news
UMUM
PSSI Tidak Pernah Sedekat Ini dengan FIFA
19 September 2019 14:21 WIB
berita
JAKARTA - Perwakilan FIFA telah menyelesaikan inspeksi terhadap lima dari 10 stadion di Indonesia yang diajukan PSSI dalam bidding tuan rumah Piala Dunia (PD) U-20 2021. Adapun 10 stadion yang diajukan sebagai venue PD U-20 2021 yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Wibawa Mukti Cikarang, Pakansari Bogor, Patriot Bekasi, si Jalak Harupat Bandung, Jakabaring Palembang, Stadion Manahan Solo, Mandala Krida Yogyakarta, Gelora Bung Tomo Surabaya, dan Kapten I Wayan Dipta di Gianyar.

“Ini kesempatan kita, karena kita tidak pernah sedekat ini dengan FIFA. Kami memang pernah bidding untuk Piala Dunia 2022 tetapi tidak selesai, bahkan bidding-nya dari kita sendiri tidak selesai. Ini sekarang kita sudah diakui, di-approve bahkan didatangkan langsung oleh FIFA untuk melakukan inspeksi. Semoga ini waktunya, walaupun nanti gagal saya tidak akan menyerah untuk melakukan bidding lagi (Piala Dunia) U-17,” ujar Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.




Baca Juga :
- Pasrah! Geoffrey Castillion Tak Ingin Mundur dari Persib Bandung
- Luis Edmundo Sempat Kesulitan di Indonesia Sebelum Menjadi Legenda Persita


Selain Indonesia, Brasil dan Peru juga menjadi kandidat lain tuan rumah PD 2021. Penetapan pemenang bidding akan dilakukan pada pekan ketiga Oktober 2019 mendatang. Jika Indonesia terpilih menjadi tuan rumah, maka timnas U-19 secara otomatis akan tampil dalam PD U-20 nanti.

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyambut antusias jadi venue tuan rumah PD 2021. Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser mengatakan pihaknya akan langsung melakukan berbagai persiapan Stadion Gelora Bung Tomo sebagai salah satu venue,  jika memang nantinya terpilih menjadi tuan rumah.


Baca Juga :
- Piala Dunia U-20 2021, Pemkot Solo Sterilkan Kawasan Stadion Manahan dari PKL
- Gelandang Bhayangkara FC Renan Silva Dukung Lanjutan Liga 1 2020 Tanpa Penonton


“Kami akan fight dengan menunjukkan bahwa Surabaya siap untuk menjadi tuan rumah. Sebab darah yang mengalir warga Surabaya ini adalah darah bola. Jadi mulai anak kecil sampai orangtua pun gila bola,” kata Fikser.

Sementara itu Direktur Marketing PT Jakabaring Sport City (JSC) Bambang Supriyanto selaku pengelola Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang  menilai stadionya sudah tidak memerlukan renovasi besar-besaran lag. Pasalnya GSJ baru dipakai untuk Asian Games 2018 lalu. GSJ hanya perlu maintenance rumput dan pemolesan atau pengerjaan kecil saja. “Istilahnya tinggal mempercantik saja,   perawatan rumput, pengecatan dan hal-hal kecil lain,” ucap Bambang. Untuk lapangan latihan pihak JSC menyiapkan tiga tempat yaitu lapangan Atletik luar, lapangan Atletik dalam, dan lapangan Bisbol.

Dari Yogyakarta, delegasi FIFA sudah melakukan inspeksi sejak Selasa (17/9) lalu.

 Ketua Umum Asprov PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ahmad Syauqi mengatakan delegasi FIFA ini melakukan inspeksi di Stadion Mandala Krida Yogyakarta sebagai stadion utama dan empat training side yakni Stadion Sultan Agung Bantul, Stadion Maguwoharjo Sleman, Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) serta lapangan Yogyakarta International School (YIS).

“Harapannya Indonesia benar-benar ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia ini karena banyak hal positif yang didapat mulai untuk pemain, pelatih, dan stakeholder lainnya,” ucap Syauqi. Selain itu, jika terpilih, lanjut dia, ini juga akan menjadi momentum penting untuk menjadi kebangkitan sepak bola Indonesia. 

Stadion si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung juga boleh dikatakan layak. Maklum, markas klub Persib Bandung ini baru dipergunakan untuk Asian Games 2018.

“Sebetulnya sudah nyambung dengan PSSI karena apa yang telah kamikirimkan mengenai kelayakan sudah kami kirimkan kepada PSSI. Mungkin tinggal menindak lanjuti saja jika memang si Jalak Harupat masuk ke dalam rencana untuk perhelatan Piala Dunia U-20,” ucap Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) SJH, R Mulyana.*MARZUKI/NIZAR/ AGUSTIAN/ ARIEF/ SRI NUGROHO

 

 

R
Penulis
Rizki Haerullah