news
INFOGRAFIS
Sterling Mulai Menyaingi Aguero dalam Produktivitas Gol
31 October 2019 15:18 WIB
berita
Penyerang sayap Manchester City, Raheem Sterling, ketika merayakan gol dalam sebuah laga musim ini.
MANCHESTER – Sergio Aguero lalu Raheem Sterling.  Bahkan, ada momen pada musim ini, ketika keduanya sama-sama menorehkan gol dalam satu laga, saat Sterling memperlihatkan dirinya lebih tajam dibandingkan dengan mesin gol utama The Citizens tersebut.

Pada pekan kedua Liga Primer contohnya, saat imbang lawan Tottenham Hotspur, Agustus lalu. Sterling mencetak gol pada menit ke-20 dan dilanjutkan dengan gol Aguero 15 menit kemudian (menit ke-35). Pada laga selanjutnya saat mengalahkan Bournemouth, Aguero menorehkan dua gol dan Sterling mencetak satu gol.




Baca Juga :
- AS Roma dan Frank Lampard Memuji Aksi Marcus Rashford yang Terus Membantu Anak-anak Kurang Mampu di Inggris
- Permintaannya Ditolak Pemerintah, Marcus Rashford Bergerak Sendiri, Menghimpun Dukungan Memberi Makanan bagi Anak-anak di Inggris


Ya, Sterling adalah pesaing lain bagi Aguero dalam soal produktivitas gol. Tentu saja, persaingan untuk lini depan sebenarnya adalah Aguero dan Gabriel Jesus. Meski demikian, Sterling memperlihatkan grafik meningkat dari aspek tersebut.

Dengan dua gol yang diciptakan Aguero ke gawang Southampton dalam laga Piala Liga Inggris, Selasa (29/10) atau Rabu dini hari WIB, bintang asal Argentina ini total telah menorehkan 12 gol dalam semua ajang sepanjang musim ini.


Baca Juga :
- Gareth Bale soal Debutnya sebagai Starter di Tottenham: Permainan Saya Masih Kaku
- Mourinho Mengingatkan bahwa Kualitas Gareth Bale Tidak Lagi Sama seperti Tujuh Tahun Lalu


Meski demikian, jumlah tersebut satu gol lebih sedikit dibandingkan dengan pencapaian Sterling yang total telah mencetak 13 gol untuk The Citizens pada musim ini. Dari 13 gol tersebut, tujuh gol di antaranya diciptakan bintang timnas Inggris ini di Liga Primer, empat gol di Liga Champions, satu gol di Piala Liga, dan satu gol di ajang Community Shield.

Sedangkan persebaran gol Aguero tercipta delapan gol di Liga Primer, dua gol di Liga Champions, dan terakhir dua gol di Piala Liga tersebut. Sterling bukanlah pesaing bagi Aguero, meski demikian, pantas bila produktivitas Aguero digunakan sebagai ukuran bagi meningkatnya ketajaman mantan bintang Liverpool tersebut.

Dan, perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa produktivitas gol Sterling pada musim ini meningkat secara tajam. Dari ajang Liga Primer, sejauh ini hanya ada perbedaan satu gol di antara keduanya. Aguero masih memimpin sebagai pencetak gol terbanyak City di Liga Primer dengan delapan gol tersebut. Sementara Sterling telah mengoleksi tujuh gol.

Meningkatnya ketajaman Sterling tidak terlepas dari peran pelatih City, Josep Guardiola. Pria asal Spanyol ini bagai vitamin bagi sayap 24 tahun tersebut. Bagi Pep, Sterling merupakan salah satu faktor kekuatan City di bawah asuhannya. Peran Sterling pula yang membuat City menjadi berbeda dari aspek serangan.

Bagi Sterling, kehadiran Guardiola pada 2016/17 lalu memberikan keberuntungan dalam kariernya. Keputusannya meninggalkan Liverpool pada 2015 karena dirinya tidak mau selalu berada di bawah bayang-bayang bintang lainnya. Ketika itu, Liverpool di bawah asuhan Brendan Rodgers memiliki pemain top seperti Luis Suarez atau Philippe Coutinho,

Personalitas Sterling berkembang dengan baik di bawah asuhan Guardiola. Pemain yang tenang, semakin matang, dan untuk ukuran seusianya dia merupakan pemain yang sangat percaya diri. Sterling  tumbuh menjadi pemain yang mampu menciptakan mimpi buruk bagi setiap pemain bertahan lawan.

Perannya bagi terciptanya gol-gol City juga dapat dilihat dari jumlah assistnya: total lima assist musim ini. Dengan demikian, Sterling telah berperan bagi terciptanya 18 gol The Citizens pada 2019/20. Dari lima assist tersebut, 1 assist di Liga Primer, tiga assist di Liga Champions, dan satu assist di Piala Liga.

Dari 14 laga yang telah dimainkannya (1.169 menit), rata-rata Sterling mampu menorehkan satu gol setiap 90 menit. Efektivitas tersebut memang masih kalah dari Aguero yang rata-rata menorehkan 1 gol setiap 70 menit (12 laga, 844 menit). Namun, statistik tersebut memperlihatkan bahwa di tangan Guardiola, Sterling justru seperti terlihat sebagai penyerang.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat