news
MOTOGP
Yamaha Beri Sinyal Ancaman
19 October 2019 13:00 WIB
berita
Maverick Vinales (Istimewa).
MOTEGI – Pembalap Yamaha memberi sinyal ancaman jelang Grand Prix (GP) Jepang, Minggu (20/10). Hasil apik yang diperlihatkan skuat pabrikan maupun satelit pada Latihan Bebas (FP) 1 dan 2, Jumat (18/10), bisa jadi indikasi bagaimana jalannya lomba di Sirkuit Twin Ring Motegi.

Pada FP1, Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) tercepat dengan 1 menit 45,572 detik. Sedangkan di FP2 giliran Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) yang menempati posisi pertama dengan 1 menit 44,764 detik. Juara dunia MotoGP 2019, Marc Marquez, di urutan keempat dan ketiga pada dua sesi tersebut.




Baca Juga :
- Yamaha Wajib Bangkit di GP Thailand
- Setelah 2,5 Tahun, Yamaha Penuhi Permintaan Rossi


“Tahun ini, saya banyak mendengar soal trek yang bagus untuk Yamaha dan Honda. Tapi, saya tak pernah memikirkan itu karena tak ingin kehilangan motivasi. Jadi, yang saya pikirkan adalah motor Yamaha cocok di segala trek. Saya ingin menekan motor 100 persen,” kata Quartararo seperti dilansir Motogp.com, kemarin.

Sirkuit Twin Ring Motegi memang cocok dengan Yamaha YZR-M1 karena memiliki karakter stop and go. Hal itu terbukti karena seluruh pembalap tim berlogo garpu tala itu mampu tampil cepat dan konsisten. “Di sini kami terlihat lebih baik. Jadi, latihan bebas ini benar-benar mengesankan bagi kami dan Yamaha,” ujar Quartararo.


Baca Juga :
- Demi Yamaha, Maverick Vinales Harus Bangkit
- Direktur Yamaha MotoGP Sebut Rossi Sudah di Ujung Jalan


Vinales yang menempati posisi pertama dan kedua pada FP1 dan FP2, mengaku ada perubahan besar pada motor. Hal itulah yang membuat YZR-M1 lebih kompetitif di Negeri Sakura. Namun, pembalap asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa tim masih perlu bekerja keras untuk membuat motor konsisten hingga lomba.

“Perubahan terbesar ada di sektor trek lurus. Ada dua sektor lurus panjang dan kami percaya diri melewatinya. Kami sadar bahwa saya membutuhkan itu pada motor dan itu adalah yang terpenting saat balapan (Minggu). Kami juga harus membangun perasaan yang baik dan atmosfer positif di dalam tim,” Vinales menuturkan.

Rekan setim Valentino Rossi itu berharap memberi hasil terbaik bagi Yamaha pada home race, akhir pekan ini. Pasalnya, kali terakhir pembalap Yamaha menjejak podium adalah 2015 dan sejak itu kinerja mereka tak konsisten. Peningkatan yang baru dilakukan tim diharapkan membuat mereka kompetitif di rumah sendiri.

“Perasaan saya terhadap motor benar-benar bagus. Setelah lomba di Thailand, saya merasa bersemangat dan termotivasi. Terkadang saya juga dapat menekan motor dengan keras pada beberapa lomba terakhir. Di atas kertas, Jepang cukup sulit bagi kami. Tapi motor sepenuhnya berbeda, begitu pun mentalitas saya,” kata Vinales.

Marquez yang tak mampu lebih cepat dari pembalap Yamaha pada dua latihan bebas mengaku bakal sulit memenangi empat perlombaan sisa, musim ini. Bahkan, menurutnya, Quartararo bisa meraih kemenangan pertamanya di kelas tertinggi, akhir pekan ini. Namun, ia mengaku bakal berusaha keras untuk menyainginya.

“Kami memulai segalanya dengan cara seperti biasa tapi perasaan saya tak terlalu baik. Kami mencoba setelan yang biasa digunakan di sini tapi saya hampir terjatuh sebanyak empat kali. Itu tidak normal seperti biasanya. Ada hal yang membingungkan karena biasanya saya fokus untuk perlombaan,” Marquez menuturkan.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news