news
LIGA ITALIA
Donnarumma Siap Tebus Kesalahan
27 October 2019 10:01 WIB
berita
Gianluigi Donnarumma mesti membenahi lini pertahanan yang keropos.-Topskor.id/istimewa-
ROMA – Gagal memetik poin penuh dalam laga perdana bersama Stefano Pioli, pekan lalu, AC Milan bertekad bangkit. Namun, kali ini ujiannya lebih berat: menghadapi AS Roma di Stadio Olimpico, Minggu (27/10) malam atau Senin dini hari WIB. Bila ingin membawa hasil maksimal dari ibukota, pasukan I Rossoneri harus tampil lebih efektif.

Artinya, para pemain perlu memperlihatkan peningkatan performa, terutama pilar andalan. Di bawah mistar misalnya, Gianluigi Donnarumma harus berada dalam level terbaik. Maklum, dalam lima pertandingan terakhir di Seri A, gawang Milan terlihat sangat rapuh: kebobolan 10 gol. Tentu tidak sepenuhnya salah Gigio, karena kuartet bek juga bertanggung jawab, tapi dia harus lebih menentukan.




Baca Juga :
- The Gunners Incar Nabil Fekir Karena Alasan Ini, Fans Arsenal Setuju?
- Kabar Baik untuk Romanisti! Begini Kondisi Zaniolo Sekarang


Tidak keliru menaruh harapan kepada Donnarumma, karena kiper 20 tahun itu sudah tumbuh jadi pemimpin tim dalam beberapa musim terakhir. Meskipun Alessio Romagnoli adalah kapten, tapi Gigio juga kerap menyuarakan motivasi untuk mengangkat moril rekan-rekannya. Tidak jarang performa brilian Gigio di kotak penalti mampu membuat para pemain di sekelilingnya tampil lebih baik.

Saat ini ada kekhawatiran bahwa Milan bisa kehilangan Donnarumma, mengingat masa bakti pemain hanya tersisa dua tahun. Gajinya yang selangit membuat kesepakatan baru sulit dicapai. Namun, tak usah pikirkan soal kontrak. Yang penting sekarang adalah memaksimalkan kontribusi Gigio demi kesuksesan tim. Era baru Pioli butuh sosok berpengaruh yang bisa membantu menciptakan stabilitas, Donnarumma bisa jadi pilihan tepat.


Baca Juga :
- Ibra Sempat Nyaris Dibunuh Rekan Setim
- Melanggar Karantina, Kakak Dybala Terancam Bui hingga Dua Tahun


Dengan pertahanan yang kuat, Milan bisa fokus menyerang dan menciptakan gol. Tapi, pada sektor ini, Pioli juga menghadapi dilema. Di satu sisi, dia sangat menyukai energi dan kecepatan Rafael Leao dalam menusuk kotak penalti. Di sisi lain, insting natural Krzysztof Piatek dalam merobek gawang juga sulit diabaikan. Sempat kesulitan pada awal musim, striker internasional Polandia itu akhirnya mencetak gol perdana dari open play ke gawang Lecce, pekan lalu.

Memasangkan keduanya secara bersamaan di lini depan akan sangat menggoda. Namun, Pioli masih mengutamakan keseimbangan. Sang pelatih tak mau buru-buru melakukan eksperimen sebelum menemukan formula ideal. Jadi, di Olimpico nanti, kita akan melihat trio penyerang serupa seperti saat melawan Lecce: Hakan Calhanoglu, Leao, dan Jesus Suso .

Ini juga berarti Ante Rebic harus kembali duduk di bangku cadangan. Winger asal Kroasia itu dianggap belum  menyatu benar dengan permainan Milan, perlu beberapa penampilan lagi sebelum menembus susunan starter. Untuk saat ini, Pioli ingin melanjutkan aspek positif yang dilihatnya dalam laga imbang 2-2 versus Lecce.

Milan saat ini belum sempurna, tapi bukan berarti tak bisa menang di kandang Roma. Sebenarnya, I Giallorossi juga menghadapi problem serupa, masih berusaha mencari identitas bersama pelatih anyar Paulo Fonseca. Edin Dzeko dan kawan-kawan terlihat inkonsisten: terkadang brilian, kali lain kesulitan membangun permainan.

Roma hanya memetik satu kemenangan dalam 6 laga terakhir di semua kompetisi, juga tengah dihantam badai cedera. Hal ini memperlihatkan bahwa Serigala Ibukota juga sedang rapuh. Namun bagaimanapun, Roma tetap tim kuat. Mereka masih punya banyak senjata untuk melukai lawan. Selain Dzeko di lini depan, perlu juga mewaspadai Nicolo Zaniolo yang kian matang sebagai gelandang serang. Pemuda 20 tahun itu baru saja mencetak gol ke gawang Borussia Moenchengladbach di Liga Europa, Kamis kemarin.*** Dari berbagai sumber 

ROMA (4-2-3-1) : 13 Lopez; 37 Spinazzola, 23 Mancini, 6 Smalling, 11 Kolarov; 21 Veretout, 27 Pastore;
24 Florenzi, 22 Zaniolo, 8 Perotti; 9 Dzeko;
Cadangan: 83 Mirante, 5 Jesus, 18 Santon, 15 Cetin, 53 Riccardi, 48 Antonucci, 17 Under;
Pelatih: Paulo Fonseca

MILAN (4-3-3) : 99 Donnarumma; 2 Calabria, 22 Musacchio, 13 Romagnoli, 19 Hernandez; 39 Paqueta, 20 Biglia, 79 Kessie; 8 Suso, 17 Leao, 10 Calhanoglu;
Cadangan: 25 Reina, 43 Duarte, 12 Conti, 33 Krunic, 7 Castillejo, 18 Rebic, 9 Piatek;
Pelatih: Stefano Pioli

 

X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news