news
BASKET
Jelang IBL, Amartha Hangtuah Ditinggal Pelatih
17 October 2019 06:19 WIB
berita
Andhika Supriyadi Saputra akan bergabung dengan Louvre Surabaya (Dokumentasi IBL).
JAKARTA – Suasana positif yang sedang terbangun di kubu Amartha Hangtuah (AHT) jelang Indonesian Basketball League (IBL) 2020, sedikit terganggu. Keputusan mengejutkan sang pelatih, Andhika Supriyadi Saputra, untuk menyebrang ke klub lain di tengah masa persiapan, jadi penyebab.

Isu kepindahan pria yang biasa disapa Bedu itu ke Louvre Surabaya, ternyata bukan isapan jempol. Klaim dari Erick Herlangga selaku pemilik klub bahwa mereka sudah menjalin kesepakatan, benar adanya. Pada sesi latihan AHT, Rabu (16/10), Bedu berpamitan dengan Kelly Purwanto dan kawan-kawan.




Baca Juga :
- Selamatkan 430 Staf, Pemain & Pelatih Atletico Rela Potong Gaji
- Antisipasi Virus Corona, Seri IBL 2020 di Kota Malang Juga Batal


Dalam rekaman video yang diterima TopSkor, kemarin, suasana haru tampak saat Bedu memeluk mantan anak didiknya satu per satu. Biar bagaimanapun, Bedu sukses membuat sejarah bersama Hangtuah. Pada IBL 2017/18 lalu, Bedu mampu membawa klub tersebut menembus empat besar untuk kali pertama.

Presiden AHT, Gading Ramadhan Joedo, membenarkan kabar itu. Bahkan, Bedu sudah berpamitan dengannya via sambungan telepon. Pada kesempatan itu, dirinya meminta izin untuk melatih klub lain dalam IBL 2020. “Benar, Coach Bedu sudah tak lagi melatih AHT. Dia sudah pamit,” ujar Gading kepada TopSkor, kemarin.


Baca Juga :
- Geser Lagi! Seri Ketujuh IBL 2020 Dipindah ke Malang
- Satria Muda Pertamina Tumpaskan Perlawanan Sengit Amartha Hangtuah


Sekadar mengingatkan, Senin (14/10), saat Erick mengklaim telah mendapatkan Bedu, manajemen AHT mengeluarkan bantahan. Ferry Jufri, manajer tim, mengatakan belum ada kabar soal Bedu akan meninggalkan klub. Ketika itu, Bedu juga bergeming saat ditanya mengenai kabar kepindahannya ke Louvre Surabaya.

Namun, ia membenarkan jika Louvre sudah melakukan pendekatan. Hanya, ia belum membuat keputusan apapun soal masa depannya dalam kompetisi basket tertinggi di Tanah Air tersebut. Di sisi lain, Bedu tak kunjung mendapatkan kontrak resmi dari AHT padahal musim baru IBL akan bergulir Januari mendatang.

Kehilangan pelatih tentu bukan kabar menyenangkan untuk tim dan pemain karena Bedu tergolong sukses membawa AHT. Terbaru, klub tersebut mampu menjadi runner-up Piala Raja 2019, 1-6 Oktober lalu. Melakoni laga puncak di GOR Amongrogo, Yogyakarta, AHT kalah dari tim nasional (timnas) basket putra.

Kendati demikian, Gading memastikan target AHT dalam IBL 2019/20 tidak berubah. Mereka tetap menargetkan empat besar walau tanpa Bedu. Bahkan, jika melihat materi pemain yang ada saat ini, klub layak mengincar gelar juara. Fakta lain, tak satupun skuat AHT yang dipanggil ke timnas atau berbeda dengan klub rival.

Dalam waktu dekat, AHT juga akan mengumumkan pengganti Bedu. Saat ini, manajemen sudah mengantongi beberapa kandidat. “Setelah Coach Bedu pamitan, kami langsung mengadakan meeting nanti malam (kemarin). Kebetulan sudah ada beberapa calon yang akan dipilih untuk menangani anak-anak,” kata Gading.

Tak lupa, Gading mengucapkan terima kasih atas jasa Bedu terhadap klub, selama ini. Apalagi, selama masa persiapan, ia telah memberi banyak hal kepada pemain. “Kami mendoakan dia sukses. Hubungan profesional kami dengan dia memang selesai namun silaturahmi harus tetap jalan,” ia mengungkapkan.

Bedu akan jadi bagian penting dari mimpi besar Louvre dalam kompetisi basket di Tanah Air. Apalagi, klub milik PT Herlangga International Group itu mengklaim tengah mendekati beberapa pemain bintang. Adapun salah satu yang berhasil mereka rekrut untuk debut mereka di IBL adalah Daniel Wenas.

Selain itu, tim yang bermarkas di GOR Kertajaya, Surabaya tersebut juga sedang bernegosiasi dengan tiga eks pemain CLS Knights Indonesia. Satu di antaranya bekas kapten, Sandy Febiansyakh. “Kami sedang membangun kekuatan dan percaya Coach Bedu mampu,” Erick membeberkan.*KRISNA C. DHANESWARA

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news