news
LIGA INTERNASIONAL
Ronaldo sang Penakluk
13 September 2019 14:45 WIB
berita
Bintang timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, ketika merayakan gol dengan rekan setimnya dalam kualifikasi Piala Eropa, Selasa (10/9).
ALESSANDRIA – Semua karena Enrico atau Enrico di Aviz. Itu nama latin sedangkan dalam sejarah Eropa lebih dikenal sebagai Henry. Orang Portugal menyebutnya Enrico sang Navigator. Dari sosok inilah, Portugal, pada 1400-an melakukan ekspansi, memperluas kekuasaan mereka. Ketika itu yang ada adalah nama Regno Del Portogallo, atau Kerajaan Portugal.

Enrico yang mendorong kerajaan Portugal untuk menguasai sejumlah pula dan wilayah seperti Porto Santo, Azores, dan Madeira. Cristiano Ronaldo lahir ratusan tahun kemudian di Funchal (Madeira), daerah yang dikenal karena anggur dan sekarang juga sangat dikenal karena sosok CR7.




Baca Juga :
- Bonucci: Setiap Pertandingan Menjadi Perayaan Rekor Ronaldo
- Gervinho Senang Didekati Inter Milan, tapi Dia Mengagumi Juventus, dan Ingin Belajar dari Cristiano Ronaldo


Seperti nenek moyangnya, Ronaldo selalu memiliki tujuan ambisius. Seperti Portugal yang ingin menguasai dunia, begitu pula penyerang yang kini telah berusia 34 tahun tersebut. Ronaldo adalah sang Conquistador atau sang penakluk. Dimulai dari samudera Atlantik, perlahan-lahan Ronaldo menguasai Eropa, Afrika, Jepang, dan Arab Saudi.

Ya, kemana pun Ronaldo bermain, di sana dia mampu mencetak gol. Selasa (10/9) lalu di Vilnius (Lithuania), Ronaldo menorehkan poker alias empat gol dalam kualifikasi Piala Eropa 2020. Dengan empat gol tersebut, jumlah torehannya untuk Portugal naik menjadi 93 gol.


Baca Juga :
- Fabio Capello: AC Milan Sangat Pantas untuk Juara, Inter dan Juventus Pesaingnya, Lazio Masih Teka-teki
- Bintang Real Madrid Membuat Keputusan Soal Kemungkinan Pindah ke Juventus


Hanya tinggal 16 gol lagi untuk mengejar rekor Ali Daei, mesin gol legendaris timnas Iran. Ronaldo penyerang mematikan di setiap kompetisi dan rahasianya adalah tidak pernah merasa puas: selalu haus kemenangan.

Ketika pemain lain melamban, Ronaldo justru berlari dengan penuh tenaga. Selalu ada tujuan yang harus dilewati. Juventus menghormati prestasi terakhir Ronaldo dengan slogan “poker face”. Sebutan tersebut adalah pujian atau mewakili empat gol yang diciptakan Ronaldo hanya dalam satu pertandingan.

Karena naluri penakluk dalam dirinya yang membuat Ronaldo memutuskan bergabung ke Juventus. Dia ingin meraih gelar di Italia, yang bernama scudetto yang tentu sudah diraihnya pada musim lalu.

Lalu tantangan lain adalah membawa Juventus meraih gelar Liga Champions, trofi yang tidak asing lagi baginya. Lalu, ada tujuan pribadi: Fifa Best Player dan Bola Emas, dua penghargaan yang di musim lalu tidak dimenangkannya.

Ronaldo di Madeira memiliki museum. Ya, museum yang cukup besar untuk menampung semua piala yang dimenangkannya tapi tidak cukup untuk menampung jumlah korbannya.

Ronaldo bersama timnas Portugal telah mencetak gol melawan 40 tim nasional dari negara yang berbeda. Dari Argentina sampai Kamerun, dari Korea Utara sampai Panama, dari Wales sampai Arab Saudi, dari Ekuador hingga Bosnia, dari Ghana sampai Iran.

Di tingkat klub, Ronaldo mencetak gol dalam 33 negara yang berbeda di antaranya Jepang dan Uni Emirat Arab, tempat di mana dia mencetak gol dalam Piala Dunia Klub. Dengan  gol dalam persahabatan, sekarang ada 150 tim yang menjadi korban gol Ronaldo.

Untuk menguasai Italia, sebenarnya Ronaldo sudah mencetak gol di negeri ini ketika masih membela Real Madrid. Meski demikian, Ronaldo tidak pernah mencetak gol melawan timnas Italia.

Tapi, karena Italia (Juventus), Ronaldo menjadi satu-satunya pemain yang berhasil memenangkan gelar domestik di tiga liga besar: Liga Premier, La Liga dan akhirnya Seri A.

“Musim lalu merupakan musim terbaik saya. Tidak mudah meninggalkan Madrid setelah sekian lama dan tiba di kompetisi berbeda pada usia 33 tahun. Tapi, meski begitu saya berhasil memenangkan Scudetto dan Piala Super Italia bersama Juventus,” kata Ronaldo.

Pasa musim lalu pula, bersama Portugal dia meraih gelar juara Liga Negara Eropa. “Tiga piala hanya dalam satu tahun,” kata Ronaldo lagi. Musim terbaik meski itu merupakan "musim paling sulit dari segi pribadi", seperti yang diakui pemain karena tuduhan pelecehan seksual oleh mantan model asal Amerika.

Ronaldo yakin pantas mendapat Bola Emas dan empat gol di Lituania memperkuat posisinya sebagai kandidat utama penghargaan ini. Lima Bola Emas dan lima Liga Champions antara Manchester United dan Real Madrid, sekarang Ronaldo ingin memenangkan hal yang sama bersama Juventus.

Ronaldo satu-satunya pemain yang mencetak gol dalam tiga final Liga Champions dan di kompetisi ini memiliki rekor gol hanya dalam satu musim (17 gol pada 2013/14) dan penampilan (162) dan jumlah gol (126). Satu-satunya pemain yang berhasil memenangkan tujuh kali predikat pencetak gol terbanyak.

Kini, dia membawa Portugal untuk mempertahankan gelar Piala Eropa yang diraihnya pada 2016 lalu. Tentu, banyak tim Eropa dalam kualifikasi yang siap memberikan perlawanan. Banyak kejutan terjadi pada kualifikasi di dua laga pada pekan lalu. Belgia yang muncul dengan sosok Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku.

Lalu di Inggris yang tampil nyaris sempurna karena memiliki sejumlah pemain muda. Tapi, sepertinya, tidak ada pemain yang memiliki karakter penakluk seperti Ronaldo.***

 

I
Penulis
Irfan Sudrajat