news
LIGA ITALIA
Obyek Misterius yang Memikat Mancini
02 October 2019 12:40 WIB
NAPOLI – Sebelum bergabung dengan SSC Napoli, Giovanni Di Lorenzo merupakan obyek misterius. Fullback tersebut bergerilya di berbagai tim kecil sejak terjun ke dunia sepak bola profesional pada 2010. Dia bergabung dengan Reggina, Cuneo, Matera dan pintu ke level atas terbuka ketika berkiprah di Empoli FC.

Talenta Di Lorenzo memikat Direktur Olahraga Cristiano Giuntoli sehingga melapor kepada Presiden Napoli Aurelio Di Laurentiis. Patron klub pun menyempatkan diri untuk memantau performa target mercato itu lewat televisi, pertandingan Empoli-Torino FC. Dia merestui rencana akuisisi pesepak bola 26 tahun itu dan segera mengontak agen pemain, Mario Giuffredi. Tak butuh waktu lama, negosiasi selesai dalam waktu singkat dan disepakati harga 10 juta euro (sekira Rp154 miliar).




Baca Juga :
- Manchester United Dekati Fullback Andalan Napoli, Pilihan Tepat?
- Milik Sediakan Makanan dari Restoran Milknya untuk Membantu Memerangi Virus Corona


Di bawah Carlo Ancelotti, Di Lorenzo makin piawai mengawal sayap kanan pertahanan. Dia tak tergantikan dalam enam laga (5 Seri A dan 1 Liga Champions) dan menciptakan satu gol. Penampilannya itu rupanya mencuri perhatian pelatih tim nasional Roberto Mancini. Bek itu berpeluang menjalani seleksi Gli Azzurri untuk kualifikasi Piala Eropa 2020, lawan Yunani dan Liechtenstein.

“Saya mengenal Di Lorenzo. Bukan kebetulan kalau dia dipanggil ke Coverciano tahun lalu. Saya tidak perlu sebuah pertandingan untuk mengetahui nilainya. Dia berkualitas, masih muda, hanya perlu mencari pengalaman di level tertentu. Saya kira dia akan jadi pemain masa depan timnas,” ujar Mancini dalam wawancara dengan Il Mattino. Sebelum memutuskan, pelatih telah mengutus wakilnya, Giulio Nari, ke Stadion San Paolo, untuk menonton laga Napoli-Brescia Calcio, Minggu (29/9).


Baca Juga :
- Mulai Menggila! Atletico Madrid Bidik Dua Bintang Napoli
- Italia Lockdown, Gattuso Bandel Mau Kembali Gelar Latihan Napoli


Di Lorenzo akan diuji coba untuk menjadi solusi di sayap kanan. Sektor ini selama beberapa tahun menjadi salah satu sumber masalah timnas. Sebelumnya, Mancini terpaksa memasang Alessandro Florenzi, Cristiano Piccini dan bek sentral Armando Izzo. Namun, kinerja mereka kurang memuaskan.

Sementara Di Lorenzo, selain menguasai sisi kanan pertahanan, dia juga bisa didapuk untuk mengisi empat posisi lain. Bek sayap kanan dan kiri, gelandang luar kanan dan kiri serta difensore sentral. Pemilik kostum nomor 22 I Partenopei tersebut juga mampu berlari sangat kencang. Dalam duel versus Brescia, kecepatan larinya 30,69 km perjam. Di Lorenzo juga melakukan empat penyelamatan untuk menghindarkan gawang David Ospina dari bencana.* Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news