dan persentase laga tanpa gol sudah mencapai 28,57 persen.

Khusus di LaLiga, kemarin merupakan kegagalan ketiga tim asuhan Zinedine Zidane. Sebelumnya mereka juga merasakan main imbang 0-0 pada El Derbi Madrilleno di markas Atletico Madrid (jornada tujuh), dan kalah 0-1 saat bertandang melawan RCD Mallorca (sembilan). Sisanya di Liga Champions, keok 0-3 di markas Paris Saint Germain (PSG); matchday satu.


Baca Juga :
- Jadwal Liga Spanyol Hari Ini, Sabtu 26 September dan Minggu 27 September Dini Hari WIB
- Waduh, Zidane Tak Bawa Hazard dan Asensio untuk Laga Lawan Real Betis, Kenapa?


Yang dialaminya ini tentu membuka luka lama. Masalah Madrid usai ditinggal Cristiano Ronaldo belum selesai. Sang megabintang sebelumnya merupakan mesin gol utama tim, yang kini tak juga bisa didapat penggantinya. Kepergiaannya memang “membuka” versi terproduktif Karim Benzema. Tapi ia yang telah punya tujuh gol tak bisa bertugas sendiri.

Sedari musim lalu, Los Merengues sudah mengalami ketumpulan luar biasa sebab ada rasio kegagalannya mencetak gol di pertandingan menyentuh 22,87 persen. Selama diperkuat Ronaldo tak pernah setinggi itu. Bahkan sempat punya nol persen atau selalu menciptakan gol di tiap laga, tepatnya pada 60 duel di 2016/17. Persentase terburuk di eranya yakni 15,38 persen.

Sejak awal langkah yang diambil untuk penyelesaian masalah gol pasca ditinggal penyerang asal Portugal itu memang sudah salah. Tim memulangkan Mariano Diaz yang kini tak terpakai. Talenta yang sudah terbukti haus gol baru ramai didatangkan musim panas terkini, seperti Eden Hazard, Luka Jovic, atau Rodrygo Goes yang tentu butuh adaptasi.

“Kami kehilangan dua poin, tapi saya berusaha melihat positif. Ada lawan yang membuat kami kesulitan dan itu normal. (Soal gol) Tidak ada yang terjadi. Kami tidak akan selalu mencetak lima gol di tiap laga. Yang jelas kami telah menciptakan peluang dan itu sangat penting. Kami tak mencetak tapi juga tak kemasukan. Pertahanan sangat baik,” kata Zidane.

Sejatinya Los Merengues nampak tak kesulitan untuk mencetak gol jika melihat distribusi pencipta golnya. Setidaknya mereka sudah memiliki 12 pencetak gol berbeda musim ini. Benzema selaku pemain tersubur pun bisa bersaing pada perebutan Pichichi (top skor La Liga), sebab seluruh (tujuh) golnya sejauh 2019/20 ini semua diciptakan di La Liga.

Akan tetapi para pencipta gol lainnya tak cukup subur, yang kemudian menjadi awal masalah. Tepat di belakang striker asal Prancis saja gapnya terlalu jauh yakni tiga gol dari Toni Kroos. Carlos Casemiro, Sergio Ramos, Rodrygo, dan Gareth Bale punya dua gol. Dan masing-masing satu dari Jovic, Vinicius, Hazard, James Rodriguez, Lucas Vazquez, dan Luka Modric.*** TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

D
Penulis
Dini Wulandari