news
TOP INTERVIEW
Naik Turun Bukit Jam 1 Siang Jadi Modal Dodi Alexvan Djin ke Timnas U-23
03 October 2019 13:24 WIB
berita
BOGOR -  Nama Dodi Alexvan Djin memang jarang terdengar. Namun kiprahnya dalam kompetisi Liga 2 bersama Persik Kediri membuat pelatih timnas U-23 Indra Sjafri kepincut hingga memasukan namanya dalam daftar awal 40 pemain untuk SEA Games 2019 mendatang. Dodi bahkan sudah tiga kali dipanggil untuk mengikuti TC termasuk saat ini di Bogor. Kini, dalam persiapan timnas U-23 jelang bertolak ke Cina, ia pun begitu berharap bisa menembus skuat utama Garuda Muda. Berikut wawancara eksklusif Alex bersama TopSkor:

 




Baca Juga :
- Timnas U-19 Latihan Perdana, Begini Hasil Pantauan Pelatih Shin Tae Yong
- Liga 1 2020 Dua Wilayah? Ini Tanggapan Klub




Bagaimana Anda memulai karier sepak bola dari usia dini?

Di kampung saya, Sarau, Halmahera Barat, Maluku Utara, sepak bola bukan olah raga favorit. Tak ada dengungnya sama sekali. Jangankan turnamen, tim sepak bola pun tidak ada. Jadi saya hanya berlatih sendiri di dekat-dekat rumah, itu pun tanpa pelatih. Saya hanya bermain dengan tim sekolah sejak saat itu.


Baca Juga :
- Liga TopSkor U-16: Grande Partita di Gunung Sindur
- Preview Liga TopSkor Transtama U-15: Papan Tengah Memanas


 

Lalu Anda bisa sampai tahap seleksi timnas U-23 saat ini....

Ya memang butuh perjuangan yang tidak sebentar dan pastinya keras. Untuk bisa bersaing saya meningkatkan keunggulan dari segi fisik. Di kampung, sejak usia sekolah saya sering berlari naik turun bukit jam 1 siang. Itu satu-satunya modal yang saya miliki.

Menjadi bek tengah memang pilihan Anda sejak dulu?

Tidak, awalnya saya berposisi sebagai bek sayap kiri atau kanan. Tapi saat di tim SMA, pelatih melihat potensi saya lebih cocok bermain di jantung pertahanan. Karena saya dianggap memiliki kekuatan dalam berduel satu lawan satu.

Siapa orang yang paling berjasa terhadap karier Anda?

Banyak, orangtua pastinya dan rekan satu tim saya di Persik Kediri, Risna Prahalabenta. Dia yang memperkenalkan saya dengan manajemen Persik sehingga saya mendapat kontrak profesional pertama di sana. Sampai sekarang, kami berdua dipercaya bahu membahu menjaga lini belakang Persik.

Bagaimana Anda melihat persaingan di lini belakang timnas U-23, ada Bagas Adi, Nurhidayat, Andi Setyo, Rachmat Irianto yang semuanya bermain di Liga 1?

Setiap pemain harus mempunyai kepercayaan dirinya masing-masing. Jangan merasa sudah kalah bersaing sebelum mencoba memberikan segala upaya. Saya selalu optimistis.

Seberapa optimistis Anda bisa menembus skuat utama?

Yang pertama ya usaha dulu. Saya akan mengeluarkan semua kemampuan saya di setiap sesi latihan dan memberikan yang terbaik. Harapan saya supaya mendapat tempat di timnas U-23 asuhan Indra Sjafri

Bagaimana Anda melihat sosok pelatih Indra Sjafri?

Saya sudah tiga kali dipanggil untuk seleksi. Jadi saya tidak ingin membuang kesempatan ini. Coach Indra pelatih yang cukup fair saya pikir. Dia akan memilih pemain yang memang benar-benar dibutuhkan untuk timnya. Semoga saya salah satunya.

Ada target pribadi?

Tidak. Saya cuma ingin terus melanjutkan karier sebaik mungkin dan berjuang keras membawa Persik kembali ke kompetisi teratas sepak bola Indonesia, Liga 1 musim depan.*FURQON AL FAUZI

 

 

BIODATA

DODI ALEXVAN DJIN

Lahir: Sarau, 31 Desember 1998

Klub: Persik Kediri

Posisi: Bek Tengah

 

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news