news
TENIS
Ini Target Tenis Indonesia di SEA Games 2019
16 September 2019 15:00 WIB
berita
Febi Widhianto (Foto: Topskor.id / Muhammad Pratama Supriyadillah)
JAKARTA – Usai gelaran Piala Davis 2019, Timnas Tenis Indonesia mulai mengalihkan fokus ke SEA Games 2019. Di pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu, cabor tenis menargetkan 2 medali emas.

Indonesia harus mengakui keunggulan Selandia Baru di ajang Piala Davis 2019. Tim tenis merah putih takluk 3-1 dari negeri kiwi tersebut, pada pertandingan Sabtu (14/9) dan Minggu (15/9).




Baca Juga :
- Indonesia Perlu Bentuk Gugus Tugas Penyelamatan Olahraga Nasional
- Medali Emas SEA Games 1991 Prestasi Terbaik Herrie Setyawan bersama Timnas Indonesia


Setelah gelaran Piala Davis usai, kini fokus para petenis Indonesia beralih ke SEA Games. Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP PELTI) pun menargetkan para petenisnya bisa membawa pulang 2 medali emas dari ajang tersebut.

“Kita targetkan bisa bawa pulang 2 emas,” ucap Febi Widhianto, yang di Piala Davis kemarin bertindak sebagai kapten sekaligus pelatih.


Baca Juga :
- Tujuh Atlet Indonesia Berprestasi Internasional yang Kini Jadi Abdi Negara
- Pasangan Gado-gado Indonesia-Hong Kong ke Perempat Final Kentucky Open


“Kalau saya sih, jika melihat dari komposisi, kita bisa rebut emas dari ganda putra atau putri dan campuran,” tambahnya.

Sampai saat ini, komposisi tim masih menjadi pertimbangan bagi Tim Tenis Indonesia. Namun, satu yang pasti, mereka akan menurunkan Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi di sektor ganda campuran.

“Yang pasti, saat pertandingan ganda campuran, itu Christo dan Aldila. Sisanya, tunggal dan ganda, masih kita pertimbangkan. Karena kita punya pasangan yang bisa diacak semua. Kita tidak bisa paksain dia mau sama siapa, maunya apa kita tidak bisa paksain,” tambahnya.

Maklum jika Febi baru bisa memastikan pasangan ganda campuran yang diturunkan adalah Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi. Pasalnya, pasangan ini sukses meraih medali emas di ajang Asian Games 2018 lalu. ***

M
Penulis
Muhammad Pratama Supriyadillah