news
LIGA 1
Hasil Imbang Merugikan Dua Tim asal Kalimantan Ini
07 October 2019 13:25 WIB
berita
Aksi pemain Kalteng Putra Yan Pieter Nasadit (kiri) saat menghadapi Barito Putera Sabtu (5/10)/Foto: PT LIB
PALANGKARAYA – Kalteng Putra dan Barito Putera gigit jari. Target memenangi derbi Kalimantan tidak bisa dicapai. Kedua tim harus berbagi angka, buntut hasil imbang 1-1 di Stadion Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, dalam lanjutan Liga 1 2019 Sabtu (5/10) lalu. Hasil imbang itu jadi mimpi buruk kedua tim.

Sebab saat bersamaan, Semen Padang sukses membenamkan tuan rumah Perseru Badak Lampung FC 1-0. Tambahan tiga poin membuat Kabau Sirah jadi yang terdepan untuk mengudeta Laskar Isen Mulang dan Laskar Antasari untuk beringsut dari dasar klasemen sementara.




Baca Juga :
- Sentuhan Dramatis dan Kreatif dalam Perkenalan Pemain Baru Liga 1 2020
- Djanur: Umainalo dan Abdul Rahman ke Barito, Itu Saja Dulu Bocorannya




"Sangat disayangkan kami gagal raih kemenangan kandang. Padahal gairah dan antusiasme pemain sangat tinggi untuk keluar dari zona degradasi. Kami kurang beruntung karena susah cetak gol ke gawang lawan. Justru pemain kami menorehkan gol bunuh diri (Kevin Gomes)," kata pelatih Kalteng Putra, Gomes Oliviera.

Ke depan, Gomes berharap anak asuhnya tidak melakukan kesalahan fatal yang menyebabkan kemenangan di depan mata melayang. Melulu karena Laskar Isen Mulang belum mendapatkan formula jitu untuk kembali ke jalur kemenangan.


Baca Juga :
- Borneo FC, Klub Malaysia, hingga Empat Tim Liga 1 Berebut Tanda Tangan Renan Silva
- Hadapi Borneo FC, Persipura Memburu Kado Natal untuk Warga Papua


 "Ya, pemain harus bisa tampil kompetitif. Sebab selama ini saya melihat mereka tidak pernah putus asa dalam kondisi apa pun," kata pria berpaspor Brasil itu. Gomes optimistis masih bisa menggendong timnya keluar dari zona merah.

"Kompetisi belum selesai. Siapa yang degradasi belum ada kepastian. Jadi kami berjuang saja sampai kompetisi usai," ujar mantan pelatih Madura United itu. Barito pun punya dilema yang sama. Mereka masih diliputi rasa cemas.

"Obsesinya, di mana pun bertanding, kami menyunting kemenangan. Tambahan tiga poin bakal menambah keyakinan untuk melewati ancaman berbahaya ini. Tapi melihat perjuangan pemain, satu poin ini pun kami syukuri," ujar pelatih Barito, Djadjang Nurdjaman.

Ia menilai tiga pemain pelapis sebagai ganti pemain yang dipanggil timnas, tampil impresif. Bisa mengimbangi permainan rekan-rekannya dan membuat skema permainan menyerang yang dikembangkan Djanur sangat mencair, sehingga optimisme pun tetap merebak.

“Mereka bisa memberi warna dan membantu tim. Kekurangan kami tinggal dalam penyelesaian akhir. Banyak peluang tapi sulit cetak gol," ucap Djanur, sapaan akrabnya.*Dani Wihara

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news