news
LIGA EUROPA
Polisi Anti Mafia Kawal Suporter Lazio
24 October 2019 21:33 WIB
berita
Suporter garis keras Lazio dalam pengawasan DIGOS-Topskor.id/istimewa-
GLASGOW – Tindak kekerasan  yang kerap dilakukan oknum suporter garis keras SS Lazio telah mencoreng reputasi tifosi. Kemanapun mereka pergi mendampingi tim kesayangan, cap sebagai pembuat onar terus menempel.

Sebanyak 1.500 tifosi dikabarkan akan mengikuti pasukan Simone Inzaghi melancong ke Celtic Park, Kamis (24/10). Meski jumlahnya hanya sedikit, kepergian mereka membuat DIGOS, polisi anti mafia divisi operasi spesial, cemas. Pihak berwajib pun mengirimkan beberapa petugas ke Glasgow untuk memantau 300 suporter yang dianggap berbahaya. Langkah ini untuk mencegah potensi bentrok dengan suporter Celtic FC.




Baca Juga :
- Lazio Jago PHP
- Lazio Menang 8 Kali Beruntun, Inzaghi: Itu Bukan Kebetulan!




“Pertandingan akan rumit ketika berhubungan dengan tingkah laku. Setelah episode dalam pertandingan lawan Rennes, kami masih berada di bawah pengawasan UEFA. Kali ini, ada ketakutan bentrok dengan fan dari Skotlandia. Oleh karena itu, DIGOS akan memonitor pergerakan 200 atau 300 ultras. Titik panas terdapat di sekitar Celtic Park, Paradise. Kami harus menghindari yang terburuk. Para petugas kepolisian akan membantu saat mereka pergi ke stadion. Rencana polisi yang komprehensif akan diterapkan sesuai dengan sumber daya yang dialokasikan di ajang ini,” demikian bunyi pengumuman di situs Lazio.

Sudah lama klub yang dipimpin Claudio Lotito itu kesal dengan ulah para suporter garis keras. Pasalnya, Lazio sudah kehilangan terlalu banyak uang untuk membayar denda akibat tindak anarkis mereka.


Baca Juga :
- Lazio Catat Epos Kebangkitan di Markas Cagliari
- Jadwal Siaran Langsung Undian 32 Besar Liga Europa, Senin 16 Desember 2020


Yang terbaru, UEFA menjatuhkan sanksi larangan hadir di Curva Nord  Olimpico, 7 November mendatang, versus Celtic. Anak buah Lotito sedang mengupayakan banding supaya hukuman tersebut dicabut. Untuk melunakkan Asosiasi Sepak Bola Eropa, Lazio setuju melarang 20 tifosi berada di area stadion.

Rasisme, penyerangan dengan senjata atau menghina pihak lain merupakan penyakit suporter yang kalau dibiarkan akan lebih merugikan. Kepala Keamanan Lazio, Nicolo D’Angelo, memberikan rambu-rambu kepada tifosi.

Mereka mesti menghormati tuan rumah dengan tidak membentangkan spanduk dan meneriakkan yel-yel provokatif. Yang paling parah adalah salam ala tentara Romawi.  Hal itu mencederai nilai-nilai sportivitas.

“Kami telah menyampaikan banyak informasi kepada suporter. Sayangnya, ada tifosi minoritas yang masih memandang bahwa memberi salam ala Roma itu tidak apa–apa. Tidak bisa diterima dan tidak bisa ditoleransi. Kami ingin adanya relasi sehat dengan fan, bukan hubungan yang dirusak selama bertahun-tahun. Berulang kali, kami menyatakan tidak ada toleransi untuk tindakan seperti itu. Citra Lazio di luar negeri sangat penting bagi kami,” D’Angelo menuturkan.* Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news