news
OTO SPORT
Farudilla, Tommy, dan Doni Tata Mati-matian di Sirkuit Kanjuruhan
19 October 2019 13:03 WIB
berita
Farudilla Adam (Dok, TGA)
MALANG – Putaran keempat 76 Trail Game Asphalt (TGA) 2019 di Sirkuit Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (19/10), diprediksi menarik. Terutama di kelas utama, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Free For All (FFA) 250 karena pertarungan di posisi tiga teratas klasemen antara Farudilla Adam, Tommy Salim, dan Doni Tata, ketat.

Perlombaan di Sirkuit Kanjuruhan seperti menjadi balapan di rumah sendiri bagi Farudilla yang sedang memimpin klasemen FFA 250 dengan 137 poin. Ia hanya berjarak tiga angka dari rival terberat, Tommy Salim, yang ada di urutan kedua. Pria kelahiran Madura itu yakin, dukungan dari fan membuatnya makin percaya diri.




Baca Juga :
- Balaskan Dendam Ginting, Tommy Sugiarto Taklukkan Brice Leverdez
- Barca Butuh Uang Rp 2,3 Triliun, Para Pemain Tim Utama Ini Harus Dijual


“Semoga saya mendapatkan hasil positif di Sirkuit Kanjuruhan karena ini bisa dikatakan sebagai lomba kandang. Saya akan memberikan kemampuan terbaik agar meraih hasil maksimal. Pertarungan di klasemen sangat ketat, jadi saya harus meraih kemenangan jika ingin mempertahankan posisi,” kata Farudilla.

Tapi, Farudilla menyadari akan sulit meraih kemenangan karena Tommy dan Doni Tata bakal memberikan perlawanan maksimal. Untuk itu, dirinya tak boleh kehilangan fokus saat lomba guna meminimalisasi kesalahan. Ia tak ingin peristiwa di putaran sebelumnya terulang yang hanya akan merugikan peluangnya.


Baca Juga :
- Wolverhampton-Milan Salaman! Cutrone Akan Tampil di Liga Primer
- Inter Berniat Serius Boyong Dua Gelandang Penting Barca Ini, Harga Cocok Silakan Ambil


Ya, di Sirkuit Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, 21 September lalu, Farudilla mengalami insiden. “Saya akan berusaha menjaga konsentrasi karena lomba akan sulit diprediksi. Trek juga tak terlalu bagus, jadi harus lebih hati-hati. Kejadian sebelumnya memberikan saya pelajaran untuk menekan sejak awal,” ujarnya.

Tommy yang bertekad meraih gelar TGA pertama mengaku sudah sudah mempersiapkan segalanya dengan matang. Pasalnya, tahun ini, peluangnya untuk menyabet titel sangat terbuka. Tapi, ia mengatakan tak ingin terlalu menekan seperti putaran sebelumnya di Yogyakarta karena trek tidak terlalu mendukung.

“Saya sudah mempersiapkan lomba ini sejak jauh hari, dari mental, fisik, dan motor. Terutama di Sirkuit Kanjuruhan yang mana membutuhkan fokus tinggi karena aspal di sini tak terlalu baik dan sedikit berpasir. Tapi, kesulitan itu juga dirasakan semua peserta. Semoga saya bisa meraih hasil terbaik,” kata Tommy.

Pada putaran ketiga di Sirkuit Stadion Mandala Krida, Tommy sempat mengalami insiden dengan Farudilla. Tepatnya pada lomba kedua kategori FFA 250. Hal tersebut sempat membawa keduanya berada di posisi paling buncit. Tapi, Tommy berhasil memperbaiki posisi dengan finis di peringkat kedua.

“Untuk putaran kali ini, persaingan dengan Farudilla dan Doni Tata akan tetap ketat. Semoga kami tak mengalami insiden seperti putaran sebelumnya karena ingin memberikan tontonan menarik untuk semua fan di sini. Insiden sebelumnya juga tak mempengaruhi mentalitas saya di perlombaan ini,” Tommy menuturkan.

Direktur Lomba TGA, Jim Sudaryanto, mengatakan putaran ini bakal lebih menarik daripada sebelumnya. Pihak penyelenggara juga mengubah desain trek dan meningkatkan standar keamanan. Pasalnya, pertarungan di setiap kelas semakin ketat, terutama di FFA 250 yang sedang memperebutkan gelar.

“Kami membuat Sirkuit Kanjuruhan jadi berkarakter cepat dengan memberikan beberapa sektor lurus yang panjang. Kemanan juga kami tingkatkan dengan memberikan tambahan pengaman ban dan karung pasir. Kami yakin putaran ini akan menarik dan penonton bakal terhibur,” kata pria yang akrab disapa Om Jim itu.*MUHAMAD FADLI RAMADAN

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news