news
BASKET
Louvre Siap Debut di IBL 2019/20
15 October 2019 13:13 WIB
berita
Daniel Wenas jadi salah satu pilar Louvre (Dokumentasi IBL).
JAKARTA – Jumlah peserta Indonesian Basketball League (IBL) 2020 dipastikan bertambah menjadi sembilan klub, termasuk tim nasional (timnas) Indonesia. Minggu (13/10), manajemen IBL mengumumkan keikutsertaan Louvre Surabaya dalam kompetisi basket paling bergengsi di Tanah Air tersebut.

Menariknya, Louvre dikenal sebagai tim eSport. Perasaan ingin berbuat lebih untuk basket nasional, PT Herlangga International Group selaku pengelola, mendirikan tim bola keranjang. Sang pemilik, Erick Herlangga, menyatakan timnya serius pada musim pertamanya tampil di IBL.




Baca Juga :
- Hadapi Bima Perkasa, Pacific Caesar Surabaya Tangguh di Kandang
- Satria Muda Pertamina Tumpaskan Perlawanan Sengit Amartha Hangtuah


Erick mengatakan, saat ini, Louvre sudah mendapatkan lima pemain berpengalaman untuk memperkuat tim. Namun, hanya Daniel Wenas dan Kevin Moses Poetiray yang ua beberkan. Khusus untuk Wenas, berpotensi mengangkat daya tarik pencinta basket nasional terhadap Louvre.

Maklum, mantan kekasih Mikha Tambayong itu cukup digandrungi kaum hawa. “Kebetulan, tim yang dibela Wenas, musim lalu, Bogor Siliwangi, tidak bermain. Jadi, selain Wenas, kami juga merekrut rekannya di Siliwangi, Kevin Moses Poetiray,” ujar Erick kepada TopSkor, Senin (14/10).


Baca Juga :
- Pelita Jaya Menang Atas Satya Wacana Karena Main Tenang
- Konsistensi Jadi Kendala Amartha Hangtuah Saat Hadapi NSH Jakarta


Masih menurutnya, Louvre belum dapat membeberkan seluruh nama rekrutan karena ada beberapa yang masih dalam proses transfer. Namun, ia memastikan, pemain-pemain tersebut pasti bergabung. Hanya, baru sekitar Selasa (15/10) atau Rabu (16/10) Erick bisa mengumumkan.

Selain kelima nama yang sedang dalam proses kerja sama, Erick mengaku tengah mendekati tiga eks pemain CLS Knights Indonesia. Untuk diketahui, saat ini, CLS vakum dari seluruh kompetisi setelah keputusan mundur yang diambil oleh Managing Partner, Christopher Tanuwidjaja.

Salah satu yang diincar adalah shooting guard, Sandy Febiansyakh. Hanya, belum ada kesepakatan antara Louvre dengan Itop, sapaan Christopher. “Tiga pemain CLS ini di bawah naungan Pak Itop, pemilik (klub) Knights. Proses negosiasi masih jalan, semoga dalam waktu dekat semuanya jelas,” kata Erick.

Klaim Bedu

Sedangkan di kursi pelatih, Erick mengungkapkan pihaknya menjalin kesepakatan dengan arsitek Amartha Hangtuah, Andika Supriyadi Saputra. Kata dia, deal dengan sosok yang akrab disapa Bedu itu sudah terjalin, kemarin.

Pernyataan ini cukup mengagetkan sebab Bedu merupakan bagian dari rencana besar Hangtuah di bawah pimpinan Gading Ramadhan Joedo. Apalagi, Bedu baru membawa Hangtuah keluar sebagai runner-up Piala Raja 2019 di GOR Amongrogo, Yogyakarta.

Namun, Erick menegaskan kalau yang bersangkutan bakal bergabung dengan timnya. “Memang benar. Bedu kami pilih sebagai pelatih (Louvre) dan dia sudah sepakat untuk bergabung,” ia menuturkan.

Terkait pemilihan Bedu sebagai pelatih karena pria 30 tahun tersebut sukses saat menangani Hangtuah. Ia pernah membawa mantan timnya itu ke empat besar IBL 2017/18. Saat itu, Hangtuah tersingkir di tangan Satria Muda Pertamina Jakarta.

Sayang, saat dikonfirmasi, Hangtuah membantah soal kabar Bedu akan meninggalkan tim dan memperkuat Louvre. Bedu pun menyatakan belum membuat keputusan apa pun soal masa depannya.

Saat dihubungi, kemarin, Bedu tidak membantah jika Louvre memang mendekati. Tapi, ia belum memberikan jawaban. “Lihat saja lah minggu-minggu ini. Yang jelas, sekarang saya masih melatih Hangtuah,” kata Bedu.*KRISNA C. DHANESWARA

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news