news
LIGA ITALIA
Conte Meragukan Godin
29 October 2019 12:25 WIB
berita
Diego Godin masih harus melalui masa penyesuaian dengan FC Internazionale.-Topskor.id/istimewa-
BRESCIA – Setelah empat pertandingan beruntun tak mampu mencatat clean sheet, sudah saatnya mempertanyakan kualitas pertahanan FC Internazionale. Dalam periode tersebut, tim asuhan Antonio Conte kehilangan lima poin penting untuk bersaing di puncak klasemen. Inilah persoalan yang mesti dibereskan sang pelatih jelang duel melawan Brescia Calcio di Stadion Mario Rigamonti, Selasa (29/10) atau Rabu dini hari WIB.

Sejak akhir September, gawang Inter berhasil dibobol oleh UC Sampdoria (1 kali), Juventus FC (2), US Sassuolo (3), dan Parma Calcio (2). Total 8 gol dalam lima pertandingan, diwarnai kekalahan oleh Juve dan tertahan imbang versus Parma. Yang menarik, pada dua laga nahas tersebut, Conte menarik keluar Diego Godin. Apakah ini berarti bek veteran asal Uruguay itu tidak memuaskan?




Baca Juga :
- BOOM! Sergio Conceicao Jadi Kandidat Terbaru untuk Gantikan Antonio Conte di Inter
- Pelatih Getafe, Jose Bordalas, Mewaspadai Kemarahan Conte


Mungkin saja. Tapi penting juga melihatnya dari sudut pandang lain. Godin memang palang pintu kelas dunia, berpengalaman, dan punya jiwa kepemimpinan luar biasa. Namun, bermain untuk klub baru, di kompetisi yang sama sekali asing, bukan hal yang mudah. Apalagi Conte menuntutnya tampil dalam sistem berbeda dengan yang biasa dilakoni semasa memperkuat Atletico Madrid.

Di ibukota Spanyol, Godin adalah tokoh utama lini bertahan empat bek ala Diego Simeone. Namun saat bergabung dengan Inter, dia mesti beradaptasi dengan skema trio difensore yang dianut Conte. Godin berada di sisi kanan, bertugas memainkan bola di samping mengawal pergerakan lawan. Sebagai bek berkarakter konvensional, ini merupakan tantangan yang cukup sulit.


Baca Juga :
- Preview Inter Milan vs Getafe: Alexis Sanchez bagai Mesin yang Kembali Berfungsi
- Pelatih Inter Milan Antonio Conte Tuntut Media yang Beritakan Dirinya Sudah Berkomunikasi dengan Juventus, Secara Diam-diam


Proses penyesuaian diri Godin juga dibayangi masalah fisik. Dia menderita cedera otot pasca memperkuat tim nasional Uruguay di Piala Amerika 2019, melewatkan sejumlah laga pramusim bersama Inter. Ini sebuah kerugian karena pria 33 tahun itu jadi terlambat mengenal filosofi baru yang dibawa Conte. Ketika dirinya pulih, rekan-rekan sudah selangkah lebih maju di lapangan.

Hal itu pula yang jadi alasan mengapa Conte sering menempatkan Godin di bangku cadangan, atau menggantikannya sebelum laga berakhir. Sang pelatih tak mau ambil risiko memaksakan Godin merumput saat kondisi fisiknya belum seratus persen. Pada usia tak lagi muda, memang butuh penanganan khusus agar bek bernomor punggung 2 itu bisa tampil maksimal dan konsisten.

Namun, bukan berarti performa Godin sejauh ini mengecewakan. Terlepas dari beberapa kelemahan yang masih terlihat, kapten timnas Uruguay itu tetap mampu memperlihatkan aksi solid. Terutama bila main bersama Stefan De Vrij dan Milan Skriniar. Ketika trio ini tampil jadi starter, Inter mampu mengamankan clean sheet saat menghadapi Udinese Calcio, AC Milan, SS Lazio, dan BVB Dortmund (Liga Champions).

Pengalaman dan kualitas Godin sangat dibutuhkan, hanya tinggal menantinya klop dengan permainan tim. Bukti pengaruh sang veteran sudah terlihat, yakni setiap kali dia tampil dari menit pertama, statisitik I Nerazzurri membaik: jumlah kebobolan menurun (dari rata-rata 2,4 gol jadi 0,5 perlaga), begitu juga tembakan lawan (13,8 banding 10,7). Di kandang Brescia nanti, Godin siap jadi pemimpin dan mengembalikan clean sheet dalam permainan Inter Conte.*** Dari berbagai sumber 

 

BRESCIA (4-3-1-2) : 1 Joronen; 2 Sabeli, 15 Cistana, 5 Gastaldello, 3 Mateju; 25 Bisoli, 4 Tonali, 28 Romulo; 7 Spalek; 18 Aye, 45 Balotelli;
Cadangan: 22 Alfonso, 6 Ndoj, 29 Semprini, 8 Zmrhal, 23 Morosini, 21 Matri, 9 Donnarumma;
Pelatih: Eugenio Corini

INTER (3-5-2) : 1 Handanovic; 37 Skriniar, 6 De Vrij, 2 Godin; 87 Candreva, 5 Gagliardini, 77 Brozovic, 23 Barella, 18 Asamoah; 9 Lukaku, 10 Martinez;
Cadangan: 27 Padelli, 95 Bastoni, 21 Dimarco, 20 Valero, 19 Lazaro, 16 Politano, 30 Esposito;
Pelatih: Antonio Conte

X
Penulis
Xaveria Yunita