news
INFOGRAFIS
Lukaku Siap Memangsa Lazio
25 September 2019 13:51 WIB
berita
Striker FC Internazionale Romelu Lukaku jawab kritik dengan gol.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Gol adalah cara paling cepat untuk menaklukkan hati tifosi. Itulah yang sedang dilakukan Romelu Lukaku bersama FC Internazionale saat ini. Tiga kali merobek gawang lawan dalam empat pertandingan Seri A, striker asal Belgia itu langsung jadi idola publik Giuseppe Meazza. Setelah US Lecce, Cagliari Calcio, dan AC Milan, kini Lukaku mengincar jala SS Lazio dalam duel Rabu (25/9) malam atau Kamis dini hari WIB.

Sambutan luar biasa pasca jadi pahlawan derbi, akhir pekan lalu, menggambarkan betapa tifosi menghargai kontribusui Lukaku sejak bergabung dari Manchester United FC (MUFC). Namun, bukan itu saja yang membuatnya dicintai. Totalitas sang pemain di luar lapangan juga jadi perhatian. Salah satunya kesediaan belajar dan berkomunikasi menggunakan Bahasa Italia.




Baca Juga :
- Jose Callejon Tujuh Tahun di Napoli Mencetak Gol dengan Cara yang Sama
- Peraih Sepatu Emas Eropa yang Menyingkirkan Ronaldo dan Messi Ini Dilirik Calon Pemilik Newcastle


Dia baru datang pada awal Agustus, tapi seperti sudah lama menetap di Negeri Piza. Lihat saja betapa fasih Lukaku menjalani wawancara dengan media setelah pertandingan lawan Milan. Tak ada pelajaran khusus, hanya kemauan dan insting. Dia menyimak siaran televisi, membuka situs web lokal, bahkan berlangganan surat kabar. Semua dilakukan agar segera menguasai Bahasa Italia.

Dia tidak hanya mengamati, tapi juga mengajak para pemain dan staf pelatih Inter berbincang secara aktif dengan Bahasa Italia. Bagi Lukaku, hal ini sangat penting. Dia ingin memahami instruksi taktik Antonio Conte secara menyeluruh, juga berdialog dengan rekan setim di lapangan. Tambahan lain, Romelu bisa mendengarkan apa yang diucap bek lawan ketika mengawalnya, untuk memikirkan antisipasi terbaik.


Baca Juga :
- Immobile Kagum dengan Simone Inzaghi, Beruntung Tidak Dibajak Juventus
- INFOGRAFIS: Banyak yang Meragukan Andrea Pirlo


Saat melawan Lazio, Lukaku akan kembali jadi ujung tombak andalan. Yang berbeda mungkin pendampingnya di lini depan. Conte bisa saja mengganti Lautaro Martinez dengan Alexis Sanchez, atau merubah sedikit pola bermain jadi 3-4-2-1. Dalam formasi ini, Lukaku akan dibantu dua trequartista, yakni Stefano Sensi dan Matteo Politano. Artinya, Inter akan tampil dengan pendekatan lebih ofensif.

Beberapa debutan juga bisa tampil dalam laga di Meazza, seperti Cristiano Biraghi di sisi kiri menggantikan Kwadwo Asamoah, atau Alessandro Bastoni mengisi satu dari tiga bek sentral. Namun, Conte tentu tak mau terlalu banyak melakukan perubahan dan mengganggu stabilitas tim. Pasalnya, lawan mereka adalah Lazio, tim yang tak kalah dalam dua kunjungan terakhir ke Giuseppe Meazza.

Lazio memperlihatkan performa inkonsisten pada awal musim ini, tapi tetap masih punya kualitas untuk memberi kejutan. Mereka baru saja bangkit lewat kemenangan atas Parma Calcio, akhir pekan kemarin, sekarang ingin melanjutkan rapor positif. Ciro Immobile masih merupakan ancaman terbesar, walaupun sempat berselisih dengan pelatih Simone Inzaghi. Empat golnya dalam empat laga Seri A membuktikan striker tim nasional Italia itu selalu fokus ketika berada di lapangan.

Dengan taktik yang hampir mirip, pertarungan lini tengah juga jadi penting. Pasukan Inter perlu mematikan pergerakan Sergej Milinkovic-Savic dan Luis Alberto, pasangan kreator permainan Lazio. Kedua gelandang ini juga tak jarang mencatatkan nama di papan skor, seperti yang dilakukan Milinkovic-Savic di Meazza musim lalu: mengandalkan postur kokoh untuk memenangkan duel udara.

“Kami akan bermain dalam atmosfir penuh intimidasi dari tifosi Inter, perlu mengerahkan kemampuan terbaik. Kami sudah mempersiapkan segalanya, sekarang tinggal fokus dan tenang,” ujar Inzaghi. “Conte? Dia adalah pelatih hebat. Sudah pasti pertandingan nanti akan sangat menantang. Kami harus siap menghadapi level seperti ini sepanjang musim.”*** Dari berbagai sumber

 

INTER (3-4-2-1)
1 Handanovic; 2 Godin, 6 De Vrij, 37 Skriniar; 87 Candreva, 8 Vecino, 77 Brozovic, 34 Biraghi; 16 Politano, 12 Sensi; 9 Lukaku;
Cadangan: 27 Padelli, 13 Ranocchia, 33 D’Ambrosio, 23 Barella, 5 Gagliardini, 7 Sanchez, 10 Martinez;
Pelatih: Antonio Conte

LAZIO (3-5-2)
1 Strakosha;15 Bastos, 33 Acerbi, 3 Felipe; 77 Marusic, 21 Mlinkovic-Savic, 6 Leiva, 10 Alberto, 19 Lulic;
11 Correa, 17 Immobile;
Cadangan: 23 Guerrieri, 93 Vavro, 4 Patric, 16 Parolo, 22 Jony, 29 Lazzari, 20 Caicedo;
Pelatih: Simone Inzaghi

 

X
Penulis
Xaveria Yunita