news
LIGA INTERNASIONAL
Eks Duet Berbahaya Leverkusen Bakal Adu Skill
13 September 2019 16:33 WIB
berita
Skill dan teknik Julian Brandt belum terekspos di awal Bundesliga musim ini karena ia belum rutin dimainkan penuh oleh Borussia Dortmund.
DORTMUND - Julian Brandt dan Kai Havertz pernah membentuk duet penyerang yang sangat menakutkan di Bundesliga saat sama-sama memperkuat Bayer Leverkusen musim lalu. Tapi, keduanya kini harus saling berhadapan saat Borussia Dortmund menjamu Die Werkself pada pekan keempat di Signal Iduna Park, Sabtu (14/9).

Kombinasi Bravertz di Leverkusen berakhir saat Brandt hijrah ke Dortmund di bursa transfer musim panas lalu. Tapi, dia sempat bergabung kembali dengan Havertz ketika keduanya sama-sama membela tim nasional Jerman dalam laga Kualifikasi Piala Eropa 2020 lawan Belanda dan Irlandia Utara pada 6 dan 9 September lalu.




Baca Juga :
- Siaran Langsung Liga Primer Mola TV: Manchester United vs Chelsea, Malam Ini Pukul 23.30 WIB
- Duet Bintang Chelsea FC Ini Bisa Menghabisi Manchester United dan Tim Lainnya


Brandt dan Havertz memang hanya sempat tampil bersama selama 28 menit dalam kedua laga tersebut. Tapi, kerja sama mereka di lapangan memunculkan kembali kenangan indah dalam benak suporter Leverkusen tentang kedigdayaan duet Bravertz di Bundesliga musim lalu.

Ketika itu keduanya adalah pemain Leverkusen yang paling menonjol dan berperan besar dalam sukses klub itu finis di posisi keempat sekaligus lolos ke Liga Champions. Havertz membukukan 17 gol dalam 34 laga dan ini peningkatan yang sangat luar biasa mengingat dia hanya mencetak total tujuh gol dalam dua musim sebelumnya.


Baca Juga :
- Timo Werner Cetak Dua Gol dan Memberi Satu Assist, tapi Chelsea hanya Imbang 3-3 lawan Southampton
- Krisis Covid-19 Tidak Berlaku di Liga Primer! Ini Fakta-Fakta Menarik Seputar Bursa Transfer Musim Panas 2020


Dengan koleksi torehan tersebut, Havertz yang saat itu belum genap 20 tahun, menjadi pemain remaja (U-20) dengan rekor gol terbanyak dalam satu musim di Bundesliga. Tiga dari ke-17 gol Havertz dikreasikan oleh Brandt dan winger 23 tahun ini pun jadi lebih bersinar setelah posisinya digeser lebih ke tengah oleh pelatih Peter Bosz.

“Saya telah melihat banyak pertandingan yang melibatkan Julian,” ujar Bosz yang pernah melatih AFC Ajax dan Dortmund. “Saat saya masih menangani Dortmund dan kami bertanding di kandang Leverkusen, dia bermain di sayap. Tapi, saat itu saya melihat dia sebagai seorang gelandang.”

Bosz tidak keliru. Ketika pelatih asal Belanda itu menduetkannya dengan Havertz di lini tengah Leverkusen musim lalu, Brandt jadi lebih berpengaruh terhadap permainan tim dengan menyumbangkan 11 assist. Hanya bek sayap FC Bayern Muenchen, Joshua Kimmich (13), dan winger Dortmund, Jadon Sancho (14), yang membukukan lebih banyak assist.

Duet Bravertz akhirnya berpisah setelah Brandt dibeli Dortmund dengan harga 25 juta euro pada 22 Mei lalu. “Tentu saja saya merasa kehilangan dia. Dia bukan saja rekan setim, tapi juga sahabat baik,” kata Havertz. “Kami masih bersahabat hingga saat ini dan tentu saja kami tetap saling berkomunikasi.”

Tapi, perpisahan itu tidak sampai melemahkan performa Brandt dan Havertz. Keduanya sama-sama telah mencetak satu gol dalam tiga pertandingan di Bundesliga musim ini. Bedanya, Havertz selalu bermain penuh bersama Leverkusen sementara Brandt baru sekali jadi starter buat Dortmund.

Kini, Brandt dan Havertz bakal saling berhadapan di Signal Iduna Park, akhir pekan ini dan kemungkinan terjadinya bentrok fisik antara kedua pemain sangat besar. Pasalnya, keduanya akan sama-sama beroperasi sebagai gelandang serang meski pelatih Dortmund, Lucien Favre, lebih suka memasang Brandt di sayap kiri.

Tapi, apa pun yang akan terjadi nanti, Brandt akan selalu jadi idola bagi Havertz. “Saat dia (Brandt) membuat debut di Bundesliga pada usia 17, saya baru 14 tahun,” ujar Havertz. “Kariernya adalah teladan layak saya tiru. Saya ingin melakukan hal-hal yang telah dia lakukan dan saya selalu berusaha melihat aksinya.”

Havertz mengguncang sepak bola Jerman saat membuat debut di Bundeliga pada 15 Oktober 2016. Saat itu dia baru 17 tahun, 126 hari sehingga jadi debutan termuda bagi Leverkusen sekaligus yang termuda ketujuh dalam sejarah kompetisi elite Jerman itu.

Havertz lalu mencetak gol pertamanya pada 2 April 2017 saat Leverkusen bermain imbang 3-3 dengan VfL Wolfsburg. Dia pun jadi pencetak gol termuda bagi Die Werkself di Bundesliga (pada usia 17) mematahkan rekor sebelumnya yang dibuat Brandt.

Sejak itu, Havertz terus mematahkan rekor demi rekor, baik di klubnya maupun di pentas sepak bola Jerman. Salah satunya adalah rekor pemain termuda yang tembus 50 laga di Bundesliga yang ditorehkan pada 14 April 2018 saat dia baru berusia 18 tahun dan 307 hari.

Tidak berlebihan jika kemudian Brandt memprediksi Havertz bakal jadi salah satu pemain terhebat dalam sejarah sepak bola Jerman. “Kai adalah bakat paling istimewa yang dimiliki Jerman saat ini. Dia punya kualitas dan potensi besar untuk menjadi mega bintang global,” ujar Brandt.***RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho