news
LIGA 1
Ironi Barito Putera saat Kandang dan Tandang
20 September 2019 15:16 WIB
berita
Laga Barito Putera (kostum hitam) saat menghadapi Bhayangkara FC belum lama ini/Foto: Ady Sesotya
BANDUNG – Saat tandang performa Barito Putera lumayan. Dua laga tandang terakhir Liga 1 2019 Laskar Antasari sukses mengoleksi empat angka. Sebaliknya, saat tampil di depan publik kehebatan mereka menguap.

Teraktual di Stadion Demang Lehman, Martapura, Banjarmasin, Rabu (18/9) lalu Barito diempaskan Bhayangkara FC 1-4. Skor kekalahan yang kelewat besar untuk tim yang ditaburi bintang-bintang timnas Indonesia.




Baca Juga :
- Djanur: Umainalo dan Abdul Rahman ke Barito, Itu Saja Dulu Bocorannya
- Preview Barito Putera vs PSM Makassar, Dua Tim yang Bertekad Bangkit




"Jangankan orang lain, saya yang bersama pemain setiap hari, kaget dengan kekalahan besar itu. Beda sekali cara main di kandang dan tandang. Saat tandang, semua kapasitas teknik pemain bisa keluar. Di kandang sebaliknya. Mental tanding pemain malah surut," kata pelatih Barito, Djadjang Nurdjaman, Kamis (19/9).

Anak asuhnya, menurut Djanur, sapaan akrabnya, seperti kehilangan kepercayaan diri saat manggung di depan publik sendiri. Rasa takut kalah lebih besar daripada keinginan bermain lepas dan menang. "Mungkin masih ada trauma sedikit. Sebab sebelumnya putaran pertama banyak kalah di kandang," ujar Djanur.


Baca Juga :
- Bungkam Barito Putera, Semen Padang Terdongkrak dari Posisi Juru Kunci
- Barito Putera Waspadai Rekor Tandang Semen Padang


"Keputusan wasit yang menyatakan pemain kami melakukan pelanggaran berat juga menambah derita Barito. Permainan semakin terganggu dengan keluarnya kartu merah buat Bayu Pradana dan Nurzaidin. Habislah kami di hadapan Bhayangkara," legenda Persib Bandung itu menambahkan.

Masalah itu sebenarnya sudah diperhitungkan Djanur. Bahkan menjadi pekerjaan rumah  utamanya ketika pertama kali menangani Evan Dimas dan kawan-kawan. Tapi nyatanya, tidak mudah menyembuhkan “luka mental" anak asuhnya. Harus pelan-pelan dan terus-menerus sepanjang putaran kedua.

"Saya harus lebih intensif lagi menyentuh hati pemain. Meminta melupakan segala yang membebani pemain, terutama saat manggung di rumah sendiri. Kemudian melupakan semua yang tidak produktif dan optimististis menatap ke depan," ujara mantan pelatih Persib dan Persebaya Surabaya itu.

Tapi, secara terbuka Djanur mengakui kekalahan telak dari Bhayangkara FC membuat perjalanan timnya lolos dari zona degradasi semakin berat. Timnya sudah kehilangan momen penting untuk sejenak keluar dari zona merah saat menjamu Bhayangkara FC. Tambah lagi laga berikutnya jumpa Persija Jakarta yang sedang bangkit.

"Kuncinya saat ini pemain sesegera mungkin melupakan kegagalan yang lalu dan percaya diri Barito belum habis. Yakin ada jalan mulus untuk kami keluar dari zona degradasi. Itu yang harus terus disemai dalam hati dan jadi mindset pemain," ucap pelatih kelahiran Majalengka, 30 Maret 1959, itu.*Dani Wihara

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news