news
TOP FEATURE FOOTBALL
Selalu Ada Tempat bagi Talenta Muda di Liga Primer
02 October 2019 15:04 WIB
berita
Cesc Fabregas menjadi contoh sukses pemain muda yang kemudian menjadi legenda bersama Arsenal di Liga Primer./Istimewa
MUSIM ini bisa dibilang menjadi momentum bagi para pemain muda di Liga Primer. Tim-tim elite membuka pintu lebih lebar untuk mereka unjuk gigi. Mulai dari Liverpool FC hingga Chelsea FC. Tren tersebut telah terlihat sejak pekan awal pada Agustus lalu hingga minggu ketujuh kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris itu bergulir.

Pelatih anyar Chelsea Frank Lampard adalah yang paling lebar memberikan jalan bagi pemain muda. Ia percaya penuh dengan alumnus akademi The Blues seperti gelandang serang Mason Mount, 20 tahun, dan striker Tammy Abraham, 21. Keduanya bahkan telah memastikan posisinya dalam susunan starter Chelsea setiap pekan.




Baca Juga :
- Lampard Hindari Transfer Spontan, tapi Kalau Ada yang Cocok Oke
- Inter dan Giroud Sudah Sepakat, tapi Tunggu Pemain Ini Pergi untuk Bisa Merapat




Kepercayaan Lampard dibayar dengan performa impresif. Abraham telah menyumbang tujuh gol, sementara Mount telah menorehkan tiga gol di Liga Primer. Dari Emirates, pelatih Arsenal FC Unai Emery pun memberikan kesempatan lebih banyak bagi pemain-pemain junior The Gunners untuk promosi ke tim utama.

Gelandang Joe Willock, 20, dan penyerang Bukayo Saka, 18, merupakan dua di antaranya. Sementara pelatih Liverpool FC Juergen Klopp telah memainkan dua bintang muda, Rhian Brewster, 19, dan Harvey Elliott, 16, saat menghadapi Milton Keynes (MK) Dons FC di ajang Piala Liga (Carabao Cup), tengah pekan lalu.


Baca Juga :
- 5 Sayap Muda Terbaik di Eropa
- Pierre-Emerick Aubameyang Terganjal Sanksi 3 Pertandingan, Begini Recana Arteta


Manchester United FC (MU) pun melakukan hal serupa. Pelatih Ole Gunnar Solskjaer bahkan mengklaim ingin membangun Setan Merah dengan fondasi pemain muda. Dan itu bukan sekadar omong kosong. Pemain seperti Mason Greenwood, 18, Tahith Chong, 19, dan Angel Gomes, 19, sudah bergabung dengan tim senior.

Sebenarnya, memberikan talenta muda kesempatan tampil bukan hal baru. Ini telah rutin dilakukan klub-klub papan atas Inggris setiap musimnya. Nama mereka bahkan menjadi sorotan ketika mampu mencetak gol dalam usia muda di Liga Primer. Hanya saja, tidak selalu dari mereka berhasil bertahan.

Cesc Fabregas adalah salah satu yang sukses meniti kariernya di skuat utama sejak berusia 16 tahun. Pemuda asal Spanyol itu mendapatkan tugas berat di London Utara, mengisi kekosongan yang ditinggalkan kapten dan gelandang legendaris The Gunners, Patrick Vieira.

Namun Fabregas berhasil melakukannya. Ia menjadi pemain termuda Arsenal yang mampu mencetak gol di Liga Primer, yakni dalam usia 17 tahun 114 hari. Rekor itu dibukukannya pada Agustus 2004 silam saat membantu The Gunners membungkam Blackburn Rovers FC, 3-0.       

Bukan hanya Arsenal yang memiliki pencetak gol muda di Liga Primer. Anggota The Big Six (enam besar) lainnya pun punya wakil. Penyerang asal Finlandia, Mikael Forssell menjadi anggota termuda Chelsea saat menjebol gawang Nottingham Forest FC pada 1999. Kala itu, ia berumur 17 tahun, 342 hari.

Liverpool pernah memiliki striker muda fenomenal bernama Michael Owen. Namanya menjadi perhatian setelah mencetak gol untuk The Reds saat duel dengan Wimbledon FC, Mei 1997. Saat itu, Owen masih 17 tahun 144 hari. Dari situ, ia sukses menembus timnas Inggris serta bermain untuk raksasa Spanyol, Real Madrid CF.

MU diwakili Federico Macheda, pencetak gol termuda mereka, 17 tahun 226 hari, saat melawan Aston Villa FC pada 2009. Tottenham Hotspur FC punya Andy Turner, yang mencetak gol di Liga primer pada umur 17 tahun 166 hari. Sementara Micah Richards melakukannya untuk Manchester City FC kala berusia 18 tahun pada 2006 lalu.*      

 

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news