news
LIGA INGGRIS
Milan Butuh Kontinuitas
03 November 2019 09:20 WIB
MILAN – Cukup satu gol bagi AC Milan untuk meredakan ketegangan yang melanda tim belakangan ini. Tendangan bebas semata wayang Jesus Suso ke gawang SPAL 2013 telah memberi kemenangan perdana di era Stefano Pioli, tengah pekan kemarin. Sekarang, mereka lebih percaya diri jelang rentetan laga sulit, yang dimulai melawan SS Lazio di San Siro, Minggu (3/11) malam atau Senin dini hari WIB.

Ada banyak hal positif yang didapat Milan versus SPAL selain kemenangan. Suso dan kawan-kawan mulai bisa meminimalisir kesalahan di lapangan, juga lebih berani dalam melakukan tekanan. Kemudian, terlihat pula peningkatan signifikan dalam bertahan: clean sheet pertama pasca kebobolan 12 gol dalam 6 pertandingan. Ini akan jadi modal penting untuk menghadapi deretan penyerang Lazio yang berbahaya. Jangan lupakan, ll Diavolo masih perlu kontinuitas.




Baca Juga :
- Dalam Siklus Mini, Ronaldo Jadi Bomber Terbaik Eropa
- Revolusi Milan Belum Terlihat Dampaknya




Dari sisi individu, Milan juga menyaksikan kebangkitan Suso. Sempat dicemooh penggemar sendiri karena tampil di bawah standar, winger asal Spanyol itu kembali muncul sebagai pembeda.  Dia mengawali laga versus SPAL dari bangku cadangan, dan enam menit kemudian menciptakan gol indah dari bola mati. Itulah gol perdana Suso musim ini, juga yang pertama sejak Mei 2019—melalui tendangan bebas ke gawang Frosinone Calcio.

Jika tampil dengan motivasi yang tepat, Suso diyakini mampu menciptakan masalah buat pertahanan Lazio. Pergerakannya di sayap kanan sangat sulit diantisipasi, juga dipadu kecepatan tinggi. Formasi tim tamu yang menggunakan wingback ofensif bakal menciptakan ruang yang bisa dieksploitasi pemain bernomor punggung 8 tersebut. Asal, publik San Siro juga harus memberi dukungan, bukan kritik seperti yang terjadi dalam beberapa laga belakangan.


Baca Juga :
- Serangan Balik Bukan Karakter Utama Inter
- Eks Bintang Serangan Juve Jadi Sasaran Tembak


 “Suso adalah pemain berkualitas, dia selalu bisa memberikan lebih karena kemampuannya di atas rata-rata. Sekarang hanya perlu meningkatkan kerja sama dengan rekan-rekan di lapangan,” kata Pioli. “Menurut saya, tim ini penuh potensi dan bisa berkembang lebih jauh. Ada sejumlah pertandingan sulit yang akan kami hadapi dalam waktu dekat (Lazio, Juventus, Napoli). Tapi jika tampil dengan semangat tinggi, tak ada yang perlu kami takutkan.”

Setelah mendapatkan kembali keyakinan dan kekompakan, Milan harus bisa memperlihatkannya secara konsisten. Terutama saat menghadapi tim tamu yang juga sedang berada dalam kondisi on fire. I Biancocelesti tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir di Seri A, dan memiliki Ciro Immobile yang tak berhenti mencetak gol. Dia menggelontorkan 12

Sejauh ini, Immobile sudah 12 kali membobol gawang lawan di liga domestik. Pencapaiannya itu sangat luar biasa, bahkan melebihi total gol Milan secara keseluruhan. Inilah mengapa pasukan Pioli perlu mempertahankan organisasi pertahanan seperti saat membungkam SPAL. Lengah sedikit saja, bomber tim nasional Italia itu akan menemukan jalan ke  gawang Gianluigi Donnarumma.* Dari berbagai sumber 

MILAN (4-3-3) : 99 Donnarumma; 2 Calabria, 22 Musacchio, 13 Romagnoli, 19 Hernandez; 33 Krunic, 20 Biglia, 5 Bonaventura; 8 Suso, 9 Piatek, 10 Calhanoglu;
Cadangan: 25 Reina, 43 Duarte, 12 Conti, 39 Paqueta, 79 Kessie, 18 Rebic, 17 Leao;
Pelatih: Stefano Pioli

LAZIO (3-5-2) : 1 Strakosha; 3 Felipe, 33 Acerbi, 15 Bastos; 29 Lazzari, 21 Milinkovic-Savic, 6 Leiva, 10 Alberto, 19 Lulic; 17 Immobile, 11 Correa;
Cadangan: 23 Guerrieri, 26 Radu, 5 Lukaku, 16 Parolo, 32 Cataldi, 22 Jony, 20 Caicedo;
Pelatih: Simone Inzaghi

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news