news
BASKET
Trump Sebut Kerr dan Popovich Kaki Tangan Cina
11 October 2019 13:18 WIB
berita
Presiden AS Donald Trump.
WASHINGTON DC – Memanasnya hubungan antara NBA dan Cina akibat dukungan General Manager (GM) Houston Rockets Daryl Morey kepada demonstran Hong Kong membuat Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, angkat bicara. Belum lama ini, dirinya mengecam sikap dua pelatih ternama, Steve Kerr dan Gregg Popovich.

Sekadar mengingatkan, saat dimintai komentar soal cuitan Morey untuk aksi demontrasi itu, Kerr dan Popovich, bergeming. Padahal, pelatih Golden State Warriors dan San Antonio Spurs itu kerap mengkritik kebijakan Trump. Mereka dikenal vokal terhadap masalah-masalah sosial di Negeri Paman Sam.




Baca Juga :
- Durant Sudah Ikut Berlatih Bersama Skuat Warriors, tapi Masih Diragukan Tampil
- Dipermalukan Celtics di Kandang Sendiri Jadi Kekalahan Terburuk Warriors!


Trump berpendapat, apa yang diperlihatkan keduanya sebagai standar ganda yang sangat menjengkelkan. Bahkan, belum lama ini, politikus dari Partai Republik tersebut menyindir Kerr dan Popovich sebagai kaki tangan Cina. Pengaruh negara tersebut dalam kompetisi basket terbesar itu memang tergolong kuat.

“Ia (kerr) tidak menjawab apa pun, hanya mengatakan ‘oh.. oh... saya tidak tahu, saya tidak tahu’. Sepertinya ia memang tak tahu cara menjawab pertanyaan. Padahal, ia sering sekali mengatakan hal-hal yang buruk tentang AS,” ucap Trump seperti dikutip situs berita olahraga AS, ESPN, kemarin.


Baca Juga :
- Warriors Belum Kerahkan Kekuatan yang Sebenarnya
- Warriors Musim Ini Tak Bisa Dibandingkan dengan Bulls Zaman Jordan


Sedangkan untuk Popovich, Trump menganggap sikap menghindar yang diperlihatkan pelatih senior ini seolah tak ingin terlibat konflik dengan Cina. Untuk diketahui, belum lama ini, dirinya dimintai pendapat soal pernyataan Komisioner NBA, Adam Silver, yang menganggap cuitan Morey sebagai kebebasan berpendapat.

Apa yang diperlihatkan oleh pelatih tim nasional (timnas) AS dalam Piala Dunia FIBA 2019 itu tak mencerminkan jiwa nasionalis. “Popovich tak menampakkan perasaan takut saat dimintai komentar. Namun, biasa saat dimintai pendapat soal Cina. Padahal, ia selalu berkata buruk tentang AS. Ini menyedihkan,” kata Trump.

Memanasnya hubungan antara NBA dan Cina memang berpotensi melebar ke arah lebih besar seperti perang dagang yang melibatkan AS dan negara tersebut. Apalagi, Cina merupakan pasar terbesar NBA di luar Negeri Paman Sam. Jika akhirnya Silver gagal meredam masalah ini, pendapatan NBA terancam menurun drastis.

Sebagai contoh, pernyataan Morrey soal dukungan terhadap Hong Kong menimbulkan dampak buruk terhadap Rockets. Beberapa sponsor dari Cina memilih untuk menarik diri. Bahkan, beberapa toko apparel di Cina, tak lagi menaruh jersey atau pun produk olahraga dari Nike, yang notabene salah satu symbol AS.  

Dukungan yang dikemukakan Silver terhadap Morey dengan dasar kebebasan berpendapat makin membuat Cina murka. Salah satu stasiun televisi Cina, CCTV, memilih membatalkan tayangan dua pertandingan pramusim NBA, di antaranya LA Lakers melawan Brooklyn Nets.

Perusahaan telepon seluler (ponsel) Cina, VIVO, juga batal mensponsori pertandingan Lakers dengan Nets di Shanghai. Yang terbaru, Lakers juga membatalkan acara NBA Cares di Shanghai, beberapa jam sebelum acara dimulai. Padahal, NBA Cares bertujuan mendukung Specialist Olympics.

Program tersebut dibuat untuk penyandang tuna grahita. Sebelumnya atau Selasa (8/10), NBA Cares yang menjadikan Brooklyn Nets sebagai pengisi acara juga dibatalkan oleh Pemerintah Cina. Acara tersebut rencananya digelar di Pusat Pendidikan Shanghai.

Meski dibatalkan, NBA tetap menyumbang komputer ke pusat pendidikan yang dimaksud. Di sisi lain, Silver berjuang keras memulihkan pasar NBA di Cina. Untuk diketahui, Lakers dan Nets akan bertanding di Shenzen Universiade Center, Sabtu (12/10).

Namun, akibat situasi yang terjadi belakangan, NBA pun membatalkan acara konferensi pers yang seharusnya digelar, Rabu (9/10). “Mengingat situasi yang kurang menyenangkan, sesi media kami tunda dulu,” Silver menuturkan.*KRISNA C. DHANESWARA DARI BERBAGAI SUMBER

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news