news
LIGA 1
Laga Melawan PS Sleman Semakin Dekat, Manajemen Kalteng Putra Masih Bungkam
16 October 2019 11:53 WIB
berita
Pemain Kalteng Putra saat latihan - TopSkor/Sri Nugrogho
PALANGKA RAYA – Nestapa tengah melanda Kalteng Putra, Menjelang laga pekan ke-22 Liga 1 2019, melawan PS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (18/10) sore, suasana tim tak kunjung kondusif. Bahkan hingga berita ini diturunkan, belum ada titik terang soal keberangkatan tim ke Sleman.

Suasana ini ibarat api dalam sekam. Ditutup-tutupi sekian lama, yang itu bisa dilihat dari rapor pertandingan Kalteng Putra yang terus menurun sejak 1 September lalu, akhirnya terbakar juga. Tepatnya pada 11 Oktober lalu, Patrich Wanggai dan kawan-kawan mogok latihan untuk persiapan melawan PS Sleman.




Baca Juga :
- Rangnick Terlalu Indah untuk Milan, Tetap Butuh Proses meski Hanya Semusim
- Pjanic Kian Dekat, Barca Serahkan Rakitic ke Juventus, Tinggal Tunggu Kabar Resmi


Hingga kini, sejatinya jumlah tunggakan gaji dan besaran bonus yang belum diberikan manajemen Kalteng Putra, belum terang. Baik manajemen Kalteng Putra, pemain, juga jajaran pelatih masih bungkam. Yang pasti, soal tunggakan gaji tak tersangkalkan, yang itu sudah disimpan begitu lama.

“Masalah itu (tunggakan gaji), sebaiknya langsung konfirmasi ke Pak Agustiar Sabran (CEO Kalteng Putra,red). Kalau saya no comment dulu,” kata Manajer Kalteng Putra Sigit Widodo kepada TopSkor, Selasa (15/10). Situasi ini tak ingin terjadi, tetapi memang kondisinya demikian sulit.


Baca Juga :
- Trik Inter Boyong Tonali, Pakai Cara yang Dipakai untuk Dapatkan Barella, Peluangnya Kecil
- Hanya 14 Detik! Petarung MMA Ini Habisi Lawannya dalam Sekali Serangan, Mike Tyson pun Memuji


Adapun Agustiar Sabran tak menjawab konfirmasi TopSkor. Pesan melalui WhatsApp, yang biasanya direspon dengan baik, tak bertuan. Ini mengindikasikan bahwa persoalan gaji memang belum bisa diselesaikan. Hal inilah yang membuat publik Palangka Raya risau, sebab kondisi tim sedang di zona degradasi.

Bila manajemen, pemain, dan pelatih, enggan berterus terang, kelompok suporter Kalteng Putra, berani terbuka. Dua kelompok suporter Kalteng Putra, yakni Pasus 1970 dan Kalteng Mania, bereaksi spontan dengan menggelar aksi turun ke jalan menggalang  dana di beberapa titik Kota Palangka Raya.

“Sampai saat ini manajemen Kalteng Putra masih belum memberikan penjelasan duduk permasalahannya alias bungkam. Kami terus berkoordinasi untuk melakukan aksi penggalangan dana. Ini sebagai bentuk kecintan kami terjadap Kalteng Putra, sekaligus shock therapy kepada manajemen agar terbuka,”  kata Hendri Ehen.

Adapun pemain-pemain Kalteng Putra sudah tak berada di Palangka Raya. Ada yang memilih ke Jakarta, ada pula yang pulang ke kampung halamannya. Kabar beredar, Rabu (16/10) ini akan ada pertemuan antara perwakilan pemain dengan manajemen. Ini untuk memastikan kesiapan laga melawan PS Sleman.

Dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru (LIB), sekalu operator kompetisi, tidak tinggal diam. LIB tengah melakukan lobi kepada manajemen Kalteng agar pertandingan tetap bisa berlangsung. Pasalnya, kegagalan pertandingan karena adanya tunggakan gaji akan semakin memperburuk citra kompetisi yang sudah amburadul.

Namun, belum ada pernyataan resmi dari LIB dan manajemen Kalteng Putra. Publik sangat berharap, akan ada pengumuman yang meredam peristiwa ini. Bila tidak ditangani dengan baik, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) akan mengambil langkah tegas, seperti meminta penundaan kompetisi.* Noval Luthfianto 

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.