news
INFOGRAFIS
Momentum Naby Keita
30 October 2019 14:59 WIB
berita
LIVERPOOL - Pada musim keduanya di Liverpool FC, kiprah Naby Keita belum berjalan
mulus. Gelandang tengah asal Guinea ini malah lebih banyak menghabiskan waktu di
ruang perawatan karena cedera. Tapi, situasinya kini tampak lebih menjanjikan
menyusul serangkaian aksi impresif dalam dua laga terakhir.

Setelah tampil sebagai pemain pengganti lawan Manchester United di pekan kesembilan
Liga Primer pada 20 Oktober, Keita jadi starter lawan KRC Genk pada matchday 3 Liga
Champions tiga hari kemudian. Pemain 24 tahun ini bermain solid di lini tengah untuk
membantu Liverpool menang 4-1.




Baca Juga :
- Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris, Duel Menarik Liverpool vs Manchester United
- Rashford Pakai Mesin Portabel Agar Bisa Fit Lawan Liverpool




Keita hanya duduk di bangku cadangan saat Liverpool menekuk Tottenham Hotspur 2-1
pada pekan ke-10 Liga Primer akhir pekan lalu. Tapi, dia hampir pasti masuk starting
line-up The Reds saat menjamu Arsenal FC pada putaran keempat atau 16 besar Piala
Liga di Anfield, Rabu (30/10).

Ini kesempatan bagi Keita untuk membuktikan dirinya layak dibeli Liverpool dengan
harga 48 juta paun dari RB Leipzig tahun lalu. “Kuncinya adalah menghindari cedera.
Setiap pemain dalam skuat kami saat kondisinya 100 persen, mereka punya peluang
besar jadi starter,” ucap Keita. “Banderol mahal tak mempengaruhi saya karena saya
selalu punya ambisi untuk bermain di klub besar.”


Baca Juga :
- Cuma Sisa 2 Bek Tengah, Klopp Berharap Trio Ini Kembali Saat Lawan Manchester United
- Kesal Tottenham Ditekuk Liverpool, Mourinho Menolak Bicara Transfer


Keita juga menepis anggapan bahwa pelatih Juergen Klopp memberikan perlakuan
istimewa terhadap beberapa pemain Liverpool sehingga mereka dijamin selalu jadi
starter. Isunya, di antara nama-nama yang jadi anak emas pelatih asal Jerman itu adalah
duet penyerang Sadio Mane dan Mohamed Salah.

"Saya pikir dia tidak punya pemain favorit. Dia selalu berkomunikasi secara bebas dan
terbuka dengan semua pemain,” tutur Keita. “Dia suka tertawa dan bercanda. Jika saya
bisa mencapai level Mo dan Sadio, mungkin saya yang akan jadi pemain favoritnya.”

Liverpool belum terkalahkan di Liga Primer musim ini dan memuncaki klasemen
sementara dengan keunggulan enam poin atas juara bertahan Manchester City yang
membayangi di peringkat kedua. The Reds juga menempati peringkat kedua Grup E Liga
Champions dengan enam poin dari tiga laga, satu poin di bawah SSC Napoli yang berada
di puncak.

Kini, Liverpool akan berjuang untuk mencapai perempat final Piala Liga Inggris demi
menjaga peluang meraih quadruple musim ini. “Di Inggris, semua pertandingan sama
pentingnya,” ujar Keita. “Yang bisa kita lakukan adalah fokus untuk memenangi setiap pertandingan dan melihat di mana kita finis pada akhir musim.”

Liverpool diprediksi bisa mengatasi perlawanan Arsenal dan lolos ke perempat final.
Maklum, The Reds punya rekor head-to-head yang sangat impresif lawan The Gunners
belakangan ini. Mereka tak terkalahkan dalam sembilan duel terakhir dengan lima kali
menang dan empat kali imbang serta mencetak 26 gol dan kebobolan 13 gol.

Kekalahan terakhir Liverpool dari Arsenal dialami pada 4 April 2015 saat mereka
dipukul 4-1 pada laga Liga Primer di Emirates Stadium. The Reds bahkan selalu menang
telak dalam kedua pertemuan terakhir dengan The Gunners.

Liverpool juga bisa mengambil keuntungan dari kesulitan yang tengah dialami Arsenal
di Liga Primer dengan hanya mengais dua kemenangan dalam delapan laga terakhir.

Kondisi ini membuat pelatih Unai Emery berada dalam tekanan. Apalagi, The Gunners
hanya mengais hasil imbang 2-2 lawan Crystal Palace akhir pekan lalu setelah sempat
unggul dua gol dalam sembilan menit pertama.

Sejak diangkat sebagai pelatih tahun lalu, Emery dinilai tidak membuat peningkatan
berarti. Arsenal bahkan hanya finis di peringket kelima Liga Primer musim lalu
sehingga gagal lolos ke Liga Champions. Upaya lolos ke kompetisi elite Eropa itu lewat
jalur Liga Europa pun gagal lantaran The Gunners kalah dari Chelsea FC di final.

Tapi, Emery mendapatkan dukungan dari bek kanan Hector Bellerin. “Tim ini telah
mengalami banyak peningkatan sejak awal musim lalu,” katanya. “Saat dewan direksi
merekrut pelatih seperti Unai, mereka tahu semua itu bagian dari proses. Dia punya
gagasan sendiri dan telah bekerja dengan baik di Sevilla FC, Valencia CF, dan Paris Saint-
Germain (PSG).”*

loading...
T
Penulis
TSM
news
news