news
MOTOGP
Ngotot Amankan Putaran Sisa, Honda Akui Ada Perubahan Strategi
11 October 2019 14:18 WIB
berita
Marc Marquez dan Alberto Puig (Istimewa).
AALST – Prinsipal Repsol Honda Alberto Puig menegaskan Marc Marquez tak akan mengendurkan tekanan pada empat putaran sisa MotoGP 2019. Meski sudah memastikan gelar juara dunia, masih ada target yang harus dicapai oleh pembalap asal Spayol tersebut musim ini.

Sekadar mengingatkan, Marquez mengunci gelar pada putaran ke-15 di Sirkuit Internasional Buriram, Thailand, Minggu (6/10). Ia memenanginya dengan finis terdepan usai bersaing dengan pembalap tim satelit Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, hingga putaran terakhir.




Baca Juga :
- Ini Bukti Persik Punya Masalah dengan Konsistensi Strategi
- Marc Marquez Ragukan Keputusan Pensiun Jorge Lorenzo karena Alasan Ini


“Hal terpenting memang memenangkan gelar juara tapi kami tahu bahwa Marc masih menginginkan kemenangan pada empat lomba sisa. Mungkin ada sedikit perubahan strategi tapi Marc seorang juara yang lapar kemenangan,” kata Puig seperti dilansir  Speedweek.com.

Pada beberapa lomba terakhir, Marquez cenderung berlomba dengan aman karena tak mau mengambil risiko. Ia hanya membuntuti pembalap di depan seperti yang dilakukan pada Grand Prix (GP) Thailand. Namun, ketika memiliki kesempatan, ia baru menyerang pada lap-lap terakhir.


Baca Juga :
- Keren! Baru Main 29 Menit di Inter, Ashley Young Sudah Bikin Assist untuk Lautaro
- Kasihan! Terkendala Birokrasi, Persis Solo Belum Bisa Pakai Mahanan


“Marc selalu menerapkan strategi sama dalam beberapa lomba terakhir, menekan di awal dan melihat siapa yang mampu mengikuti. Tapi, di Buriram, Quartararo mampu memberi tekanan hingga akhir. Marc menunjukkan kelasnya dan mampu bertarung untuk amankan kemenangan,” ujar Puig.

Puig pun mengaku terkesan dengan pertarungan antara Marquez dan Quartararo di tikungan dan lap terakhir. Hal yang sangat bagus karena tak membuat kedua pembalap dalam posisi berbahaya. Menurutnya, Marquez makin dewasa dalam mengambil setiap keputusan di trek.

“Lomba di Buriram sedikit lebih ketat dari yang kami bayangkan. Tapi, Anda dapat melihat kedua pembalap tahu batasan masing-masing. Padahal, persaingan seperti itu sungguh berisiko. Marc dan Fabio melakukan pengereman keras tapi manuver mereka tidak berbahaya,” ujar Puig.

Tahun ini, peluang Honda untuk mendapat tiga gelar cukup sulit. Saat ini, mereka ada di posisi kedua klasemen tim dengan 358 poin atau berjarak 19 angka dari Mission Winnow Ducati di posisi teratas. Itu karena performa Jorge Lorenzo yang belum sesuai harapan dan sulit finis di zona poin.

“Kami masih fokus klasemen konstruktor dan tim karena ini belum berakhir. Khusus untuk klasemen tim, kami masih harus mendapat banyak poin dan segalanya bisa terjadi. Semua masih bisa berubah dan kami berharap Lorenzo dapat membantu kami di sisa lomba musim ini,” kata Puig.

Honda dan Marquez menjadi kolaborasi tersolid, musim ini. Puig pun yakin dalam empat lomba berikutya, mereka masih bisa kompetitif. “Strateginya terus meraih kemenangan karena empat lomba sisa juga penting. Marc dan Honda selalu berusaha untuk mencapai target,” ia menuturkan.

MotoGP putaran berikutnya bakal digelar di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang, 20 Oktober mendatang. “Saya pikir, sambutan dari fan Jepang untuk juara dunia akan luar biasa. Pada beberapa tahun terakhir kami meraihnya di sana, tapi tentu saja kami akan merayakan gelar di sana,” ujar Puig.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati