news
LIGA ITALIA
Conte Maksimalkan Skuat
01 November 2019 12:52 WIB
berita
Pelatih FC Internazionale, Antonio Conte, harus cerdik menyikapi badai cedera.-TopSkor.com/istimewa-
MILAN –Meski mampu merangkai hasil positif dalam 10 pekan pertama Seri A, Antonio Conte mulai mengirim sinyal darurat kepada manajemen FC Internazionale. Ini terkait kekuatan skuat. Setelah melalui periode padat antara kompetisi domestik dan Eropa, personil I Nerazzurri satu persatu rontok akibat cedera. Jika ada yang bertahan, mereka terlihat kelelahan karena terus diforsir.

Usai menang 2-1 di kandang Brescia Calcio, Selasa (29/10) kemarin, Conte sempat mengeluh. “Ini adalah pertandingan keempat yang kami lakoni dalam 9 hari, di mana selalu menurunkan mayoritas pemain yang sama. Lambat laun, tim akan melewati batas kemampuan dan ambruk. Kami tak bisa lebih dari ini,” kata mantan pelatih tim nasional Italia itu. Dengan komentar tersebut, Conte berharap ada suntikan tenaga baru pada mercato Januari.




Baca Juga :
- Andrea Pirlo dan Morata Ternyata Sudah Bertemu dalam Liburan Awal September Ini
- Pemain Baru Juventus Ini Dinilai Memiliki Kemampuan seperti Edgar Davids


Sebelum itu, Conte harus bisa memaksimalkan materi yang ada. Beruntung baginya, beberapa pilar mulai pulih dan kembali berlatih. Stefano Sensi, Matias Vecino, Andrea Ranocchia, dan Danilo D’Ambrosio sudah terlihat mengolah bola di Appiano Gentile. Mereka bahkan bisa ambil bagian dalam laga versus Bologna FC, Sabtu nanti. Jadi, kekhawatiran tinggal Alexis Sanchez, yang kemungkinan baru comeback pada awal tahun depan.

Melawan tim asuhan Sinisa Mihajlovic, Conte tampaknya akan kembali menggunakan komposisi starter yang sama dengan 4 laga terakhir. Paling tidak, 9 pemain utama akan berada di lapangan: Samir Handanovic, Milan Skriniar, Marcelo Brozovic, dan Nicolo Barella yang belum pernah istirahat (360 menit),  Roberto Gagliardini dan Antonio Candreva (354 dan 343), disusul Romelu Lukaku, Lautaro Martinez, dan Stefan De Vrij.


Baca Juga :
- Cetak Dua Gol Masih Tidak Senang, Ibrahimovic: Jika Saya Berusia 20 Tahun Bisa Tambah Dua Lagi
- Stefano Pioli soal Kemenangan Milan atas Bologna: Kami Menyerang dengan Intensitas yang Tinggi


Conte minim pilihan. Selain dirundung cedera, Inter juga tak memiliki pelapis sepadan. Salah satu contohnya adalah Valentino Lazaro. Awalnya digadang sebagai winger inti di sisi kanan, pemuda asal Austria itu justru mengecewakan. Performa 17 menit di markas US Sassuolo, pekan lalu, merupakan yang terburuk oleh pemain Inter musim ini, membuatnya sangat mungkin dilepas pada jendela musim dingin.

Kemudian ada Borja Valero. Gelandang veteran ini cukup diandalkan pada era Stefano Pioli dan Luciano Spalletti, tapi Conte tak punya tempat untuknya. Satu-satunya partisipasi Valero musim ini adalah sebagai pengganti versus BVB Dortmund di Liga Champions, itupun cuma sekitar satu menit. Jika tak ada kejadian di luar dugaan, eks playmaker ACF Fiorentina itu dipastikan terus menghuni bangku cadangan.

Tak seburuk dua rekannya, Matteo Politano tetap diperhitungkan. Namun, belakangan, penyerang 26 tahun itu juga kehilangan pamor. Conte lebih memilih striker belia Sebastiano Esposito untuk jadi alternatif Lukaku-Lautaro daripada pemilik nomor punggung 16 itu. Politano dinilai tak cocok bermain sebagai ujung tombak, sedangkan Inter saat ini juga tidak menggunakan sayap ofensif. Peluangnya baru terbuka jika Conte menerapkan kembali pola 3-4-2-1, dengan Matteo sebagai trequartista.

Sisi positif dari kengototan Conte mempertahankan starting XI adalah perkembangan pemain. Misalnya, Candreva dan Gagliardini yang jarang bermain musim lalu kini mulai menemukan kembali sentuhan terbaik. Dan, yang paling penting, Lautaro tumbuh jadi mesin gol mematikan. Di periode ini, musim lalu, Il Toro cuma merumput 200 menit dan mencetak satu gol. Sekarang, ada 7 gol dalam 889 menit.* Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita