news
LIGA CHAMPIONS
Rencana Ekspansi Juventus
22 October 2019 14:53 WIB
berita
Presiden Juventus Andrea Agnelli berhasil mereformasi Juventus.-Topskor.id/istimewa-
TURIN – Cukup mengakuisisi Cristiano Ronaldo untuk memberi keseimbangan ekonomi dan komersial. Hal ini membuat Juventus FC tak ragu menggelontorkan ratusan juta euro untuk membeli penyerang brilian itu demi menghidupkan rencana jangka panjang mereka. Pengaruh bintang Portugal itu sudah mulai dirasakan klub besar Turin itu, terutama dari penjualan kostum, sponsor dan kenaikan jumlah tifosi.

Pertengahan pekan lalu, Juve menggelar rapat pemegang saham. Target  periode 2019-2024 yang disepakati adalah menstabilkan Juve dari sisi ekonomi dan prestasi. Pemimpin klub mengusulkan adanya peningkatan modal 300 juta euro (sekira Rp4,7 triliun), yang dipenuhi hingga kuartal pertama 2020. Untuk meningkatkan tingkat kompetitif di lapangan, pastinya tim butuh amunisi baru. Semua aktivitas di luar sepak bola juga mesti berjalan beriringan.




Baca Juga :
- Diskusi Bonucci dan Ultras Viking di WhatsApp Terungkap Polisi
- Maurizio Sarri Sebal Ballon d'Or Messi Lebih Banyak daripada Ronaldo




Kepemimpinan Andrea Agnelli, sejak Mei 2010, berdampak positif terhadap I Bianconeri. Citra klub berubah drastis setelah skandal Calciopoli. Mereka memborong delapan scudetto beruntun, tampil di final Liga Champions dua kali, dan pendapatan terdongkrak dari 156 juta euro di musim 2010/11 menjadi 494 juta euro musim kemarin. Juve juga punya stadion dan pusat latihan sendiri dengan fasilitas mengagumkan.

Fase pengembangan klub dimulai dengan kedatangan CR7, meski ada risiko peningkatan utang sebesar 463 juta euro. Manajemen klub pun dihadapkan pada dua opsi: berhenti selama beberapa tahun dan mengurus hutang atau meminta peningkatan modal untuk melanjutkan ekspansi. Akhirnya dipilih jalan kedua setelah melihat kondisi klub raksasa lainnya, dengan asumsi utang di bawah kendali.


Baca Juga :
- Conte Sudah Bagus, tapi Masalah Inter Adalah Juventus
- Videonya Beredar di Medsos! Dibohongin Ronaldo, Kapten Roma Ini Mungkin Kapok


Suntikan modal 300 juta euro dibutuhkan untuk memperkecil jarak dengan Real Madrid, Barcelona, Manchester United dan memperlihatkan peningkatan kualitas klub. Di sisi lain, ada nilai klub yang meningkat dari 160 juta euro pada 2010 menjadi 1,4 miliar euro. Tingginya biaya (477 juta euro antara gaji dan amortisasi kepemilikan pemain) mengharuskan klub menghemat 40 juta euro dari segi ini.

Peningkatan pendapatan komersial akan didapat dengan memperluas jaringan dan ruang lingkup bisnis. Setelah Hong Kong, si Nyonya Besar akan membuka kantor di Amerika Serikat. Selain itu, inovasi baru di Allianz Stadium serta membangun stadion kecil untuk tim U-23 dan skuat putri diharapkan dapat menambah aset.

Juve, duduk di peringkat keempat dari pengikut di media sosial, posisi kesepuluh dari pendapatan dan kelima dalam ranking UEFA, berhasil mempertahankan kecepatan pertumbuhan. Alhasil, mereka tidak tertinggal jauh dengan tiga klub terbaik di dunia. Ada perbedaan pendapatan 341 juta euro lebih dengan Barcelona, 263 juta euro dengan El Real,  dan 217 juta euro dengan MU.

Sepertinya dengan regulasi hak siar yang berbeda, mustahil memperkecil selisih income. Pemasukan dari hak siar Liga Primer 2,5 kali lipat lebih tinggi ketimbang Seri A. Juve kehilangan 10 juta euro dari aturan pembagian hak siar yang baru. Jangan lupa bahwa di Asia, pemirsa duel klub Inggris 5 kali lebih banyak dari pertandingan tim asuhan Maurizio Sarri. Sementara, dua raksasa La Liga mendapat bonus eksta untuk mempromosikan sepak bola Spanyol di luar negeri.

Jadi jalan satu-satunya untuk melejitkan pendapatan dengan prestasi maksimal di Liga Champions. Untuk itu, tim perlu pendamping Ronaldo, yang dapat menjadi idola bagi generasi Z. Profil ini mungkin bisa menjadi pemain bintang sekaligus ikon seperti Mbappe, Neymar, Pogba, tapi begitu juga pemain seperti Joao Felix. Proyek ini dapat dieksekusi pada musim panas 2020.* Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news