news
LIGA 2
Bandung United Harus Perbaiki Finishing dan Kekompakan Tim
18 September 2019 13:28 WIB
berita
Bek Bandung United Rifaldi (kiri) dihalangi pemain PSMS dalam laga Selasa (17/9) di Stadion Siliwangi/Foto: Istimewa
BANDUNG – Di tangan pelatih Budiman Yunus permainan Bandung United sebenarnya semakin kompetitif. Sepak bola menyerang yang dihamparkannya bisa menghadirkan bala buat pesaingnya. Tapi, finishing dan kekompakan tim masih teramat kurang.

Fenomena itu tergambar saat Bandung United menjamu PSMS Medan Selasa (17/9) di Stadion Siliwangi, Bandung, dalam lanjutan Wilayah Barat Liga 2 2019. Banyak serangan tajam dan peluang cetak gol. Tapi, hanya satu gol yang dipetik dari kotak penalti lewat eksekusi Wildan Ramdani untuk menyamakan skor 1-1.




Baca Juga :
- Persik Lawan Corona dengan Lelang Jersey, Dimulai dari Kiper
- Ini Bukti Persik Punya Masalah dengan Konsistensi Strategi


"Kalau soal permainan, sudah ada progres. Yang masih kurang finishing touch dan disiplin posisi pemain. Selalu ada ruang kosong yang bisa dimanfaatkan lawan untuk mendapat momentum menjebol gawang kami," kata Budiman, usai pertandingan.

Gara-gara itu, tim satelit Persib Bandung ini tetap sulit menang meski bermain atraktif. Bahkan tertinggal gol jadi tradisi yang sulit dieliminasi dan membuat langkah Bandung United keluar dari zona degradasi semakin berat.


Baca Juga :
- Liga Topskor U15: Bandung United Raih Peringkat Tiga
- Turnamen Topskor U15: Bandung United Berbagi Angka dengan Kartabraja


"Gol dari Aceh Babel sebelumnya dan PSMS situasinya sangat mirip. Pemain tidak disiplin. Membuat lawan bisa pegang bola dan mengkreasi serangan jadi gol mematikan. Untuk keluar dari zona degradasi makin berat," ucap legenda Persib itu.

Tapi Budiman belum menyerah. Ia akan terus berusaha mencari celah untuk bisa keluar dari zona degradasi. Sisa lima laga, dua kandang dan tiga tandang, harus dimenangkan. "Semoga usai laga ini fighting spirit pemain makin bergelora. Lima laga bisa dikonversi jadi kemenangan," ujar mantan asisten pelatih Robert Rene Alberts itu.

Sebaliknya PSMS tidak mau bicara soal peluang lolos ke delapan besar. "Kami memang tidak kehilangan poin di sini. Tapi hasil imbang ini membuat situasi lolos ke delapan besar masih simpang siur. Laga di depan juga semakin berat. Masih ada lima laga yang bisa mengubah peta kekuatan," kata pelatih Ayam Kinantan, Jafri Sastrak.*Dani Wihara

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id