news
FORMULA 1
Pembalap F1 Khawatir Dampak Topan Super
11 October 2019 13:10 WIB
berita
Ilustrasi GP Jepang 2018.
SUZUKA –  Topan Super Higibis yang diprediksi menghantam sebagian besar wilayah Jepang benar-benar menghantui pembalap Formula 1 (F1). Ini menyusul besarnya dampak yang ditimbulkan dari badai tersebut untuk rangkaian lomba, akhir pekan ini. Bahkan, ada usul kualifikasi dilangsungkan Minggu (13/10) atau sebelum lomba.

Sebagaimana diinformasikan pemerintah setempat, Topan Super Higibis berkecepatan 144,8 km/jam dan akan tiba, Sabtu (12/10). Angin kencang tersebut dibarengi hujan deras dan bisa berdampak langsung dengan aktifitas di Sirkuit Suzuka, Jepang. Bahkan, dua laga Piala Dunia Rugby, terpaksa dibatalkan karena alasan keamanan.




Baca Juga :
- Respon Pembalap Formula 1 Terkait Pembatalan GP Australia
- Komentar Petinggi F1 Mengenai Peningkatan Jumlah Penonton di Musim 2019


Jika mengacu pada jenis olahraga, ajang balap jet darat tersebut jelas memiliki risiko lebih besar. Dalam kondisi hujan normal, para pembalap bisa dengan mudah tergelincir. Apalagi jika ditambah cuaca ekstrem. Trek yang tergenang membuat daya cengkram ban tak maksimal, serta hembusan angin menyulitskan pergerakan mobil di lintasan. 

Menanggapi ini, beberapa pembalap F1 mempercayakan sepenuhnya kepada panitia Grand Prix (GP) Jepang yang dinilai lebih berpengalaman dalam menangani bencana alam. Mereka meyakini, penyelenggara sudah memikirkan dengan matang dampak yang mungkin ditimbulkan dari Topan Super Higibis. Berikut di antaranya:


Baca Juga :
- Rapot Formula 1 Musim 2019: Ada Sedikit Kenaikan dari Segi Penonton
- Cepat Rilis Mobil Jadi Strategi Ferrari Jelang F1 2020


Charles Leclerc - Scuderia Ferrari Mission Winnow

Buat saya, segalanya jelas. Jika badai datang, tak ada alasan bagi kami untuk berlomba. Saya memang baru satu setengah tahun berkecimpung dalam F1 tapi mereka selalu mengutamakan keamanan. Mereka selalu bertanya tentang kondisi trek meski kami berada di mobil. Jadi, saya senang dengan itu

Max Verstappen - Red Bull Racing

Saat ini, tidak benar-benar terlihat bahwa badai akan terjadi, Sabtu. Semoga, Minggu, cuaca baik-baik saja. Tapi, kita lihat saja bagaimana akhirnya.

Nico Hulkenberg - Renault

Dalam beberapa tahun terakhir, kami tak bisa berlomba dalam kondisi hujan karena tak aman. Terlebih ketika ada angin besar, benar-benar berisiko. Kami bisa saja berdebat dan mendiskusikan ini tapi, saya rasa, kami harus menunggu dan melihat apa yang sebenarnya bakal datang ke sini, buruk atau tidak, baru membuat keputusan tepat. Ada banyak fan di sini yang ingin melihat kami berlomba. Saya pikir, kami harus mencoba dan membuat akhir pekan ini berkesan.

Carlos Sainz Jr - McLaren

Hockenheim jadi contoh yang bagus, setidaknya kami membutuhkan lima lap untuk mengetahui bahwa trek cukup basah hingga pembalap di barisan tengah mengatakan bahwa lomba aman. Barulah bendera hijau dapat dikibarkan. Jika seperti itu tidak masalah bagi saya.

Sebastian Vettel - Scuderia Ferrari Mission Winnow

Semua orang tak ingin menempatkan dirinya dalam bahaya. Jadi, saya pikir, kami harus memastikan segalanya. Memang ada ramalan cuaca tapi seberapa besar potensi ramalan dapat berubah? Saya pikir, kami perlu melihat apa yang terjadi di sepanjang akhir pekan.

Pierre Gasly - Red Bull Toro Rosso Honda

Saya memiliki kenangan buruk soal badai di Super Formula! Semua orang di Honda dan Red Bull tahu bahwa selalu ada badai. Tapi, sepertinya, yang satu ini cukup besar. Mari kita lihat apa yang terjadi.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news