news
LIGA SPANYOL
MU Merugi di Liga Europa
26 October 2019 09:10 WIB
berita
Penyerang MU, Anthony Martial merayakan gol ke gawang Partizan, Kamis (24/10), sekaligus kemenangan pertama tandang mereka sejak Maret.-Topskor/Ist
MANCHESTER – Sebagai salah satu klub raksasa di dunia, Manchester United (MU) FC tentu saja memiliki angka pemasukan selangit. Kendati demikian hal itu tidak berjalan maksimal pada musim ini. Mereka merugi, tak dapat meraup pemasukan seperti sedia kala lantaran cuma bergelut di Liga Europa, perihal keterlibatannya di kompetisi Eropa.

Pada 2018/19, MU memang menjalani musim kurang baik, terutama saat masih dilatih Jose Mourinho. Dan meski Ole Gunnar Solskjaer yang ditunjuk sebagai pengganti bisa mengangkat performa tim, The Red Devils –julukan MU– hanya bisa finis di posisi enam. Karena itu, pada 2019/20 ini mereka hanya dapat ikut serta di Liga Europa.




Baca Juga :
- Pecat Solskjaer Tidak Semahal Mourinho, Man-United Cuma Bayar Pesangon Rp 93 Miliar
- Terungkap Pria Misterius yang Menyelinap ke Markas Latihan Manchester United




Padahal, partisipasi di Liga Champions dapat menghasilkan pemasukan hingga lima kali lipat dari apa yang mereka peroleh. Semisal pada pertandingan fase grup. Meski tak ada jaminan nantinya bisa lolos, keikutsertaan di babak itu saja bisa memberi pendapatan yang jauh melimpah, yakni 15,25 juta euro (sekitar Rp243,8 miliar).

Di Liga Europa, MU yang memang mendapat rintangan lebih mudah mendapat pemasukan fase grup yang merosot sampai 2,92 juta euro (sekira Rp46,6 miliar). Lebih mendetail, hasil menang dan imbang di Liga Champions bernilai 2,7 juta dan 900 ribu. Sedang yang diraih kini, 570 dan 190 ribu untuk menang dan seri di Liga Europa.


Baca Juga :
- Bukan Tersenyum, Van Persie Minta Solskjaer Lebih Kejam Ketika MU Kalah
- Duel Klasik Perdana pada 2020, Arsenal dan MU Pasang Target Berbeda


Tim asuhan Ole sendiri tampil superior sejauh ini dengan memuncaki klasemen Grup L, usai meraih dua kemenangan dan satu imbang. Nantinya jika berhasil lolos ke fase gugur sebagai juara grup, akan ada hadiah 1 juta euro dan 500 ribu jika runner up. Setelahnya di 32 besar, bakal diberi tambahan 500 ribu lagi ketika melaju ke 16 besar.

Total pemasukan 1,1 juta euro itu jauh dibandingkan dengan keberhasilan ke 16 besar pada Liga Champions. Di kompetisi itu, klub yang lolos dari fase grup (langsung 16 besar di fase gugurnya) akan mendapat dana mencapai 9,5 juta. Merugi yang dialami MU pun tak hanya dari sokongan UEFA, tapi juga ada kejatuhan income dari hak siar.

“Pendapatan broadcasting dan matchday gabungan kami dari keikutsertaan dalam kompetisi Eropa adalah 93 juta paun di musim lalu,” tulis rilis laporan keungan terbaru yang dikeluarkan klub. Jika dikonversikan ke euro, pemasukannya itu adalah 107,37 juta euro.

Sementara, sebelum pengaturan penyiaran tiga tahun terakhir di Liga Champions yang dialihkan pada 2018/19, The Red Devils memperoleh 45,9 juta paun (53 juta euro) pada 2017/18, setelah kalah dari Sevilla FC di babak 16 Besar. Jumlah itu tak jauh berbeda dengan keberhasilan juara Liga Europa di 2016/17; 48,5 juta paun (56).* TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...
D
Penulis
Dini Wulandari
news
news