news
TOP FEATURE FOOTBALL
Putri-putri Milenial Ini Tidak Takut Menghitam demi Persebaya
02 October 2019 15:50 WIB
berita
Seleksi Persebaya Putri di Lapangan Desa Ngelom, Taman, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (1/10)/Foto: M Bahrul Marzuki
LAPANGAN sepak bola yang terletak di Desa Ngelom, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, mendadak ramai pada Selasa (1/10) pagi. Ratusan remaja putri berkumpul di lapangan tersebut dengan jumlah sekitar 200 orang.

Mereka semua hadir untuk mengikuti seleksi pembentukan tim Persebaya putri. Inilah untuk kali pertama Persebaya menggelar seleksi untuk Kaum Hawa. Sebab, tahun ini Bajul Ijo dipastikan juga mengirim tim putri untuk mengikuti kompetisi Liga 1 Putri 2019 yang rencananya kick-off 6 Oktober mendatang.




Baca Juga :
- Seluruh Lapangan Ditutup, Tim Persib Putri Akhirnya Dibubarkan
- Kualitas Tidak Diragukan, 99 Persen Skuat Juara Persib Putri Akan Dipertahankan


Panas matahari yang begitu terik sekitar pukul 09.00 WIB tidak menyurutkan semangat mereka untuk keluar bermandikan peluh di lapangan. Dengan begitu antusias, satu per satu dari mereka mengikuti instruksi yang disampaikan oleh pelatih Ridwan Anwar.

Semua dari mereka yang hadir diminta langsung praktik bermain sepak bola oleh sang pelatih. Sekali berlaga, waktu yang diberikan 30 menit saja. Dengan waktu yang singkat itu satu per satu dari para remaja putri tersebut harus memberikan kemampuan teknik terbaiknya.


Baca Juga :
- Usai Juara Liga 1 Putri, Persib Tertarik Menggaet Bintang Arema Putri
- Leg Pertama Final Liga 1 Putri, Persib Membuka Harapan bagi Bobotoh dan Manajemen


Bahkan, tidak jarang terdengar suara kaki beradu begitu keras terdengar dari pinggir lapangan. Salah satu remaja putri yang mengikuti seleksi itu adalah Cici Santika. Demi bisa masuk skuat Bajul Ijo Putri, ia bahkan mengaku rela meninggalkan kegiatan sekolah.

"Sebenarnya saat ini ujian. Tapi saya tinggal. Sudah izin sama sekolah dan orangtua," ujarnya usai seleksi. Ke depan ia berharap agar bisa terjun sebagai pemain profesional. Bagi Cici jadi pemain bola merupakan kehidupan yang sangat menarik. "Bisa pergi ke mana-mana. Bahkan kalau dipanggil timnas nanti bisa ke luar negeri," ujarnya.

Ditanya soal tidak takut hitam terkena terik matahari, Cici menjawab dengan santai. "Nanti kalau jadi pemain profesional kan tidak usah khawatir. Uang dari hasil bermain sepak bola bisa buat perawatan kulit kembali," remaja 17 tahun ini menambahkan.

Persiapan Persebaya Putri mengikuti kompetisi Liga 1 Putri ini boleh dibilang sangat mepet. Sebab pada Kamis (3/10) besok tim sudah harus terbentuk dan mendaftarkan nama pemain. Sehingga, pelatih hanya punya waktu dua hari untuk menentukan skuatnya.

"Persiapan waktu kami memang terbatas. Jadi kami seleksi hari ini (kemarin) dan besok saja. Pada Kamis kami sudah harus membentuk kerangka tim dari nama-nama yang didaftarkan itu," ujar Ridwan.

Meskipun terbilang mepet, Ridwan tidak khawatir dengan kualitas pemain. Sebab di Surabaya menurut dia banyak perempuan yang suka bermain sepak bola maupun futsal. "Saya tetap optimis," ujarnya. Hanya saja, Ridwan mengaku tidak berani menargetkan timnya juara dengan persiapan yang begitu mepet ini. "Kalau kami memasang target khawatirnya nanti pemain malah terbebani," ia menjelaskan.

Persebaya bergabung dalam Grup B pada Liga 1 2019 bersama Arema FC, Bali United, Persipura Jayapura, dan PSM Makassar. Sedangkan Grup A diisi Persija, Persib, Tira Persikabo, PSS Sleman, dan PSIS Semarang.*M. Bahrul Marzuki

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news